Awal Tahun 2015

Hi…I’m coming back :)

Setelah hiatus selama lebih dari 3 tahun! bukan main….kemana saja selama itu ya? Tidak perlu ditanya deh karena jika aku jawab sibuk semua orang juga sibuk hihihi, mungkin lebih tepatnya susah dapat me time, malas buka blog dan sedang malas menulis ‘ehhh wait aku tetap menulis kok walaupun tidak lewat blog, kapan-kapan aku publish beberapa coretan dari jurnal pribadiku ya’

Mengawali awal tahun 2015 apa target mu? aku sih gak muluk-muluk pengennya kembali bisa menulis kayak dulu, berbagi cerita dan pengalaman hidup, doakan semoga bisa konsisten menulis setidaknya sebulan sekali.

Tahun ini yuk kita jadi pribadi yang lebih baik, yuk menyebarkan uara positif dan menghilangkan aura negatif. Yuk mengejar mimpi yang tinggi dan menginginkan mimpi itu dengan sungguh-sungguh seperti kutipan disalah satu buku favoriteku “The Alchemist” seperti ini;

And when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it

Kutipan diatas berlaku tentunya jika kita benar-benar berusaha diakhiri dengan doa, percaya deh teman-teman tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha. Ingat juga kita selalu harus berfikiran positif bahwa kita akan mendapatkan dan meraih mimpi tersebut jika tidak sekarang pasti suatu hari nanti. Jangan juga takut bermimpi yang besar karena kata menurut  Om Paulo Coelho  pengarangnya “The Alchemist”;

There is only one thing that makes a dream impossible to achieve: the fear of failure

Jadi mumpung awal tahun mari kita bermimpi, bercita-cita yang tinggi dan menginginkan hal-hal baik hadir dalam hidup kita ditahun 2015.

Sekali lagi HAPPY NEW YEAR!!

Melayat yang tidak Melayat

Semua orang pasti sudah pernah melayat, atau setidaknya mengunjungi seseorang yang baru saja ditinggal oleh salah satu orang terdekat mereka. Dari semua layatan yang pernah kamu lakukan pernahkan kamu melihat orang melayat yang tidak melayat?

Ceritanya begini :

Seminggu kemarin, Aku melayat kerumah seorang teman yang baru saja ditinggalkan anaknya berumur 4 tahun karena terserempet mobil, jatuh dari motor  dan kepalanya terbentur. Motor itu dikendarai Ibu Korban yang hendak mengantarkan anak sulungnya kesekolah, Kejadiannya sangat tidak terduga si anak yang tidak menggunakan helm begitu motor oleng dia jatuh kepalanya terbentur diaspal. Menurut informasi kepalanya mengalami pendarahan parah akibat terbentur kerikil kecil yang banyak berserakan dijalan tersebut.

Jam 11 siang, berangkat dari kantor kami kerumah duka. Temen kantor berani melihat jenazah anak itu tapi aku gak tega jadi hanya duduk diam. Saat susana duka tersebut bikin hati sedih karena Ibu Korban tak henti-hentinya menangis datanglah Ibu x kira-kira berumur 40 tahun, setelah dia mencium pipi kanan dan memeluk si Ibu yang kehilangan anaknya dengan suara lantang dia berkata seperti ini.

Ibu x : “Bagaimana kejadiannya? kok bisa sih anakmu jatuh, memangnya duduk dimana dia?”
Ibu Korban : sambil menangis terisak dia menjawab “duduk ditengah, diapit sama si Sulung dan saya”
Ibu x : “Itulah, kenapa dia gak dipakein helm juga biasanya dia duduk di depan bukan ditengah!”
Ibu Korban : Nangisnya tambah kenceng terdiam dan gak jawab lagi
Ibu x : masih ngerancuh gak jelas dan ngobrol ke ibu-ibu di kanan kirinya
Aku : yang duduk di samping jenasah memasang muka masam dan melotot ke Ibu x

Penggalan percakapan di atas memberikan ilustrasi bahwa Ibu X melayat tetapi sebenarnya dia tidak melayat. Bukannya bertenggang rasa dan menyabarkan Ibu Korban dia malah bertanya sesuatu yang tidak pantas dan sangat nggak pas  waktu dan tempatnya. Huh! rasanya kesal kalau bertemu orang yang melayat seperti itu!!

Pernah mengalami kejadian yang sama?

Gambar dipinjem dari sini

Perbedaan

Pernahkah Kamu mengalami sudut pandang berbeda dengan orang lain? ataukah Kamu menganggap bahwa suatu hal itu besar sedangkan orang lain menganggap itu adalah hal biasa dan tidak perlu diributkan?.

Aku berikan contoh sebagai berikut :

Si Pak Badu ingin meminjam Handphone milik istrinya untuk update status facebook dan mengecek email karena HPnya ketinggalan dirumah, tetapi si Istri sudah mengingatkan jangan dipake Pak, HPnya sudah mo habis battery nanti saja kalau sudah sampe dirumah toh sebentar lagi pulang. Nah si Pak badu ini ngeyel, dia tetap membongkar tas istrinya untuk mencari HP dan online menggunakan HP istrinya tersebut tanpa seijin dan sepengetahuan Istrinya.

Si istri yang sedang sibuk membayar dikasir terlihat sangat marah dan menegur suaminya, “Pak apa gak bisa sampai dirumah saja, kok Papa gak bilang dulu langsung bongkar tas Mama tanpa ijin pula!” Tidak terima dengan marah sang istri, Pak Badu malah ikutan ngambek dan berkata “Mama kenapa sih, masalah kecil seperti itu kok marah, ini kan Papa bukan orang lain kok kesannya Papa jadi kayak orang lain kalau Mama sampai marah. Emangnya di HP Mama ada apa sih?”.

Atau contoh seperti ini :

Tanpa sepengetahuan kakanya, Dudi membuka dan login di notebook kakaknya, kebetulan kakaknya ini  sedang mandi untuk bersiap ke kantor. Si kakak setelah selesai mandi dan masuk kamar kaget mendapati adiknya sedang asyik mengutak ngatik notebooknya, belum lagi notebook tersebut adalah notebook kantor. Dengan marah si Kakak menegur Dudi bahwa dia tidak boleh menggunakan notebook itu tanpa seijin dan sepengetahuannya. Merasa tidak terima, Dudi lalu berteriak “Kakak Pelit, masak pake notebook aja gak boleh!”.

Apa Pendapatmu mengenai dua contoh diatas?

Kalau aku secara pribadi tidak suka seseorang mengutak ngatik barang-barang kepunyaanku tanpa seijin dan sepengetahuanku sedekat apapun hubungan aku dan dia atau aku dan mereka. Mungkin buat orang lain ini adalah hal yang sangat kecil tapi buatku itu sudah merupakan pelanggaran hak privacy atau pribadi, apalagi dengan pekerjaanku sebagai IT jangan sampai ada yang berani ngutak ngatik notebook tanpa seijinku….please deh aku bertanggung jawab atas data banyak orang bagaimana coba kalau iseng akhirnya jadi kriminal :D.

memang sih dalam kehidupan perbedaan dan sudut pandang selalu mewarnai, bagaimana seseorang memandang sesuatu seringnya berbeda dengan orang yang lain. Maka dari itu alangkah baiknya jika ingin bertindak atau berkata sesuatu coba kembalikan ke diri sendiri terlebih dahulu bagaimana jika Kamu diposisi orang tersebut.

Perbedaan itu ada untuk saling melengkapi bukan untuk saling menjatuhkan atau saling mengejek. Wajar saja cara kita berfikir atau menyimpulkan sesuatu berbeda dengan orang lain tetapi untuk jadi seorang individu yang matang marilah kita sama-sama menyikapi perbedaan ini dengan komunikasi yang baik sehingga hubungan kamu dengan orang lain disekelilingmu tetap harmonis, susah? tidak juga! mari kita sama-sama belajar untuk hal ini :).

Gambar pinjem disini