Perdebatan halal & haram

ETC, Life, linux February 9th, 2010

Gambar minjem dari sini

Pembicaraan halal dan haram disini bukan berupa makanan ya, karena ini menyangkut tentang pembajakan…ya..ya..ya pembajakan Software yang banyak sekali beredar di Indonesia. Nah menurut detikInet Indonesia itu masuk di 12 besar negara pembajak terbesar di dunia dan software yang paling disukai dibajak masih menurut detikInet lagi adalah; Keluarga Microsoft, Adobe, Symantec, Autodesk, dan Corel.

Menyikapi ini gerakan open source banyak diadakan untuk penanggulangan pembajakan software, dari mulai diadakannya seminar-seminar dan pelatihan sampai dengan penyelenggaraan Roadshow Linux di berbagai kota oleh kalangan pecinta Open Source. Alhamdulillah AMIK Mitragama sendiri *tempat diriku mengajar di Duri* berpartisipasi dalam penyelenggaraan Roadshow linux ini, postingannya ada di sini.

Balik lagi ke perdebatan tentang halal dan haramnya penggunaan software bajakan ini, kemarin dengan menggunakan YM aku dan seorang sahabat berdebat masalah ini. Memang kuakui bahwa aku bukanlah orang yang kompeten untuk menyatakan halal dan haramnya sesuatu dalam kasus ini memakai software bajakan itu haram atau masih halal, toh MUI aja belum mengeluarkan fatwa bahwa pemakaian produk software bajakan itu haram. Oleh karena itu ini hanya pemikiran seorang Ria aja. Read the rest of this entry »

Sebuah Permintaan

Ceritaku February 1st, 2010

Aku menyusuri jalan menuju rumah hari itu ketika HP berbunyi, di ujung sana ternyata kamu menelponku dan bertanya apakah aku ada di rumah nanti malam. Setelah menimbang aku berkata bahwa kamu boleh datang kerumahku karena aku akan di rumah saja mungkin di temani selimut untuk mengusir hawa dingin musim hujan bulan ini sambil menonton TV ditemani secangkir teh hangat dan setangkup roti tawar berseleai strawberry. Kamu tertarik menemaniku ujarmu,dan berjanji akan datang tepat waktu.

Jam 7 malam lewat beberapa detik dirimu sudah menampakkan diri di depan pintu rumahku, berbalut sweater coklat yang sangat kamu gemari itu, Kamu membawakanku martabak langganan kita untuk menemani minum teh. Kemudian aku ingat sekali kita berdua duduk terdiam menikmati siaran TV yang aku tau tidak sepenuhnya kita resapi, ada diam yang entah kenapa aneh malam itu. Kamu lalu memulai percakapan kita dengan bertanya tanggal berapakah hari Sabtu nanti, pertanyaan itu aku tau hanya sebagai pengingat bahwa kamu menanyakan apakah betul hari itu tepat hari ulang tahunku. Kamu bertanya padaku adakah sesuatu yang aku inginkan pada hari itu, agar kamu bisa memberikannya untukku sebagai sebuah kado ulang tahun. Aku jawab tidak ada dan nanti jika memang aku menginginkan sesuatu aku akan memintanya nanti.

Hari ini aku telah menyusun suatu rencana untuk melewatkannya bersamamu dan sudah mengatur semuanya untuk keberangkatan kita nanti sore berlibur di pulau mawar, aku membayangkan sangat menyenangkan pastinya berlibur disana di tempat aku akan bisa menghirup harum air laut, merasakan semilir angin menyentuh kulitku dan aku akan di kelilingin oleh teman-temanku bercanda bebas berlarian di tepi pantai…ya sore nanti akan jadi milikku untuk dua hari.

Setelah kurapikan barang perlengkapan kita nanti disana, aku melihatmu datang dengan mobil Fordmu terparkir sembarangan, setengah berlari kamu menghampiriku dan berkata bahwa kamu tidak bisa berangkat sore ini karena suatu hal dengan alasan kamu sudah berjanji ke orang lain dan mengira bahwa kita akan berangkat keesokan paginya, well aku hanya terdiam mendengarkan semua penjelasan yang kamu berikan tanpa sedikitpun meresapi. Lalu aku menjawab bolehkah aku memakai sebuah permintaan yang kita bicarakan tempo hari? kamu hanya terdiam karena kamu tahu yang aku minta adalah kamu ikut bersamaku sesuai rencana kita dan teman-teman. Dari raut mukamu aku melihat jelas bahwa kamu tidak bisa memberikan apa yang aku minta walaupun sebuah permintaanku hanyalah Waktu…ya waktu untuk kuhabiskan denganmu.

**********

Kamar Kost, 21.18
Terinspirasi dari curhat seorang teman.
Yang kuat ya dear, akan indah pada waktunya kok ;)

Just Be Your Self!

Ceritaku, Dunno January 21st, 2010

Ada seorang teman yang tiba-tiba ngebuzz di YM

Teman : Riaaaa…gw harus beli Mobil!!!
Ria : Kenapa? lu lagi butuh mobil atau lagi dapet rejeki nomplok
Teman : Butuh sih gak juga gw kan ada motor  lagian gw belum punya anak dan duit juga gak ada tambahan tapi ri…semua tetangga kanan kiri depan belakang  gw udah beli mobil, malu kan kalo gw gak punya, gw mo nyici mobil aja deh.
Ria : Jadi diri sendiri aja kali, please dech lu!! masak gara2 tetangga beli lu harus beli!!
Teman : bodo! pokoknya gw harus beli dalam bulan ini.
Ria : *ngelus dada*


Suatu hari, ada lagi yang begini nih….

Ria : Woi nek, besok ke cempaka Mas yuks kita borong baju2 murah bin keren itu
Teman : gak ah Ri, besok gw mo ke Mango yang plaza indonesia bareng temen gw. Mango lagi sales
Ria : *Bengong*
Temen : iya ri, gw malu pake baju cempaka mas terus gw sering disindir sama temen2 kantor gw katanya baju2 gw keren tapi gak bermerk! gw pengen kayak mereka…
Ria : *tambah bengong*


Ada pula percakapan yang begini…..

Teman : si A itu keren ya ri…
Ria : iya dia mah memang jempolan bisa apa aja, dari memasak, ngejait, melukis sampai home decorating…what a perfect women!
Teman : gw mo jadi kayak dia ah, besok gw mo kursus ngejait
Ria : lu emang seneng ngejait?
Teman : Gak juga sih, tapi masak dia bisa gw gak bisa wong tajiran juga gw, pendidikan gw juga lebih okeh.
Ria : ngapain kayak gitu, jadi diri sendiri aja kan lebih nyaman.
Teman : pokoknya kalo dia bisa gw juga harus bisa!
Ria : *nepok jidat, geleng-geleng kepala!*


So intinya, ada apa sih sama mereka semua di atas? setiap orang kan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing gak perlu jadi orang lain untuk bisa buktiin kita juga bisa keren atau beken. Cukup jadi diri sendiri bisa bikin  kita nyaman menjalani hidup, gak usah lebay, gak usah sok baik, gak perlu sombong dan gak perlu berbuat sesuatu yang sebenarnya kita tidak suka tapi tetep ngotot untuk dilakuin sebagai pembuktian diri.

Kenapa?

Karena pembuktian diri yang paling baik adalah Jadi diri sendiri.

Just Be your self and be the best with it.