Kota Duri
| Ibu Kota Luas Penduduk Kelurahan Desa Suhu Max/ Min |
: Dari kecamatan Mandau : 937,47 Km² : 235.109 : 9 : 6 : 34°C / 25°C |
||
|
Batas Kecamatan Letak Wilayah Kecamatan Jika anda ingin melihat gajah yang patuh dan dapat diajar untuk bermain bola kaki, atau melakukan atraksi lainnya, anda tidak harus ke Wai Kambas Lampung. Anda dapat mengunjungi Duri di Kecamatan Mandau. Di kota ini, tepatnya di Desa Sebanga sejak beberapa tahun yang lalu telah dijadikan sebagai pusat pelatihan gajah. Jika anda mengunjungi tempat ini tidak saja kita dapat melihat gajah-gajah yang patuh dan boleh disuruh membuat atraksi, tetapi kitapun dapat menunggangi dengan dipandu oleh para pawang gajah. Untuk menempuh lokasi ini tidaklah sulit karena tersedia transportasi umum. Jika dari Dumai jarak perjalanan yang ditempuh sekitar 80 km, sedangkan dari Pekan Baru maka perjalanan yang ditempuh sekitar 239 km
|
|||
sumber : situs pemerintah Bengkalis
———————————————————————————–
Yup…Duri itu adalah sebutan keren dari salah satu kecamatan terkaya di indonesia, bagaimana enggak bermilyar2 barrel Minyak bumi udah di keruk dari daerah ini sejak berpuluh2 tahun yang silam. Dan tentunya disinilah gw bekerja sekarang. Biasanya selentingan orang2 akan akan menyebut Duri kota Atas minyak Bawah minyak, maksudnya minyak bumi dan minyak sawit.

Kota minyak yang satu ini didiami oleh penduduk asli (Suku Sakai) yang sudah tergusur jauh di pedalaman hutan, ada pula penduduk Melayu yang merasa memiliki duri yang jumlahnya mungkin hanya sekitar 10 % saja skr, Mayoritas dipegang Orang-orang Minang yang merantu kalo di kira2 bisa sekitar 40 %, Suku Batak perantauan sekitar 20 %, 10 % pendatang dari Tanah jawa dan sisanya 10 % campuran dari berbagai suku.
Kultur di kota ini kental sekali dengan syariat ISLAM karena di diami oleh mayoritas Suku Minang yang sebagaimana kita ketahui sangat menjunjung tinggi syariat agama ISLAM, sedangkan suku BATAK perantauan sebagian besar mendiami daerah yang di sebut Sebanga. Bagi yang merantau dariTanah Jawa, Pastilah awal2 akan sangat tersiksa sekali dengan makanan disini karena kebanyakan warungnya menjual masakan padang
pedas, santen dan bernasi pera’ hhihiihihihi….ada sih beberapa warung makan khas Tanah Jawa tapi sangat sedikit dan bisa dihitung pake jari tangan.
Di Duri pendidikan juga udah lumayan maju, mungkin karena ada komplek Chevron yang notabene ada fasilitas sekolah yg bertaraf internasional….ya walaupun untuk masuk sana khayalak umum sangat terbatas sekali.Beberapa Sekolah negri juga yang menurut gw cukup bangus, Ada dua universitas ada yg untuk universitas khusus agama ISLAM dan satu lagi ada AMIK mitra gama tempat gw ngajar juga
. Tapi yang menjadi miris adalah kesenjangan sosial antara penduduk asli (yang sudah berdiam lama) dengan para pekerja PT (kontraktor maupun chevron) kehidupan ekonomi yang berneda 180 derajat. disatu sisi ada rumah yg gedongan banget di pedalaman duri yg ternyata adalah rumah orang chveron, tp dilain sisi ada rumah yg cuman terbuat dari gubuk reot punya penduduk asli.
Itulah Duri…dan konon katanya kalau udah minum air minum yg asalnya dari tanah Duri, kemana pun perginya setelah sekian lama pasti akan balik lagi kesana….(ini blom gw buktiin sih
)
So…cuman segini yang bisa gw tulis tentang Duri, ini permintaan dari salah seorang sahabat yg merantau nun jauh dinegeri orang. Kalau nanti dah lulus pulang ke indonesia ya mas…bangung indonesia biar sukses kayak disana…Maaf kalau tulisannya susah di cerna lagi belajar menulis dengan baik tp kok malah tambah amburadul ya ![]()
******
Update tulisan ini ada di sini silahkan di klik Kota Duri Part 2

Makasih ya ria sudah dibahas mengenai kota duri, cukup informatif tulisannya, sayang sekali bahwa penduduk sekitar tidak bisa menikmati hasil bumi ditempat mereka berpijak, ap alagi suku asli yang nota bene sudah berabad2 tinggal disana malah terpinggirkan.
Dan saya baru tahu bahwa suku asli di duri itu suku sakai… kirain orang melayu.
btw thanks sudah bisa beri info, sukses buat kerjaannya yach. salam.
[Reply]
[Reply]
design kepala blognya bagus banget… salam kenal. Kunjungi kami di http://www.hijaubatam.wordpress.com, http://www.cendanabatam.wordpress.com dan http://www.iselantang.wordpress.com
Thanks
Goodluck
[Reply]
Thanks
[Reply]
Salam kenal Ria, liputan yang bagus. Semoga tetap terus berkarya.
Saya lahir dan lama menetap di Kota Duri sampai akhirnya berpisah setelah saya kuliah. Kota Duri memang jadi kota yang indah dalam kenangan saya, walaupun banyak yang mengatakannya sebagai kota para pendatang, penuh kriminalitas, panas, tak teratur, warganya yang “mada” serta sederetan istilah lain yang jelek-jelek. Namun saya memiliki memori yang indah selama tinggal di kota ini, melewatinya sejak masa kecil, masa sekolah dan masa remaja.
Saya akui, saya bisa seperti sekarang ini karena minyak. Karena keluarga kami bekerja di perusahaan minyak. Kakek saya dulu bekerja di Caltex (pensiun tahun 1985) dan bapak saya di Tripatra. Hingga Tripatra habis kontrak, bapak saya saat ini masih bekerja di salah satu kontraktor Chevron.
Walau kini tempat tinggal saya dengan Duri hanya dapat ditempuh dalam waktu tiga jam, namun saya jarang sekali pulang kampung. Mengingat rutinitas kerja saya yang padat dan tak habis-habisnya. Membaca liputan anda, tiba-tiba saya jadi rindu pulang.
Saya berharap Kota Duri dapat maju seperti kota dimana saya tinggal saat ini, semoga.
[Reply]
Salam kenal juga yos, kapan pulang kampung? jenguk2 lah Duri sekarang jalanannya bagus loh…semuanya aspal
sayang sekali mungkin Jalan menuju duri yg mesti ngantri lewatin jalan jelek (*pengalaman kemarin waktu long journey ke Minas*)
[Reply]
nice banget web nya.. ajarin donk mba
…
[Reply]
mmmm…Kayaknya capability Aku untuk ngajarin blom nyampe deh mas…gmn kalo langsung buat account multiply (www.multiply.com) atau wordpress (www.wordpress.com) hihihi…untuk ngutak ngatik web ini aku masih sering gangguin temen kok
[Reply]
Saya tertarik dgn pernyataan bu’ ria (konon katanya kalau udah minum air minum yg asalnya dari tanah Duri, kemana pun perginya setelah sekian lama pasti akan balik lagi kesana) mudah-mudahan bu’ Ria dapat jodoh orang Duri ya, biar di Duri terus, he….he…he..
[Reply]
huehehehehehe….kok doanya gitu? doain tuh yg terbaik buat Saya dong, terlepas dia orang manapun. statement itu kan bisa berarti begini, saya dapet orang jakarta yg akhirnya kerja di duri dengan chevron tentunya
[Reply]
wah…tempat pelatihan gajah atanah putih toh…
punya kenangan juga disana, dulu pernah kesana dg keluarga & saudara. tapi sudah lama bangat, kalo aku ga salah tahun 1989 deh, daerahnya panas bangat waktu itu, sampai2 disana waktu itu gda yg jual minuman
masih ingat juga nama beberapa gajahnya, diantaranya, Tong Eng yg berasal dari Thailand, waktu aku kesana usianya sudah 34 Tahun, hitung aja deh skrg kalo masih hidup usianya sdh berapa
, terus ada lagi yg namanya Liboati, waktu itu usia nya masih muda, ditemukannya di lokasi tempat ayahku bekerja, tepatnya di Libo. beberapa gajah yg masih liar biasanya di Rantai, sedangkan yg sudah terampil dan terlatih tdk menggunakan rantai…
[Reply]
mau memberikan pendapat sedikit nih mengenai kehidupan sosial di Areal Operasi Chevron….
jika melihat kepada sharing hasil eksplorasi Minyak di Provinsi Riau sebenarnya telah jelas, bahwa pada awalnya pembagian hasil dari ekslporasi Minyak dan Gas Bumi antara pihak Chevron dan Pemerintah dalam hal ini ditangani oleh PERTAMINA adalah 88% utk pemerintah pusat berbanding 12%. Setelah adanya otonomi daerah maka pembagian bagi daerah penghasil dalam hal ini PemProv Riau mednapatkan pembagian 30-40% dari hasil Migas tersebut, ditambah lagi CCP Block yg kini telah berpindah pengelolaannya kepada pihak PemProv Riau. Banyak memang tuntutan pihak masyarakat di lingkungan Operasi CPI kepada pihak CPI sendiri, hanya saja mereka seharusnya menuntut hak mereka kepada PemProv Riau yg sudah mendapatkan share dari pemerintah Pusat.
Namun jika kita lihat dari sisi lain bahwa keberadaan CPI selama ini telah memberikan banyak kontribusi kepada masrakat setempat; beberapa contoh nyata yg saya dapat adalah
1. Penduduk disekitar daerah operasi CPI yg berada di daerah lokasi eksplorasi yg biasa berdagang (kedai makan, kedai kopi) banyak mendapatkan keuntungan bukan hanya dari pegawai CPInya saja, tapi juga dari para kontraktor2 yg bekerjasama dg CPI, bahkan tdk sedikit anak-anak dari masyarkat yg hidup di daerah operasional CPI yg menikah dg pegawai CPI ataupun dg pegawai2 kontraktor CPI
2. CPI telah banyak memberikan pelatihan2 di bidang industri seperti pengelasan yg diberikan kepada penduduk asli disana (suku sakai) yg pada akhirnya memberikan lahan pekerjaan kepada mereka
3. Pembangunan sekolah di daerah operasi CPI yg berada di pelosok jauh dipedalaman hutan rimba di Riau telah memberikan fasilitas demi keberlangsungan pendidikan anak2 bangsa disana
4. Penyediaan sarana air bersih pun telah di berikan pihak CPI kepada penduduk di area operasi CPI.
sedikit kisah nyata yg saya alami sejak bersekolah di SD 001 Sebanga Duri sampai saya selesai bersekolah di SMPN 2 Sebanga duri. Jika ada yg Tahu Masjid Raya sebanga, disana setiap hari ketika musim kemarau tdk sedikit para penduduk di seberanga pipa (saya ingatnya sih nama tersebut sdh ngetren saat dulu tinggal di duri)yg meliputi daerah Kamputer (kampung terandam)dan sebanga sendiri yg mengambil air ke Masjid dg menggunakan gerobak dan jerigen utk kebutuhan sehari mereka, toh mereka ga pernah dilarang atau dibatasi utk mengambil air tersebut oleh pihak perusahaan, dan itu telah menjadi pemandangan yg umum dalam kesaharian saya bersekolah disana.
di daerah operasional CPI juga demikian, mereka bebas jika ingin mengambil air jika di temukan karan air bersih yg dibuat oleh CPI, dan mungkin semua orang juga tahu bahwa air bersih yg berasal dari CPI itu sebenarnya sudah steril dan layak utk diminum langsung dari krannya, namun kami tetap memasaknya sebelum di minum (sdh tradisi kali).
5. Fasilitas Rumah Ibadah pun tdk sedikit yg telah dibantu dalam pembangunannya oleh pihak CPI, belum lagi bantuan ke Masjid2 atau Gereja2 yg langsung dari Para Pegawai CPI disalurkan melalui potongan Gaji setiap bulannya.
Coba baca deh Warta Caltex edisi tahun 1988 mungkin bisa mendapatkan informasi tentang hal tersebut
Sisi negatifnya bisa saja ada & terjadi, namanya juga perjalanan menuju kesejahteraan
Tapi coba difahami kembali, dg share yg 12% utk CPI saja sudah memberikan kontribusi yg besar kepada pemerintah dan masyarakat setempat. Coba deh kita lihat bagaimana Share antara PT Freeport dg Pemerintah pusat yg jumlahnya berkebalikan yakni 88% utk PT Freeport dan 12% utk pemerintah, mengapa tdk ada pihak yg menuntut pembagian hasil tambang yg sdh jelas2 tdk adil tersebut, belum lagi hasil tambangnya bukannya hanya tembaga, melainkan emas dalam jumlah yg bnyk (informasi tambang emas di Freeport ini saya dapat langsung dari sahabat saya yg saudaranya bekerja disana)
Kesimpulannya, segala sesuatu itu ada sisi positif & ada negatifnya. Namun kiprah CPI selama ini coba kita ambil sisi positifnya, dlm perjalannya beroperasi di Riau ttp berupaya menjaga Kesejahteraan & Keselamatan kepada seluruh penghuni yg berada di daerah Operasi CPI
[Reply]
wah..wah…semangat sekali memberikan komentar…thanks ya rasyad
[Reply]
waddoohh.. namaku adek lho, biasanya di panggil deqz sejak smu, kalo rasyad itu nama kakekku, dia dulu juga pensiunan di CPI di Transportation Departement
namanya juga kenangan masa lalu, pengen bangat sih pulang ke Rumbai & Duri
[Reply]
guys,tau kapan duri bisa jadi kabupaten?
oya,salam buat alumni SD 14 (skrg SD 10), SMPN 3 gaya baru, SMKN 2 dumai.
beko kalau ado kaba,tlg agiah tau yo sanak !
[Reply]
hehehehe…gak ngerti bahasa planet mas
tolong di translet dunk….kalo masalah duri jadi kabupaten kayaknya masih di pending dan godok sampe sekarang. secara kalo sampe duri berdiri sendiri, nanti kabupaten bengkalis bisa gigit jari 
[Reply]
salam kenal dulu deh..sya putra daerah yang sedang menuntuk ilmu di jawa.kalau boleh saya membandingkan cevro dengan caltex berbeda managemen ya..
[Reply]
salam kenal juga an, kalau chevron dan caltex jelas berbeda karena setau saya chevron itu membeli caltex thn 2000-an tp saya gak jelas thn berapa. Dan beberapa selentingan omongan yg saya dengar caltex itu dulu lebih memanjakan pegawainya lebih dari chevron skr.
[Reply]
hallo salam kenal,artikek kakak bagus bangat ya …kak aq warga Duri Lho….tepat nya disbanga.aq skola dari SD ampe SMA juga Diduri…na Skarang aq lagi kuliah Di UNRI Fakultas Teknik Kimia.Kak Ria aq pengen lebih kenal ma kakak…bisa kan..thanks ya kak
[Reply]
salam…
Sejak Chevron Mengambil alih, maka management pun berubah pula. Setahu Saya Sejak 13 Tahun terakhir Caltex telah berupaya memperketat efektivitas kerja dan efisiensi kerja dalam segala bidang, fdlm maintaining alat2 berat, cost penggunaan kendaraan operasional, alat2 operasional yg berada di Ware House & maintaining barang2 yg digunakan perusahaan. seperti contoh yg saya Alami; dulu mobil perusahaan bisa digunakan utk keluar areal perusahaan dg izin dari supervisor; apakah inign ke Dumai, Rumbai, atau minas & pekanbaru, tapi sejak tahun 1995 itu telah di tiadakan. Bahkan yg mendapatkan mobil hanya pegawai kelas 11 ke atas.
Jika berkenan coba ke Public Library Chevron deh, cari majalah Warta Caltex 13-10 tahun yg lalu tentang efisiensi kerja di PT CPI
“Memanjakan” bukan berarti boros, kesejahteraan para pegawai dan keluarga juga sebuah pemanjaan bagi mereka sebagai penghargaan yg sepadan selama mereka mengabdi di perusahaan dimana mereka bekerja
[Reply]
@sofie
salam kenal sof, aku dah kirimin email langsung ke email kamu…so di bales ya…
@adek
jadi kapan jalan2 ke duri lagi
[Reply]
hallo..
duh…g’ tau ne mo manggil ibuk atau k’ ya?pengennya seh manggil k aja biar lebih enak,boleh kan k’?soalnya aku juga mahasiswa di AMIK mitra gama,berarti kk’ kan dosen aku!harusnya panggil ibuk kan?tp ko’ aku g pernah ngelihat k’ ya?
oya k’,aku suka banget baca informasinya,apalagi waktu ngebaca “konon katanya kalau udah minum air minum yg asalnya dari tanah Duri, kemana pun perginya setelah sekian lama pasti akan balik lagi kesana…”aku jd kepkiran ama diri sendiri,rasanya aku sperti orang yang diceritakan disini.
alnya aku dulu p’nah disumbar truz ingatannya riau(duri) melulu
akhirnya aku kuliah di pekanbaru tp masih ingat DURI,g’ tau knapa ne k,mungkin karna dari lahir air yg pertama aku minum air asli dari duri,he..he…
tp yg pasti aku suka duri,biar smua istilah yg jlx nempel
truzzz..
dmana seh kota yg jalanannya siang malam ada embunnya?duri gtoloh,
[Reply]
upssss…mahasiswaku…

salam kenal aja ya
[Reply]
jalan2 ke duri kemungkinan saat lebaran ‘idul fitri 1429H, mudah2an jika ada kesempatan pulang ke Rumbai insya4JJI saya akan ke duri, trus mendatangi rumah di Komplek talang No. 60 (sekarang di ganti jadi NO. 95 Hiks…. sebel deh)
“mau melihat kebun mangga, sirsak & tebu yg dulu pernah aku urus” hehehehe…
[Reply]
oh iya…. jika berkenan & lagi ada waktu bisa jalan2 ke komplek talang ga ria?
ntar tolong mampir ke talang no 95 ya (sebelumnya itu talang no 60) barang kali berkenan tolong di foto rumahnya sambil lewat deh, terus di posting, biar memory masa laluku muncul kembali
pleasee…
onegai simashita….
ganbatte ne…
yoroshiku
-deqz-
[Reply]
hai kak,,,salam knal dlu yc,,,,
Q snang bgt da yg ngulas tenteng duri krn Q lahir n bsr didaerah ini,,,,
Q pgn knal dkt ma km,,ya skdar sharing2 jc..
blh kn??????
[Reply]
Eh.. mbak Ria, kalau dihitung2 persentase orang yang tinggal di Duri ini kurang dari 100%. Minang 40% + Batak 20% + Jawa 10 % + suku Sakai 10 % + suku campuran 10 %. Jadi, sisa 10 % siapa yang mendiami kota Duri ini mbak Ria ?
[Reply]
otong Reply:
January 16th, 2010 at 3:51 pm
yg 10%lagi kbrnya jin dan binatang buas yg dihutan….he…he…canda
[Reply]
bukannya suku melayu adalah asli penduduk dari Riau? kenapa g dihitung
menurut saya persentase orang yg tinggal di duri antara penduduk melayu & batak berimbang, orang minang mungkin lebih banyak tapi ga begtu jauh selisihnya, kemudian baru orang jawa & dari suku2 yg lain
kebanyakan orang melayu bekerja sebagai PNS di departemen2 yg ada terutama ya menjadi guru. Tapi jgn salah lho, mereka orang melayu yg keturunan jawa, karena transmigran jg lumayan banyak dari jawa yg datang ke Riau
[Reply]
@Daddy: ya itu 10% nya melayu
@Adek: Kita kan ngomongin duri dek, bukan Riau…kalau riau memang mayoritasnya Melayu, tp kalau duri lebih banyak pendatanganya di banding melayu
[Reply]
di duri juga mayoritas melayu, hampir semua PNS di duri yg saya tahu rata2 orang melayu (meskipun kebanyakan campuran jawa)
tapi ga tahu kalau sekarang, karena aku terakhir di duri tahun 1995
[Reply]
Salam kenal mba ria, saya dulu alumni SMAN 1 Duri, thanks ya buat artikel tentang duri, saya sudah kerja dan tinggal dijakarta dan sudah lama ngga pulang ke duri, membaca artikel mba saya jadi rindu untuk pulang ke duri. Thanks…..
[Reply]
@David : sala kenal juga mas…pulang dunk nengok2 kampung halaman, duri skr lumayan jauh berkembang apalagi semenjak jalanan hangtua dan sudirman sudah mulus
[Reply]
Ikut…….saya juga orang Duri,skrg diJepara,wah jadi pingin pulang nih….denger cerita tentang Duri.
[Reply]
jalan sudirman yg mana ya, jadi lupa lagi
saya hanya ingat jalan Jawa, jalan Obor, Jalan yang Ke Rangau
oh iya, jln by pass yg tembus ke arah dumai via Jalur Operasional Chvevron Sudah bagus belum?
Yang saya tahu utk Jalur by pass Rumbai – Minas sudah bagus sejak saya pulang ke Rumbai Tahun 1996 dulu
[Reply]
jalan sudirman yg mana ya, jadi lupa lagi
saya hanya ingat jalan Jawa, jalan Obor, Jalan yang Ke Rangau
oh iya, jln by pass yg tembus ke arah dumai via Jalur Operasional Chevron Sudah bagus belum?
Yang saya tahu utk Jalur by pass Rumbai – Minas sudah bagus sejak saya pulang ke Rumbai Tahun 1996 dulu
[Reply]
hi mba ria, mo tanya aja, mba ria itu alumni smp, sma, kul mana?
[Reply]
adek: wahhh saya gak pernah lewat sana dek
david :
saya bukan asli sini pak, cuman numpng cari rejeki aja 
[Reply]
HeLLo…..kak ria… pa kabar????
baek-baek aja kan kak,oya da lama sofi gak crita-crita ma kak ria lagi niii…mafin ya kak,soalna akhir-akhir ni sofi
sibuk ma kuliah,tapi sofi slalu ngat ma kak kok.
Kak gak kerasa ya sofi da lama gak balik ke duri,iya ni kak sofi da kangen bangat ma kota duri,kak kota duri kita yang tercinta baek dan aman aja kan kak?
kak kabarnya BBM da naek yaa???gmana ya kak tanggapan warga duri kita tentang kenaikan harga BBM nya? mudahan tidak terjadi kericuhan ya kak,mudahan juga kota duri kita bisa benar-benar diperhatikan ma atasan yang ada,jd kita smua warga duri tetap sejahtera dan harmonis aja yaaaaaaaaaaaa
[Reply]
bgmn kabar di duri?
ada yang tahu ga?
[Reply]
@Sofie: hi sof apa kabar? kamu di pekanbaru di panamnya dimana? aku klo nginep di pekan pasti tingalnya di panam

@Adek: duri paik2 aja dek, tengok2 lah biar gak usah nanyain kabarnya
[Reply]
nah itu dia….
insyaAllah aku ke Duri saat ‘Idul Fitri Nanti. Mudah2an bisa disempatkan ke Duri, mau lihat rumahku dulu waktu di Talang
Meskipun orangtua sekarang tinggal di Rumbai, tapi tetep duri gda yang bisa mengalahkan kenangannya
buatku Duri segalanya deh… banyak kenangan pokoknya..
InsyaAllah jika ada waktu untuk bersilaturrahim aku sempatkan deh bertemu dengan Ria dan sahabat2 disana…
tq
[Reply]
dr dulu minat kerja disana, tp blm dapet kesempatannya smpe skrg
.. nice town ria
[Reply]
huheheheh…nanti ngerasain deh kalo kerja disini…nice town for work and work but not for living
[Reply]
Hi , Mbak Ria. Tetangga nih….
[Reply]
[Reply]
buat hidup disana juga enak lho… tapi tinggalnya harus di areal perumahan Chevron, kalo di luar kayaknya ga betah deh
[Reply]
berapa sih jumlah kepala keluarga khusus kota duri
[Reply]
Hi Ria,
Bagus bgt Websitenya Kota Duri. Gimana kalau kita buat lebih bagus lagi agar tercover semua kecamatan yang di Duri termasuk Pinggir. Sepertinya Untouchable tuh…
Termasuk kekayaan alam dan Perusahaan2 yang ada di Duri, sehingga website tsb bisa jadi jembatan penghubung orang luar melihat Duri sebagai Kota yang layak diperhitungkan…
Sukses slalu, salam kenal..
Dillon
[Reply]
@Adek:kalau di perumahan mungkin awal2 betah tp kan bosen berada dilingkungan itu2 saja.
kemarin sekitar 200 jt jiwa penduduknya kalau kepala keluarga saya kurang tau.
@Merpati: kalau tidak salah menurut yang demo (orasinya :D
@paulus:Salam kenal juga Pak, disini bukan websitenya kota duri, tp blog pribadi…berhubung saya kerja disini makanya saya ulas sedikit mengenai duri…thanks sudah berkunjung
[Reply]
sungguh besar kenangan di kota duri
walau kini daku da di negeri orang namun masih ja kenangan ma kota debu tu masih terlintas di benak ku.kata teman2 ku kota nya sekarang da berkembang..tapi pa ya..???
[Reply]
salam kenal buat teh ria buat david nicholson aku juga alumni smun 1 angkatan 2001 kapan ni alumni nya reuni ni kangen ni ma teman2 dulu pa lg janda2 ku dulu waktu smu
[Reply]
@yeyek:salam kenal juga, perkembangannya sudah dbangun mandau town square, ramayana di jalan hangtuah…dan jalanan duri skr bagus banget loh
[Reply]
hah…… Mandau Town Square ???
top deh… bagus…. bagus…. dulu yang saya tahu hanya pokok jengkol tempat shopping bus standby, terus pasar simpang padang, ada toko buku Parker (masih ada ga sih) terus Toko Lily
hhhhhhhhhhhh……… pengen cepat2 ke duri saat lebaran nanti….
debu sih tetep banyak
komplek katanya sudah sepi bangat ya… 2 tahun yg lalu waktu ke duri jg terlihat begitu, gda lagi anak2 yang bermain di sore hari; dijalanan, dilapangan..
dulu zaman saya TK-SMP rame bangat, apa aja deh permainannya…. tapi yang paling berkesan jadi spesialis tukang nyolong jambu di komplek talang. Semua alamat2 rumah yg ada jambu bangkok dan mangga apel sudah jadi inceran deh
tapi bandelnya cuma itu; ngerokok dll ga lah
kita anak baik2 koq
[Reply]
imelda Reply:
April 26th, 2009 at 3:12 pm
Asslm…
maaf adek, kamu ada yang kenal alimni SMA Piji angkatan 1990-1993 ga ?
Aku sama sekali hilang kontak nih ama temen2ku yg di Duri.
klu ada hubungi aku ya..
trims.
Wass…
[Reply]
lam kenal ya,ak tinggal di duri,tp skarang gi kuliah di univ.swasta di medan. salut buat pemaparan k’Ria tentang kota duri. permintaanku kepada semua nak muda yg tinggal di duri, perjuangkan kota duri untuk menjadi kabupaten. karna kita merupakan penghasil devisa terbesar di bagian minyak daripada bengkalis sendiri. bravo buat k’Ria. asta la vista……………
[Reply]
kenapa ga jadi kodya Duri aja, kan lebih bagus MTS di bangun dimana, dah jadi belum ?
[Reply]
Salam kenal ya say….namaku Ati. Aku juga tinggal di Duri dan suamiku juga adalah mahasiswa MitraGama saat ini (baru semester 2 yang kelas malam). Aku dulunya juga instruktur di Mitra Gama waktu itu Mitra gama belom jadi AMIK…tanya pak Adi deh pasti kenal diriku atau tanya pak Wisnu juga kenal aku…Aku sekarang kerja di Dealer Toyota PT. Agung Automall yang di KM. 4 no. 13. Kalo beli mobil Toyota ajah ya..dan call me ajah Okey!!! hehehe sekalian promo neh…Oya kalau dirimu di TF tentunya kenal ama Afdal rizki yah…that’s my friend & my neigbour too…Sekali2 boleh deng kita ketemuan biar nambah temen dan sodara gitu…
[Reply]
apa kabar duri?
[Reply]
Mba’/ka’…. dan Smua..http://ria.choosen.net/smilies/yahoo_smiley.gif

Perknalkan dlu.. Saya Harry Rachmad Gunawan. Alumni SMA Cendana Mandau 2008.. Berdomisili di Kel. Gajah Sakti.
saya neeeh nak Duri yg bru ja dan dgn trpaksa harus mninggalkan ntu kota tempat dmn pertama muncul kedunian ni th 1989 di Duri Hospital…
Skrg(wkt ni comment d bwt) lbih dr 2 bln saya pergi merantau ke pulau seberang, Jawa. Khususnya di Bandung. Salah satu kota tujuan merantaunya anak2 Duri utk mnempuh pendidikan tinggi. Tempat saya tinggal di Cisitu Baru. Sebagai tambahan, di sini bisa di bilang tempat aglomerasinya anak2 dari Sumatera. Dominan Duri.
Kami sring sharing2 dan buka kembali kenangan tentang Duri. Tentang apa yang ditinggalkan, visi & misi yg blum terlaksana, hingga kenangan masa lalu..
2 Bln tdklah lama…
Tp prasaan saya seperti telah pergi 2 abad.
Saking rindunya, saya sampai harap2 utk pulang.
Sehabis SNMPTN, masa nganggur. Tapi bukan waktu yang tepat untuk pulang.. Karena misi sebenarnya blum tuntas.
Byk knangan yg dah di ukir di tanah kelahiranku itu. Seberapapun bosan yang pernah dirasakan slama brada di sana justru malah tidak menjadi penghalang keinginan utk pulang.
Begitulah indahnya Duri itu….
Sungguh kenangan di Duri tak tertandingi. Di balik itu semua, kita juga harus sadar kalo kita punya masa di sana. Mengingat waktu itu akan berlalu dengan cepat, manfaatkanlah masa2mu di Duri utk hal2 yg berguna. Buat yg dah meninggalkan Duri, teruslah bersemangat mengejar cita2. Gmna pun jg kamu hrs berpisah…Karena “perpisahan adalah awal untuk menuju pertemuan baru”.
Saya punya pendapat ttg Duri.http://ria.choosen.net/smilies/yahoo_think.gif

First..
Tanah di Duri kan sebagian besarnya tanah liat tu..
Knapa g dimanfaatin ja buat bahan baku batu bata & kerajinan keramik. Kan bisa jadi lahan bisnis & mengurangi pengangguran..
Second..
Duri jangan sampe gila dengan pembangunan kotanya donk..
Hutan Beton tak seindah hutan alam.. Berhubung hutan alam di sekeliling kota Duri dah musnah, masyarakatnya harus giat menhijaukan kota Duri. Biar ga da lagi keluhan kalo kota Duri tu kota yg Panas..
Thirdth..

Tegakkan Disiplin berlalu lintas di Duri. Mulai dari diri sendiri.
Agaknya malu kita dah punya jalan yg bagus tapi kesadaran akan keselamatan berkendara yg msh kurang.. http://ria.choosen.net/smilies/yahoo_peace.gif
M”p kalo kepanjangan.http://ria.choosen.net/smilies/yahoo_peace.gif

Makazeee Da…h!!!http://ria.choosen.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif


[Reply]
Hai, met kenal.
Saya orang duri, lahir dan besar di duri, tapi sekarang menetap di yogya,dan nantinya pulang ke Duri lagi. hehe…
Wah, asyik banget ne bisa kontak lagi ama anak2 duri dimana pun berada.
Saran ku, kalau Duri mau jadi kabupaten, ada sedikit peluang untuk berhasil, atau mungkin bisa dikatakan “BESAR” untuk berhasil.
Hanya saja tinggal bagaimana menyatukan visi dan misi para pemuka masyarakat duri.
Gini neh…
Pada PILKADA besok, semua pemuka masyarakat Duri membuat “Kontrak Politik” dengan salah satu calon gubernur yang akan datang, yang isinya semua masyarakat Duri akan mendukung calon tersebut.
Dan sebagai kompensasinya, calon gubernur tersebut berkewajiban membantu secara kontinue dan maksimal ke pemerintahan pusat untuk menjadikan kota duri menjadi kabupaten Mandau.
Yah, intinya seperti itulah…
Semoga suara saya ini didengarkan oleh banyak pihak yang merasa orang Duri dan ingin memajukan Duri.
Amin… Amin ya robbal alamin…
wassalamam
Parlindungan Lubis
=====================
bertahta@gmail.com
[Reply]
Duri….
hm…. Kota yang sudah 13 tahun aq tinggalkan…
kapan bisa main-main ke sana ya????
bagaimana Sungai Kuning, Tabek Limin, masih eksis kah???
[Reply]
mba ria..mksh infonya ttg kota duri..akhir bulan ini suami akan kerja disana…mungkin sebulan kemudian saya dan anak2 menyusul…saya perlu banget tahu kota duri sekolah, fasilitas kesehatan, perbankan,tempat wisata, yang penting juga rumah2 yang di kontrakan (daerah, harga, fasilitas)..trmkah..ditunggu infonya secepatnya.
[Reply]
assalamualaikum,,, mbak,,
oa saya dari duri juga tinggal di jalan sukajadi 3 Duri,,, saya mu nanya ni di duri da lowongan kerja ngk ya?? soal nya, tahun ni saya baru tamat kuliah di politeknik negeri lhokseumawe – Aceh,, jurusan Tata Niaga Prodi Keuangan dan Perbankan D3,,, klo da lowongan tolong hubungin ya mbak?? terimakasih ,,, 


salam kenal,,
[Reply]
@all:wew…banyak ya yg mengunjugi postingan ini…mungkin gak senggaja kalo search duri nyasar kesini…salam kenal ya mbak2 dan mas2 yg udah mampir…ohya yg akan kesini…selamat datang, semoga betah di duri
[Reply]
Mba ada imformasi lowongan kerja nga..? untuk daerah duri kalau ada bagi2 donk thx
[Reply]
yang bisa share hanya disini yang rame
jadi mau ga mau kami yang di rantau ya post-nya banyak disini
rindu dengan duri, terakhir meninggalkan duri tepatnya hari rabu, 21 Juni 1995
wajarlah kalo rindu berat dengan duri
tq bangat u ria yang sudah memberikan fasilitas utk kami berbagi cerita tentang duri dan sekitar
[Reply]
bentar lagi pulang ke rumbai. mudah2an bisa ngelihat komplek talang lagi
[Reply]
Duri apa kabar???
huuh,lama sudah da denger kabar dari lu…
ha..ha..ha..
pengen pulang,tapi gw masih harus di Kuta sampai 2010..
Dah 5 taon ga balik..
see u
Cheers N dynamite From Kuta
[Reply]
Duri….whats up??
Kalau Superman Is Dead manggung di medan Or skitarnya pasti anak2 SID nggak lupa singgah di Hang Tuah..
Coz kami punya sahabat baik disana (kawista)..
btw ntar album SID bakalan keluar Okt ‘08..
ada rencana maen ke Duri..
tunggu lu..
[Reply]
Benar juga komentar komentar diatas, yaitu kesentjangan sosial ketara banget di Kota duri. Saya berharap kota duri makin jadi kota besar, dengan ini pemerintah juga mulai merhatiin rakyatnya yang katanya tinggal di kota duri yang kaya, tapi kekayaan yang dimiliki duri kurang maksimal dirasakan oleh rakyatnya.
BTW, terakhir saya ke duri bulan juli lalu, jala n hangtuah akses ke Desa Harapan udah lumayan bagus. Tapi saya sedih ga sempat nikmatin miso Anda yang jadi kegemaran saya waktu SMA.
Sukses selalu kota Duri – dan thanks sekali lagi ya Ria, saya tunggu informasi lainnya tentang Duri. Oh ya, kak ria rumahnya di komplek ya?
[Reply]
assalamualaikum mbak ria..
ehmmm klo leh tau mbak ria sendiri
orang apa dunk??
minang kah??
wah liz jd pnasaran ingin k duri
kbetulan jg liz pcaran jarak jauh
ma anak duri..hihihi
jdi artikel yg mbak kasih
stidaknya membuat liz tauu sedikit tentang duri
terima kasih mbak…
[Reply]
lagi di rumbai nih lebaran
tapi ga sempat k duri
[Reply]
hi ria, nice to meet u here.
just want to know what the interest place at duri. just preparaing where should go when i get assignment to duri.
thank u
[Reply]
Assalamu’laikum buk…
Leh link kan ke webnya ibuk,,,
He2,,
Ada apa dengan Duri,,,
Bisa g’ yah Duri jadi Kab…
[Reply]
wah………blok bu ria yang ini bgus banget…….
aq aj yang yang dah lam diduri blm tau pa2 ttg duri///
aq jg saluuuuttt bgt ma bu ria…..
terkadang sih jd ngiri gt klu lht karier bu.
pa sih bu resep sukses…
aq slh satu mahasiswa ibu…
mkn bu ya gak knl bgt ma aq……….tp gmn ya..
mkn aq slh satu kategori mhssw yang suka jahil………
oy bu da lowongang kerja gak????????/
yA DIBAGIAN IT gt……..biar nyambung ma kuliah aq.
ksh kbr bu ya ……
[Reply]
aslm….
bgmn kabar duri hari ini?
semoga tidak sepanas di rumbai ya
[Reply]
[Reply]
Ondeh yo lah taragak jo Duri(Kangeeeeeen..banget)
Biar jelek, biar ancur, biar brantakan,….
tapi tetep tanah kelahiran gue….
So buat anak duri (SMA PJ 1989-1991)bagi yang punya informasi mungkin kapan – kapan bisa ketemu..
Dan makasih buat non Ria,…soal Durinya….
Salam buat Pak Muknizon, Pak Adi dan Ibu..
ngomong2x kampusnya udah jadi belon ya…
[Reply]
kangen ma SATE AJO ANDRI ama KOLDING yg



da disimpang tiga tribrata..
masih da ngk
jalan rangau masih jd ajang trek2 kawula muda
saat malam minggu..
kelapa sawit yg da dijalan aman msh tempat mojok
[Reply]
oh ya semunai sama DURI 13 masih buka ngk…
[Reply]
Hihi.. ada ketemu neh pembahasan tentang Duri, kota yang menurut gua aneh banget, berdiri ditengah hutan belantara, trus tidak ada jejak perdagangan masa lalu. dan boleh tau nga kapan sih kota Duri itu ada ?
gua melihat ada sisi anehnya.. karena duri sudah ada sebelum caltex ada.
[Reply]
Hi dillon, pa kbr? udh sukses skrg ya bro di duri? kpn mau maen ke jkt neh….
Salam kenal jg buat yeyek…. ntar klo ada reuni smansa boleh dong diinfokan ke kita2…………
[Reply]
[Reply]
assalammualaikum wwb. ,
,
.
saya ikutan gabung y
kenalkan nama saya Hadi , mahasiswa Riau di Jakarta,
saya jg seorang duta budaya melayu Riau
saya jg sering mengikuti perkembangan Riau lewat media-media. namun karena trheat Duri jarang, saya jd tertarik dengan blog ini.
ada beberapa hal yg ingin saya komentari dan tambahkan sedikit,
pertama, ada mungkin sedikit kontroversi pada paparan anda diatas, mengenai komposisi penduduk di Duri berdasarkan suku, kec. Mandau ini, yang anda katakan suku sakai adalah suku tergusur jauh di hutan, suku melayu yang merasa memiliki Duri, dan Duri yang dipegang oleh orang2 minang.
menurut hemat saya kalimat2 ini kurang tepat, atau kurang lengkap,
Mengapa?
.
pertama, sebagaimana yg kita ketahui memang suku sakai adalah salah satu suku asli terasing di Riau, dan memang keberadaannya serta hidupnya jauh tertinggal daripada penduduk suku asli melayu Riau. Ini juga tak lepas dari sejarah dari suku sakai tersebut. jika anda pernah membuka situs http://www.melayuonline.com , atau pernah membaca warta caltex dulu, atau juga koran Riau Pos. disitu dijelaskan bahwa suku2 terasing, seperti suku sakai, talang mamak, anak dalam. merupakan ras proto melayu atau lebih dikenal dengan suku melayu tua. knp demikian? karena penduduk ini jauh lebih dulu mendiami suatu daerah ketimbang suku melayu muda. Hidupnya lebih terfokus di bagian hulu atau lebih ke pedalaman, dan pada saat itu kepercayaan yg dianut lebih ke animisme atau dinamisme. jadi, suku sakai tersebut merupakan salah satu suku melayu Riau, atau lebih tepatnya suku melayu tua. Bahkan pada warta Caltex diceritakan, konon suku tersebut bukanlah asli dari Riau,melainkan berasal dari Sumatera Barat. Seiring perkembangan waktu, suku sakai mulai berangsur berubah, taraf hidupnya berangsur naik. itu jg tak lepas drpd peran pemerintah maupun perusahaan seperti Chevron. Sekarang, banyak saudara-saudara kita dari suku sakai yang hidupnya bukan lg ditengah hutan, banyak yg telah sukses, bekerja di perusahaan ataupun di tengah kota, bahkan ada yg menjadi wakil rakyat di DPRD Riau
kedua, tentang paparan anda yg mengatakan “suku melayu yg merasa memiliki Duri,” dan ” mayoritas dipegang oleh orang minang”, (maksudnya dipegang bagaimana? pegang sate mksdnya?
) saya rasa ini kurang tepat pernyataannya,
,
artinya dimanapun tanah berpijak di seluruh Bumi persada Riau sampai titik akhir tanahnya, disitulah tanah air masyarakat melayu riau
. meskipun persentasenya sedikit, dan kebanyakan orang2 pendatang, itu merupakan kewajaran, karena terus terang, peran putra daerah,khususnya di Riau ini barulah sepenuhnya terangkat pasca otonomi daerah. Namun, kita tidak mempersoalkan itu, karena warga melayu Riau adalah penduduk yang terbuka dan dengan senang hati berbagi dengan yang lain
.
. oya, nuansa Islam di Duri bukan hanya dibawa oleh orang2 pendatang saja lho
, asalnya, warga melayu juga berjunjung pada Islam, sesuai dengan ungkapannya “Adat bersendi syarak, syarak bersendikan Kitabullah.”
hemat saya, ini merupakan kewajaran kalau warga melayu secara jelas menganggap Mandau ataupun Duri sebagai tanah aslinya. Secara, bukankah kecamatan Mandau merupakan bahagian dari kabupaten Bengkalis, negeri junjungan, negeri sesepuh melayu Riau
dan saya sangat bersyukur sekali kalau di Duri masih mempertahankan nuansa Islam. Jika perlu kedepannya saya berharap oleh pemerintah di buat semacam Islamic Center, pasti sangat bagus
artinya, nuansa religius tercipta karena keharmonisan dan rasa kebersamaan sesama umat.
nah, yang kedua,
.
, Astaghfirullah. Pantas saja masyarakat sampai saat ini menggaung-gaung otonomi khusus Riau, sampai2 diadakan kongres pemuda Riau di Pekanbaru beberapa bulan yg lalu.
saya juga kurang tahu, malah ada beberapa pihak yg meragukan tentang jika otonomi di berikan di Duri.
jika kita membicarakan tentang sumberdaya alam seperti minyak. seperti yg kita ketahui di Duri minyak dan gas alam di kuasai oleh perusahaan asing, Chevron. artinya meskipun kita sudah berlega hati diberikan otonomi daerah termasuk mengatur sumberdaya alam kita. namun kenyataannya jauh dari yg diharapkan, boleh dikatakan kalau otonomi daerah merupakan otonomi yg semu. Dimana-mana tetap yg komandonya adalah “pusat”
kita masih bisa menjumpai keadaan seperti ini, dimana masih banyak orang2 memperjuangkan pembagian hasil bumi yang tidak adil dengan pusat, bahkan menjadi isu utama dalam forum otonomi khusus Riau.
Ingat, sewaktu Soeharto msh berjaya, sebelumnya telah terjadi suatu kontrak politik 100 tahun antara minyak bumi Riau yg pd saat itu dikuasai oleh PT Caltex dengan pusat. artinya kontrak tersebut barulah berakhir setelah 100 tahun ditandatanganinya pernyataan tersebut semenjak era 70′an dimana hasil minyak bumi tetap diatur oleh pusat
saya jadi teringat, pantas kalau saudara muda kabupaten Bengkalis yaitu kabupaten Siak sangat bersyukur saat mereka terealisasi menjadi sebuah daerah otonom terlepas dari kabupaten induk terlebih lagi sukses memiliki ladang minyak zamrud yg kini menjadi PT Bumi Siak Pusako dan ladang Gas Bumi di daerah Libo dan Talas, tapi di daerah Minas(bahagian dari kabupaten Siak) tetap dikuasai Chevron. artinya, kabupaten Siak lah yang mengelolak minyak buminya.
.
.
. itu diketahui pada saat kunjungn Bapak Wan Abu Bakar(yang saat itu msh menjabat sbg wakil Gubernur) ke Bengkalis.
kita bisa lihat bagaimana perubahan besar-besaran terjadi di Kabupaten Siak yang kita ketahui dulu kondisi alam di Siak jika kita bandingkan dengan Duri,Mandau masih sangat perawan dengan hutan2 yg jauh lbh luas dan lebat, orang2 menyebrang dengan rakit,perahu, kapal,ataupun feri. Nah sekarang, jauh berbeda, boleh dikatakan daerah otonomi paling sukses di Riau adalah Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan.
perubahan signifikan terjadi di Siak, daerah Perawang menjadi semakin maju, adapula pusat perbelanjaannya, orang2 tidak lagi menyebrang dengan kapal, karena sudah ada Jembatan2, yaitu Jembatan Perawang(dalam tahap akhir), jembatan Teluk Masjid, dan yang paling termegah yaitu Jembatan Tengku Agung Sulthanah Latifah di Siak Sri Indrapura, yg konon merupakan jembatan termegah kedua di Sumatera setelah Jembatan Ampera Sungai Musi di Palembang.
Jembatan tersebut berhasil dibangun oleh pemkab Siak asli dari pendapatan daerah asli kabupaten Siak yang dianggarkan dalam beberapa tahun mulai dari tahun 2002 (baca siakkab.go.id) dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 yg lalu. Itu juga melalui perjuangan yang sangat panjang bahkan terdapat pula intervensi dari pusat
perubahan juga terjadi di kota Siak Sri Indrapura, dareah2 baru telah dibuka,infrastruktur, bahkan nuansa melayu Riau sangat kental disini kalau boleh dikatakan lebih kental daripada yg di Pekanbaru. bahkan natinya Siak akan mempunyai monorail di kemudian hari. Bahkan pula seorang Jemputan budayawan dari Malaysia, Ahmad Jais, memuji keberhasilan Siak dalam hal infrastruktur dan budaya, bahkan adapula turis asal negeri jiran trsbt juga mengaku menjadi serasa setanah air jika berada di Siak karena sangat kental dgn rumpun melayunya
tidak dalam hal infrastruktur saja, bahkan dalam segi budaya, Siak mampu menggelar festival2 bahkan setingkat internasional seperti festival Siak bermadah, MTQ , dan festival jazz. di bidang ekonomi, Siak juga telah meresmikan penancapan tiang utama Kawasan Industri dan Pelabuhan Buton sebagai kawasan industri terbesar dan tersibuk nantinya di pantai timur Sumatera. semua itu semata-mata ialah keberhasilan dari sebuah otonomi daerah.
Semoga nantinya juga akan diikuti pula oleh daerah-daerah lain di provinsi Riau yg kita cintai ini, termasuk juga mungkin Duri, kecamatan Mandau ini, mungkin pula tidak perlu harus “mendurhakai” Bengkalis sbg kabupaten induk.
mungkin persoalan utamanya ialah tidak adanya keadilan pemerataan pembangunan, itu memang benar, jangankan di mandau, di daerah pulau Bengkalis sendiri, masih banyak kampung2 ataupun daerah2 yg masih miskin infrastruktur, bahkan tidak punya listrik
oya,, tadi ada yg menanyakan sejarah Mandau, oke saya paparkan sedikit, nama Mandau diambil dari sebuah sungai, yaitu sungai Mandau, seperti daearah kebanyakan di Riau yang mengabadikan nama sungai sebagai nama daerahnya, seperti Siak,Kampar,Indragiri,Kuansing dan Rokan. Mengapa sungai?? karena pada zaman dahulu peradaban kehidupan masyarakat melayu di Riau terutama di bahagian hulu dimulai dari sebuah sungai sebagai bandar perekonomiannya. Lain halnya dengan masyarakat melayu di bahagian hilir, dimana laut sebagai daerah mata pencahariannya.
Nama Mandau sendiri berasal dari sebuah senjata tradisional khas suku melayu, yaitu “mandau”.
di situs melayuonline.com dijelaskan pula keberadaan kerajaan melayu yang terdapat disekitar daerah ini, yaitu kerajaan Kandis.
demikian tambahan sedikit dari saya semoga dapat menjadi referensi tambahan di blog ini, semoga di kemudian hari Mandau semakin maju dan semakin dikenal. Kemajuan hanya dapat tercapai dengan sikap kebersamaan dan rasa persatuan. dan ingat pula, “Dimana bumi dipijak, disitu Langit dijunjung”, mohon maaf apabila ada kata2 yg kurang berkenan
.
Wassalammualaikum wwb.
[Reply]
ohya lupa,, suksess terus bwt kak Ria
[Reply]
hai kak ria….







ne aq rahmat kak……
masih ingat kan……..
aq pernah PKL di tempat kakak lho….
wahhh…bagus juga ne blog nya….
aq tadi terkejut ….rasa2nya aq kenal ma yang buat ne blog….
eh ternyata pembimbing ku waktu PKL……semoga sukses aja ya kak…
oh ya….aq juga rindu mau balek ke duri….
tapi belum bisa…aq sekarang lagi sibuk mau nyiapin judul…karna awal tahun harus dah di ajukan……hehehehe……masalah kue yang aq janjikan ntar ya kak….coz jauh x tempat belinya dari kosan rahmat.ntar abis ujian ne rahmat kirimin deh……janji ……OK…..
Salam ma yang laen ya kak…..
[Reply]
seng paleng soge kecamatan sawahan cak nang suroboyo !!!!
kape soge2an tah??????????????
kene loh onok perusahaan kenalpot terbesar se indonesia !!!
lokasine nang JL.TIDAR………………………..
kapok kekayaan bukan lah segalanya
swt…………….
[Reply]
Hai, Aq Henny dr Medan
wah, gak nyangka ya klo duri tuh sebagus itu.
terus terang, dr dulu tuh aq blom pernah denger yang namanya Duri, selain duri yang ada di mawar itu loh.
aq tau Duri sejak beberapa bulan yang lalu, aq punya teman yang tinggal disana. sampai sekarang kami blom jg bertemu. kami hanya berkomunikasi lewat telephone.
Setelah menelusuri lewat internet, dan mendengar cerita dari M’bak Ria, aq jd pengen banget ngunjungi Kota itu.
Ya mudah-mudahan aq bisa datang kesana. ya sekalian ngunjungi teman aq yang disana.
[Reply]
aku meninggalkan kota Duri tahun 1990..mmmhhhh kota yang penuh kenangan. setelah aku melewati masa kecilku hampir 17 tahun disana hingga saatnya aku harus merantau ke Medan. trims untuk informasinya mbak Ria. buat henny, kamu di medannya dimana ?
[Reply]
ass…..
lam kenal pakbr…….
aq mo nyari kerja diduri koq susah amir yach….
kalo ada info ksh tau dunk..
trimsss
[Reply]
dear all,..
prends,.. aku ada mo rencana berurusan dengan kota duri nih.. nah skrg lagi cari peta kota duri.. kok ga bisa ketemu yah di website..
tolong dunk kasih info dimana saya bisa mendapatkannya.. klo ada yg pny bisa tolong scan ga yah?
tks a lot prends,..
[Reply]
AsS.. Smwa…
Weleh2… ,pRknalKen..,saya orang duri asli,brtmpat tgGL di jL.ASTRIB… N sampe dETik ne,saya msh tTp setia diduri..
SumpaH,DURI tU,kota yg bner2 mMbosankan bgt… Gk da hburan… Ada siH,RAMAYANA Ato mandiri..,TPi,itUpun pngunjungny sdah tdak serame bru dbuka… HuUfh…
Pkoke… Bete..BETE ah.. Gw…
U ya,salam neh,bwt tmN2 3 IpS 4,ALUMni sMANDA/PIJI (2006-2008)… MisS U kalian pRenD…
**********
[Reply]
emran Reply:
April 25th, 2009 at 10:07 pm
Salam Kenal Mas,

Mo Kashi komen boleh ga y?
Ilustrasi, saya udh pernah tinggal di kota besar sekitar 6 tahunan lah…tapi pernah ngerasain bsn+bt bgt spt mas jg, So biarlah kota Duri berkembang sesuai kemampuannya dan mslh bosen atawa ga itu soal hati kita menyikapinya…hehehe…positive thinking is all the way
[Reply]
Wah.. ada RIA NAIK GAJAH..!!! Hahahaha…
Good report Ria. Setidaknya ini adalah laporan seorang yg kebetulan tinggal disana dan memberikan ekspresi spontannya tentang suasana yang diperolehnya di kota kecil ini. Yg pasti ini adalah tulisan bebas dan santai, bukan karya ilmiah atau narasi politik, sehingga bisa bebas mengekpresikan kesan dan pesan yang memang hidup disana.
[Reply]
Hai..teman2 salam kenal semua, saya anak Duri juga loh, dan lama tinggal di simpang tiga babussallam, saya dari SMA Dharma Bhakti angk.95, tapi kok teman2 dari SMA DB jarang2 mengudara yah, trus pada hilang ditelan bumi.
Pengen juga nih ketemuan ama teman2, SMA DB
[Reply]
Oh Iya btw, Mba Ria ini tinggal dimana yah, dan saat ini lagi gawe dimana? Salam kenal mba
[Reply]
Dear Mba Ria,
buat yang job seeker fyi lagi marak-maraknya neh skrg Bisnis Jaringan,Silahken diikuti,Tetapi harus teliti memilih profil Company-nya juga hrs jeli melihat busines progres-nya, that’s all. Trim’s Mba Ria…..
Salam kenal, trus terang saya dpt blog ne dari quick search engine google…hehehe….my first expresion is very good, buat temen-temen yang menginginkan kemajuan kota Duri ke depan diharapkan tetep semangat terus euy,for your idea i appreciate it…bersama kita bisa…
[Reply]
Alhamdulillah… akhirnya ktemu juga nih info ttg Duri, kota kelahiran dan t4 aku besar.
aku alumni SMA Piji angkatan 1993. Kangeeeeeeeeennnn… bgt mo ke Duri, tp apa daya ortuku ga diDuri lagi. udah ampir 13 taon ga ke duri.
kayak apa ya skrg..
Hi…..temen2 angkatan 1993 hubungi aku ya..
Reunian kapan ya…?
Buat Mb Ria thanks infonya.
[Reply]
Halo Imelda bagaimanapun saya udah 16 tahun ninggalin Duri .kotamu kotaku kaota kita juga ceiile mottonya : Imelda saya mo kenalan ama kamu :
Neh Biodata ku
Nama : Ferry Irwanto
T4 tgl Lahir : Duri 7 – 2 1977
Alamat : Jalan Pemuda Laut No.10 Pangkalan Sesai Dumai Barat Kodya Dumai
No. HP : 085271088977
Home Telp : (0765) 34974
Status : Masih Jomblo (pengin Married )
He…He…He… Cukup sekian yaa …salam manis tuk mu
[Reply]
boleh gabung tuh kyak nya….
d Face Book Q …
boydoni1@gmail.com
[Reply]
Opo kabare sedulur duri kabeh.???????
[Reply]
Bagi siapa saja kalau lewat atau ada keperluan ke Duri silahkan mampir.
[Reply]
Terima kasih atas tulisannya…..saya lahir di Duri..sekolah dari SD sampe SMA sekolah di kompleks yg sama (Sebanga 2,d deket ama Masjid Raya)…..tulisan ini membuat saya kangen pulang ke Duri….sekali lagi terima kasih
[Reply]
tanks akhirnya ketemu duri salam hangat lama kucari akhirnya ada juga salam dari yogya
d FB :ilmerizalpiliang@yahoo.co.id
[Reply]
Hallo ria,
Apa yang dilahat, diraba dan diterawang dari kacamata ria yang dituangkan dalam tulisan tentang duri menarik untuk dibaca, Duri memang daerah baru dan sangat dinamis dari waktu kewaktu, kalau dilihat data terkini dari populasi masyarakatnya yang sudah sampai jutaan memang sudah layak jadi propinsi bukan lagi kabupaten kota apalagi kecamatan hmm iyaaa kan.
Nah.. ria bisa bayangkan generasi saya kelahiran duri antara tahun 1958 s/d 1962 kalau melanjutkan sekolah menengah atas (SMA) 90% diluar kota duri (pakanbaru atau bukittingi) saat itu hanya ada dua kampung besar dan dua komplek besar yaitu simpang padang dan seberang pipa serta komplek sebanga dan bekasap. Boleh dikata anak-anak antar kampung dan komplek tersebut saling mengenal, maklum populasinya masih sedikit, banyak memori masa kecil saya disana interaksi dengan suku sakai yang terkenal dengan ladang berpindahnya, main dihutan, mandi disungai atau disembat(waduk) nah apalagi kalau lagi musim buah cempedak hutan waaaaaoow enaaaak sekali…. tinggal kita petik di pinggir hutan dan begitu gampangnya kita cari dan petik duren hutan yang durinya panjang berwarna hijau tapi rasanya kecuuut hihi. Dulu ada cerita seram juga lho.. neng ria kejadian yang betul-betul saya alami dan lihat sendiri yaitu gajah ngamuk vs mak sati sijagal kerbau atau kejadian mak tempe dan keluarga dibunuh tiga hari kemuadian ditemukan berkat puluhan kerbau liar peliharaan mengelilingi mayatnya.
Oke ria saya juga hanya berbagi cerita sesui dengan fungsi blog yang ria buat dan ria memanfaat kan fsilitas ini sehingga saya mendapat informasi alternatif, hmmm… salam juga buat wan hadi yang buat comment pada blog ini. wassalam dari bang hari di sleman.
[Reply]
Neng ria .. ada apa dengan hosting_nya dan mana template yang kemaren???.
[Reply]
aku juga ank duri kak, lahirnya di sumbar tapi dari kecil tinggal di kota panas ni.. sd aku sd 005 talang mandi, smap 2 duri, rencana masuk sma 1 duri, tapi gak jadi karena aku akhirnya milih sekolah di kota kelahiranku. banyak kejadian2 aneh, lucu, mengerikan, menyenangkan, n membahagiakan di kota ni… walau bukan anak asli duri, aku tetap merindukan kota ni… hiks hiks kangen teman-teman lama
[Reply]
Duri daerah yang dikatankan daerah pendatang dimana penduduk asli orang SAKAI udah tidak ada lagi/segelintir saja, mungkin di daerah perbatasan.
duri identik dengan komlek caltex atau chevron atau ladang minyak bumi yang sangat kaya dimana terkenal dengan sumur minyak dangkal…
saya termasuk orang pendatang yang di boyong sama orang tua dari ranah minang bukittinggi…
duri termasuk daerah padat maaf dimana tatakota yang semeraut dan infarastruktur yang sangat kurang,mungkin itu evaluasi bagi warga duri???????
tetapi duri itu ladang kehidupan di keluarga saya semoga duri jaya..
[Reply]
waduh duri,
[Reply]
Aswrwb lam knal mb ria sangat senang baca crita n comen2 nya,…oh duri ku lahir n besar disana ya 15 th ni ku sudah mninggal kan nya makasi ya mb ria ku terhibur jg dgn liat foto2 yg mb tampil kan,………..tidak selamanya tinggal di komplek menyenangkan ,walau tinggal di jl gayabaru simpang Alhamdulillah berinteraksi dg lingkungannya asik,dulu da tempay pembuatan batu bata tuk tempat main tanah liat n petak umpet,mau ke sekolah jl kaki dr rumah menuju sd 02 pokok jengkol melewati kebon2 n tempat orang2 mencuci n mandi hi….hi..lucu n seru. Bila musim ujan tiba jl gayabaru bak kubangan yg di pendakiannya asik liat mobil2 pada ngdance krna gk bisa naik..he..he…walau tidak ada mall tempat wisata kusus tapi kota yg seru. Jl jendral sudirma nya kan jl utama dulu yg dr pokok jengkol bablas pasar lwat jl jawa jl obor jl gaya baru lalu pasar dll, lam knal semua…makasi mb ria kangen ku terobati.
[Reply]
..
Owh.. Duri tuh tetanggaan sama dumai rupanya..
..
[Reply]
kirain cmn di lampung aja tempat bwt ngelatih gajah di sumatra ternyata ada jg ya di riau…………….
ko bs g ketauan ya………
[Reply]
hello, boleh gabung ngak nih….
[Reply]
lam kenal ya..
aku lahir di duri 38 tahun yang lalu
kmu cukup mengenal duri
duri tidak sperti dulu lagi
habis semua hutannya, n aku sedih dimana aku dulu bisa mancing ama papaku, gak perlu jauh-jauh
[Reply]
kok jadinya kayak di Laskar Pelangi, ya? kesenjangan sosial antara penduduk asli belitong den pekerja pn timah…
[Reply]
Postingan Wan Hadi November 14th, 2008 at 1:11 pm cukup informatif & postingan Nug | April 13th, 2009 at 7:25 am
cukup menggelitik “Yg pasti ini adalah tulisan bebas dan santai, bukan karya ilmiah atau narasi politik, sehingga bisa bebas mengekpresikan kesan dan pesan yang memang hidup disana.”
Ihlaskanlah kota Duri berkembang secara alamiah tanpa perlu menggiring opini publik.
Semoga kota Duri menjadi salah satu destinasi pariwisata yang diperhitungkan di Indonesia.
[Reply]
Ingin rasanya sesegera mungkin berada di Duri… Duri I love you full… banyak kenangan yang terindah semasa kecilku… Duri… aku akan datang untuk perubahan…
Terima kasih buat mbak Ria.. artikelnya rancak bana….
[Reply]
Buk…masih ingat saya gak?? mungkin gak ingat karena mahasiswa ibu lebih 5000 orang,
( kelewatan ya )
saya alumni ‘09 wah…ternyata ibuk udah tau banyak tentang duri ya…saya sangat suka sekali membaca blog ibuk….emang gak salah jadi dosen senior… saya jadi pengen buat blog tentang kebudayaan orang sakai ( itu pun kalo bisa buat ) hehehe….Sehat kan buk???
[Reply]