Batavia Air : Beli tiket Online Internet tapi gak Online!

http://www.batavia-air.co.id

Sudah ada yang pernah menggunakan Fasilitas booking untuk Batavia Air online??Sewaktu berangkat ke Jakarta 14 Februari bulan lalu diriku menggunakan Fasilitas ini.. Dan karena merasa fasilitas online booking ini memudahkan consumen, makanya 3 hari yang lalu ketika adikku berkata ingin berangkat ke Makassar maka diriku langsung membelikannya tiket Batavia Air ini karena secara dia memang tidak punya kartu kredit.

Sewaktu berangkat tgl 14 Februari bulan lalu, tiket yang gw beli itu adalah Pekanbaru – Jakarta, jadi gw berangkatnya dari Bandara Pekanbaru dan jujur tidak di mintai untuk memperlihatkan kartu kredit yang asli. Tetapi kenapa tiba2 hari ini sewaktu si adik yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hattatidak di perbolehkan ikut penerbangan tersebut karena tidak dapat memperlihatkan kartu kredit asli yang notabene adalah kartu kredit gw!! Memang sih ini bagus agar tidak ada penyelewengan dan penyalahgunaan kartu kredit tetapi bukannya ini menyusahkan consumen namanya? kenapa sistemnya tidak seperti Air Asia saja yang cukup memperlihatkan kartu identitas diri(KTP/SIM/Passport).

Kalau Pihak Batavia Air memang tidak percaya bahwa gw memang yang melakukan booking online, mereka kan bisa konfirmasi bahwa benarkah gw yang melakukan pembelian online itu dan memang gw skr ada di Riau adek gw di Jakarta bagaimana bisa memperlihatkan kartu kredit aslinya???…dan sangat miris sekali ketika adik gw complain ke loket mereka dengan kasarnya mereka melemparkat tiket ke arah adej gw dan bilang “Udah Tau salah masih ngotot!” Padahal nih kita hanya mau konfirmasi kalau memang tidak bisa berangkat tolong apakah ada solusi lain dengan penambahan pembayaran tiket…ini malah disuruh membeli tiket baru…Bikin Esmosi saja!! seharusnya mereka sebagai jasa public harus tetap bisa tersenyum dan tidak ikutan marah2 seperti itu…sungguh mengecewakan sekali!!! Padahal gw mempersiapkan dan scan kartu kreditnya dan mengirimkan hasil scan kartu kredit tersebut ke email adek gw untuk jaga2…tapi tetep aja GAK DIBOLEHIN IKUT PENERBANGAN ITU!!! dan tiket yang seharga 477 rb itu hangus….!

Seharusnya juga pihak Batavia Air melihat bahwa ini Indonesia, setiap orang gak selalu punya kartu kredit. Bisa saja Teman, tetangga atau orang2 di sekitar meminjam kartu kredit seseorang untuk melakukan booking online…masak sih kartu kredit yang asli harus di bawa dan di perlihatkan saat Check in? dan kalau orang yang punya kartu kredit jauh bagaimana? masak dia harus berenti untuk beraktifitas dan ikutan ke bandara guna masalah kartu kredit itu…sungguh2 gak online banget! mendingan gak usah online booking kalau systemnya masih seperti itu…ANEH bin AJAIB…ckckckckckc…

Kalau systemnya begini buat apa mereka menambahkan fasilitas pembayaran menggunakan Kartu Kredit jika mereka tidak berani menanggung resikonya???? sekalian aja sistemnya transfer…Mau system booking online tapi malah cara pembayarannya tidak online :P

Jadi teman2 yang mau melakukan booking online dengan kartu kredit dan menggunakan Batavia Air hati2 saja dan di pastikan bahwa anda bisa memperlihatkan Kartu Kredit Asli saat Check in :D

41 Responses - Add Yours+

  1. Cecep says:

    Pelayanan seperti ini namanya melecehkan konsumen. Dan seperti biasa konsumen di Indonesia tidak berdaya soal urusan seperti ini.

    Kalau sudah sampai ke surat pembaca, biasanya muncul kata-kata sakti dari PR mereka. Tapi intinya tetep satu, konsumen haknya mudah sekali dihilangkan.

    Boikot saja tuh Batavia Air :D
    *ikutan kesel*

    Sabar ya. Ntar, pinjem klikbca ku saja hehe.

    Memang konsumen di indonesia masih harus ngurut dada untuk hak2 mereka, bahkan kalau udah ribut2pun pasti akan di perlakukan semena2…bagimane ini…

    Klik BCAnya bisa di pinjem untuk beli apa aja?? huhehehehehe :D

  2. sunardi says:

    Hah… aneh banget. Mending gak usah Online aja kalau gitu.

    Jadi online hanya untuk syarat menaikkan prestise. Bukan benar-benar siap untuk online. Gimana kalau bayar pakai Paypal? Kalau gak bisa pakai Paypal gak usah online aja kali ya. Siapkan aja uang segepok kemana-mana… :(

    Mudah-mudahan jadi pelajaran bagi yang lain.

    Makanya Mas…males banget orang yg menggembar gemborkan online tapi tidak tau sebenrnya online itu apa :(

  3. ilamona says:

    ikut miris mendengarnya. hiks.

    hei…apa kabar mas :)

  4. thevemo says:

    Batavia itu emang maskapi paling gila…dulu waktu musim kabut, adik gua naik dari Jogja tujuan Jambi, eh di Jakarta di telantarin gara gara kabut….Uang di kembalikan di potong lagi…

    Untung yang jadi adiknya mbak bukan aku..gimana nasib tu pegaai batavia yang melempar tiket…kalo itu aku…

    apalagi kalo bayar pakai pay pal ya…di suruh buka tu email pay pal kita atau akun pay pal kita

    hehehe…namanya indonesia mas, sekarang sih masih mendingan lebih baik lah…tetapi kita bener2 jauh tertinggal dari negara lain

  5. wah masih ribet ternyata….
    thanks infonya yach

    iya…makanya lebih baik berhati2 :D

  6. Dito says:

    kalau pengalaman di UK, kartu debit pun bisa dipakai untuk membeli tiket atau pun shopping online. dan pada saat check in, tidak ada pemeriksaan kartu debit tersebut. yang diminta hanya passport dan print out booking saja…

    nah enak bgt kan to…coba indonesia bisa begitu? mungkin ini dikarenakan perusahaan2 yang menerapkan payment online masih blom berani mengambil resiko2 tersebut.

  7. edratna says:

    Saya termasuk orang konservatif, kalau tak pegang bukti (supaya bisa dijadikan barang bukti untuk gugatan), saya tak percaya yang namanya on line. Sering berdebat dengan anakku, yang percaya bahwa teknologi untuk memudahkan. Kenyataannya banyak hal yang tak bisa dijelaskan…jadi yang namanya tiket pesawat, bayar air, telepon,listrik dll, tetap aja saya melalui Bank walau membayar fee…tapi bukti tertulis ada dan tak gampang hilang seperti jika melalui ATM. Bukti tadi juga diadm lengkap setiap bulannya. Bahkan ambil uang aja, kalau melalui ATM, mesti ATM yang ada persis di depan kantor cabang Bank nya, supaya mudah protes jika terjadi sesuatu. Jika ke mal, ga bawa uang cukup, ya mendingan ga beli apa-apa, kecuali bisa pake Kartu kredit.

    Soalnya ribut2 itu melelahkan, menghabiskan waktu, uang, tenaga dan pikiran.

    Dan jujur aja, saat untuk mengajar di Bengkulu mundur terus, saya senang, karena ke Bengkulu tak dilalui jalur Garuda, adanya Sriwijaya Air dan Lion Air. Entah kenapa, selama ini saya tetap percaya Garuda, walau mahal. Namun kalau ke LN, naik Garuda ini melelahkan, karena mesti confirm lagi dinegara sana, padahalkita awam transportasi dll dinegara tujuan…jadi kalau dibebaskan saya memilih penerbangan lain walau menambah biaya sendiri…yang tak harus pake confirm segala.

    hehehehe…bunda…sebenernya aku juga lebih suka naik garuda, tetepi yang lain jauh lebih murah bun…gmn dunk :D dan sebenrnya konservatif versi bunda sih oke banget, mungkin karena bunda terbiasa dengan pekerjaan yg berurusan dengan dokumen.
    dan memang ribut2 itu melelahkan sekali, aku sampe BT di buatnya :(

  8. selamat malam ria………
    blue datang memberi respon hangat sapanya
    salam hangat selalu

    Hi Blue…Thanks udah mampir lagi ;)

  9. Lala says:

    Untung gue ga demen naik pesawat….hihihi….

    *beneran deh, gue ikutan esmosi baca postingan elo! sumpah!*

    belajar buk naik pesawat…katanya kita mo ke sing bareng, kalo gak naik pesawat lu mo naik apa jeung?

  10. mudah mudahan ntuh pemilik pesawat baca postinganmu ya,jeung
    biar segalanya menjadi lebih nyaman heheh.
    semangat
    salam hangat selalu

    Iya Blue…Thanks ya :)
    semangat juga!

  11. Pertanyaan says:

    Salam kenal … tanya2 donk di sini … Makasih banget kalo di blogroll

    Thanks For coming :)

  12. abindut says:

    Loh memang saat loe booking itu enggak ada peringatan gitu…
    Kalau Lion air sih memang tertulis dengan besar sekali, kalau pemegang kartu kredit tidak naik pesawat itu enggak bisa…
    Kasihan loe Ria…
    Sebenarnya ini sih baru salah satu kecil, gw pernah harus nunggu delay sampai 3 or 4 jam.. BT banget kan
    BTW kok bisa dapet murah ya 447.000 sepertinya perlu dilirik tuh…

    ya harusnya memang kalau memang mereka takut, mereka harusnya mesyaratkan pemegang kartu kredit harus ikutan terbang…ini gak bi :P tapi harus di sertakan kartu kredit asli…aneh kan?

  13. alris says:

    Booking online, bayar online itulah cara canggih hibryd ala Indonesia, hahaha….Untung gw udah landed. *siapa yang mau mbayar, phk-wan*

    hehehehehe…iya ya indonesia kasian bgt deh!

  14. p u a k says:

    Gue sih udah pernah 2 kali booking online batavia air buat adek gue dan bokap yang mau balik ke Padang. Karena baru itu, gue sempat membaca disclaimernya yang di warnai merah itu. Jadi pas mereka berangkat, kalau nggak gue yang ikut ke bandara to show my CC, yaa.. CC nya yang dibawa ke Padang..

    Tapi kalau gue baca cerita lu soal Batavia, lebih co-op Air Asia lho. Pernah gue mendadak pesan ticket untuk keberangkatan dihari yang sama. Gue minjem CC Niaga temen gue. Ternyata waktu dibandara, mereka minta CC aslinya. Yaa..nggak ada dong. Petugasnya tanya, pembelian online bisa dicancel, tapi bayar cash. Ya sud, gue setuju bayar cash yang 2 jeti itu (3 orang, PP – murah ya?..ehhehe) tapi ternyata system kompi mereka bermasalah untuk kasus gue. Akhirnya gue tetep bisa terbang kok dengan pemesanan online pake CC temen gue.

    Cuih..seumur2 baru kali ini gue nulis comment panjang banget Ya! Mending bikin posting sekalian ya.. :lol:

    pernah ngalamin kejadian yang sama toh :D
    gak asyik bgt ya, masak mesti harus ngasih liat CC yang asli, gak banget…aneh bin ajaib namanya :D
    ehh sis…kapna kita ketemuan lagi?

  15. tukyman says:

    lama tak jumpa apa kabar yng disana, gua datang lagi coy :)
    hei…..

    Thanks for coming ya :)

  16. Yoga says:

    Hai Ri, dulu-dulunya nggak pernah ada cerita begini, barangkali ini antisipasi karena kejadian buruk (carding) yang kerap dilakukan orang Indonesia, seperti kejadian Amerika menolak pembayaran online dengan CC yang dilakukan dari Indonesia. Kerugiannya besar, dan kasihan orang yang dicatut CC-nya. Namun, aku tetap merasa prihatin dengan kejadian yang kamu alami.

    ya…kalau masalah karding mbak, di kantorku yang lama beberapa kali ada yg melakukannya dan booking hotel dan reservasi mereka sehari sebelumnya tiba2 berganti nama, usut punya usut yg melakukannya adalah mahasiswa biar bisa liburan gratis di Bali, ya akhirnya kita bawa sekompie ABRI untuk nangkep tuh orang :D

  17. Toto says:

    Wah..ga sopan banget tuh ya petugasnya…

    iya…gak punya sense of server :(

  18. syaiful says:

    salam kenal. ini kunjungan perdana saya. kunjungi balik ya

    Salam Kenal juga Mas…insyaallah akan dateng ke rumahmu..disiapin suguhannya ya :)

  19. Nug says:

    Info yang bagus. Tapi.. Perlu disampaikan secara tertulis ke Management Batavia Air atau ditulis besar2 dikoran kalo gak digubris.. Gak bener tuh..!!

    iya mas…sedih bgt sih serasa haknya di telan mentah2 sama mereka dansudahlah gak usah marah2 males ngurusin kepala yg panas…mendingan senyum aja…iya gak :P

  20. madhysta says:

    huehehehehe….. kalau gitu berarti belinya doang yang online… untuk urusan lain-lain, marah2 misalnya, ga bisa dibikin online. oh indonesia… indonesia….

    makana gak usah marah2 kekesalannya cukup disaat sedang nulis postingan ini…hehehehe

  21. fuad says:

    hehe, pasti kamu kerja di Batavia Air yahh

    ya enggak lah…kalo kerja d batavia air gak akan posting beginian :D

  22. Indahjuli says:

    Bikin surat pembaca Ri, biar tahu rasa mereka.

    maunya begitu mbak…tapi sudahlah…marahnya cukup sampe titik setelah selesai posting :)

  23. Yulis says:

    Kok begitu amat sih mbak Ria, kenapa mereka lempar tiketnya??… ga sopan banget. Ikutan emosi saya bacanya. Kemarin suamiku beliin teket buat mamanya di German dan mereka hanya butuh passport atau ID berfoto. Tiketnya elektronik dan begitu passportnya di scan langsung bisa check in. Emang susah beli tiket di Indo, aku coba beli ON tapi ga bisa bayar di website, musti bayar pake tlp mana ga bisa pake CC dari US lagi.

    Mbak kalau aku ga mau nyerah itu tiket yang hangus, musti diperjuankan tuh mbak. sayang uang segitu, semoga berhasil deh. Tanks

    Susah memang mbak yulis, karena banyak yang menyala gunakan CC jadilah semua orang kena dampaknya. semoga para carding itu insyaf :(

  24. okta says:

    cuma bisa geleng2 kepala, parah..

    parah ya…indonesia nih gmn mo berkembang kalo begini :(

  25. siwi says:

    Wah.. Aku sekarang sering pake Batavia Air. Dulu biasa pake Mandala tapi karena delay mulu, jadi pindah ke Batavia deh, dan menurut pengalaman Batavia selama ini selalu on schedule.

    Kalo Batavia emang selalu diminta nunjukin kartu kredit sih, tapi karena aku punya KK sendiri jadi selama ini ga ada masalah.
    Padahal di form pemesanannya kan udah dimintai data contact person si empunya KK-nya, jadi harusnya meskipun dia ga punya KK dan pinjem KK orang lain ya nggak jadi masalah dong, selama orang yang KK-nya tercantum disitu bisa dimintai konfirmasi.
    Tapi memang kok, kualitas pelayanan semua maskapai di Indonesia ini perlu diperbaiki, karena tanpa customer sebenarnya mereka bukan siapa2.
    Semoga pihak manajemen Batavia membaca postingan ini :D

    Padahal yang jeung mereka itu sudah menelp diriku untuk bertanya, dan gw memang bilang benar gw melakukan pembayaran dengan CC…ehhh yang nelp malah ngotot nyuruh tetep ngasih liat CC asli…males banget!!

  26. shalimow says:

    aloooow salam kenal Ria
    wah asyik sekale bisa exist di chevron.
    aku punya temen juga namanya MA Firdaus. enginer
    wah tulisanya dahsyat n yahuuuuuuud

    thanks ya

    Salam kenal juga Shalimow, terima kasih sudah berkunjung.
    sering2 mampir ya :)

  27. syaiful says:

    terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. di duri dimana. saya di Pekanbaru Jl. Yossudarso No. 660. anda bisa melihat di about me

    Saya di duri kerjanya di CPI camp pak :) kapan2 kalau keduri kontak2 ya :)

  28. Ernalilis says:

    Ya salah satu cerita lagi. Si Batavia tu maunya sih mengikuti perkembangan jaman, biar modern, biar bisa memberi kemudahan.. tp g didukung sumberdaya yang memadai.. Jadinya tdk memberi kemudahan tp tambah mmberi kesulitan…
    Sabar, sabar…. Org sabar disayang Tuhan…

    iya nih mbak…biasa mereka ikutan tren aja
    tapi malah bikin konsumen kecewa…payah bgt

  29. Yuyun says:

    wekss kok bisa ya. gw sendiri blm pernah beli tiket pesawat onlen pake kartu kredit gitu Ri, bukannya apa2, ya kaya gitu deh sistem maskapai lokal ini sebenarnya belum siap, yang inilah yang itulah. mending gw cari gampang nelpon orang travel transfer dana trus minta dianterin ke bandara tiketnya *pemalas*.

    duh.. kasian banget adek lo Ri, Batavia memang ga sopan masa pembayaran sah bisa ‘dianguskan’ begitu aja. ga profesional. sistem ga siap! *kesel gw* bagus juga ini diposting di mediakonsumen.com Ri, biar pihak batavia pada baca dan nanggepin. grrrrrrrrrr…

    hahahaha lu kok jadi ikutan esmosi yun…sabar jeung…sabar :P
    nanti lah kalau emang suatu saat gw mengalami kejadian yang sama…beuhhh lat aja…hehehehehe…kalau perlu di koran kompas dengan tulisan gede2 :D

  30. luvnufz says:

    aje gileeee….
    lama-lama makin nyebelin yah pihak penerbangan ini!!!

    ck..ck..ck..

    iya…emang nyebelin bgt :(

  31. Tata says:

    kok gtu sieh batavia..
    ye malu2i maskapai ja kli//
    gk semua warga indonesia dunk memiliki kartu kredit..
    harus nya kn di counter batavia itu harus memberikan pelayanan yg baik..\
    ko malah pax nya di lecehakan,,, kn bsa menyuruh pax nya bli tiket baru,,
    gk harus di gtui dunk..
    ye batavia ,,mending gk usah online sendiri lah,,klo seperti ini

    **********

    @Tata :
    iya memang begitu, ya moga2 mereka bisa sadar dengan sistem mereka yg aneh itu, bukannya mempermudah malah bikin susah orang :D

  32. Antibatavia says:

    yep.. boikot, boikot Batavia.

    Masih banyak yang lebih bagus dari batavia.

    Batavia itu juga kalau lagi delay parah kok. Gw dah pernah ngalamin sekalinya delay sama aja dengan ikut penerbangan jadwal selanjutnya. Misal penerbangan pertama jam 10, penerbangan kedua jam 11.30. Maka sekalinya lu delay bisa jadi molornya sampai jam 11.30. Ga ada permintaan maaf sama sekali.

    Tolol.. emang kalau credit card dipalsuin Batavia yang nanggung kerugiannya? Ya kagalah… yang nanggung rugi kan yang keluarin credit card. Bohong aja mereka melakukan itu karena takut dirugikan. Yang bener karena mereka terlalu kaku bikin peraturan. Emang dari sananya ga punya niat baik menghargai konsumen.

    Pesawatnya parah tuh Batavia. Tempat sampah permen di sisi tangan kanan aja rusak cuma diselotipin. Ga mau rugi buat ngganti. Padahal berapalah harganya. Kalau mau belok langsung badan pesawatnya bunyi berderak-derak kaya mau patah.

    Sampai sekarang udah ga pernah naik Batavia. Mandala biarpun delay tetap dikasih tau sehari sebelumnya jadi ga perlu cape-cape nunggu di lobby soekarno hatta yang sumpek itu.

    Bahkan kalau ada kursi kosong lu bisa pindah hari sebagai kompensasi ketelatan Mandala. Itulah yang namanya pelayanan konsumen.. Mempermudah! bukan mempersulit!

  33. Felicity says:

    Hmmm…gw sampe emosi ngebayangin si staff kurang ajar itu ngelempar tiket gitu aja. Ckckck… Selama ini gw selalu pake cc hubby buat pembayaran online (secara gw sebenernya anti banget punya cc). Memang sering ada kolom yang menanyakan apakah si pemegang cc ikut travel atau nggak buat online booking. Apapun alasannya, si staff Batavia AIr nggak sepantasnya memperlakukan calon penumpang seperti itu. Catet aja nama si staff kurang ajar n lapor ke manajernya say. Kalo gw bandingin memang pelayanan publik di negara kita masih kalah jauh. Sejauh ini staff airlines sejumlah maskapai berbeda yang gw temui ramah 2x dan sopan loh.

    BTW, pembayaran cc dari Indonesia memang sering nggak dipercaya karena banyak yang error. Dulu hubby pernah pake cc di Indonesia dan beberapa bulan kemudian cc-nya dengan sukses digandakan (dipalsukan) dan dipake oleh seseorang di Amrik… Jaringan pemalsu cc kita sudah sampe manca negara loh. Buat pembayaran online, pembayaran cc Indonesia sering diblack-list sama dengan negara2x lain seperti Nigeria yang jadi sarang scammers.

  34. cepy says:

    wah, miris juga mendengarnya… trimakasih untuk publikasinya. Ini ptg bgt untuk diketahui, asal mrk tau aja, tanpa konsumen mereka juga ga bakal jalan…
    Katanya pelayanan, tapi kog cuek gitu… haha dasar malah balik marah…
    Aneh, pelayan masyarakat kog kayak ga punya etkt siy….

    GA pa pa, jgn khawatir… ntar juga kthuan blng nya … sabar yach!!!

  35. harmoni says:

    Better lihat terms & condition dulu…
    Kalo pengalaman Lion air, Mandala, utk pembayaran via credit card, salah satu penumpangnya harus pegang credit card (kayanya dijelaskan deh di websitenya… apa dulu belum dipampang ya?).. jadinya kalo mo beli utk tiket yang ky bgitu, yaa bayarnya lewat ATM deh…

  36. ahmad says:

    emang kurang ajar tuh batavia air, gak pernah dididik mengenai tata krama mungkin ya, sampai-sampai menghina orang segitunya untung bukan aku coba kalo aku sih mungkin petugasnya udah babak belur…..

  37. ophan says:

    Laporin aja ke Komisi perlindungan konsumen

  38. makanya kalo sebelum dibooking itu ketentuannya dibaca dulu, masing2 maskapai itu beda2 ketentuannya. ya beginilah jadinya kalo menggampangkan dan nggak mau membaca ketentuan yang berlaku.. untuk saat ini hampir setiap airlines mewajibkan para penumpang menunjukkan kartu kredit jika pembayaran yang dilakukan menggunakan kartu kredit.. harusnya kita yang lebih cermat sebelum memutuskan untuk melakukan booking..

    tapi jika sampai melemparkan tiket, itu sungguh perbuatan yang sangat keterlaluan..
    dalam hal ini saya rasa kedua belah pihak sama2 salah.. :P

    peace!!

  39. Aman says:

    Tidak bisa saya bayangkan jika hal itu terjadi pada saya, ya. Entahlah! Di Indonesia ini saya lihat kadang-kadang jasa layanan begitu bersikap ‘mentang-mentang’. Apalagi kalau udah dimonopoli, bisa jadi tidak cukup dilempar, disobek kali tuh.

    Yah untuk hal begini sih kayaknya kita udah tau semua lah. Mental dasarnya sudah mental EGP. Lapisan mental di atas itu hanya karena desakan sosial atau kebutuhan hidup. Kalau ada pemicu, mental dasarnya dengan mudah kelihatan.

    Saya nemu tulisan ini pas lagi mau pesan tiket daring. Sudah berapa kali saya pesan tiket secara daring, tetapi tidak ada yang jadi karena selalu ragu dan ragu.. Buktinya, ada tulisan ini.

    Mikir lagi! Entah kalau Lion Air. Memang disebutkan bahwa pemilik Kartu Kredit harus termasuk yang menjadi penumpang. Agak aneh ya, apa alasan rasionalnya. Barangkali agar tidak dimainkan oleh calo dan pembeli benar-benar pemilik kartu kredit. Untuk yang pertama, cukup aja beri catatan plus Terms detailnya. Untuk kedua, bisa fleksibel dengan konfirmasi: via phone, misalnya.

    Emang harus sabar!

  40. momogi says:

    hi,
    saia sering blanja online nih… menanggapi kasus anda:

    err,.. kayanya ada ketentuan yg bertulis
    (*) “quote: penumpang harus menunjukkan kartu kredit yang digunakan di dalam transaksi pembayaran.” klo mo bayar pakai kartu kredit dehh….

    tapi klo lewat klikbca sih ditulis harus memperlihatkan ktp/sim berdasarkan yg ditulis pada waktu pemesanan,
    jadi sebelum bertransaksi dibaca baik2 dulu ketentuan nya dan resiko nya:D

    peace

  41. yusuf says:

    awal bulan juni kmrn gw melakukan perjalanan dari jogja ke jkt pake lion air.
    gw beli tiket secara online pake CC kakak gw, dan dia lagi ga dijogja.
    pas check in, petugasnya cewek minta CC yg di pake ditunjukin, ya gw kaget, krn ga ada di gw.
    gw bilang aja belinya pake CC kakak gw, dan akhirnya pegawainya minta nama empunya CC, nomor CC, sama nomor pengaman CC.
    dan akhirnya bisa juga..

    trus barusan gw cek lagi situs lion air, dan ternyata emang tertulis disitu empunya CC harus ikut.
    tapi kok pegawai yg dijogja memperbolehkan ya?
    baik bnr tuh, tapi untung ga ditipu hasil carding..

    prosedur check in nya kayak biasa, lancar, ga ada ngotot2an, bahkan gw boleh milih kursi [seperti yg selalu gw lakukan di setiap penerbangan]..

Leave a Reply