Cari sesuatu?
October 2009
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Categories
Archives
Mari Ber-facebook
Flag Counter
free counters
Rank

SUMBAR (G30S) : Laporan Pandangan Mata

Sewaktu gempa terjadi 30 September yang lalu, aku sedang di perjalanan pulang waktu itu masih di dalam lampu merah Camp Chevron. Tiba-tiba temen *Mr. Bayu* bareng pulangnya berkata “Ri, coba deh liat lampu merah itu goyang-goyang” lalu sambil lalu aku menjawab “Ah…paling ada yg nabrak atau yg numpuk tuh lampu merah” lalu setelah menjawab daku langsung berfikir…mana bisa lampu merah itu di timpuk terus goyang2 dan kalaupun ada yg nabrak pastinya udah ramai..hehehehe tau dunk bagaimana sloga chevron !!! “Safety is number one” :D

Ternyata ketika menikmati siomay, baru ketahuan karena ada yang bercerita gempa di Padang…dan sesampai dirumah langsung ngecek internet…Ya Allah engkau menurunkan azab teguranmu kepada kami lagi :( gempanya terjadi di daerah Padang Kota,  Pariaman, Sebagian Bukit tinggi arah maninjau dan beberapa daerah di sekitar Kota Padang.

Titik Gempa

Titik Gempa - di ambil dari http://opensource.telkomspeedy.com/map/

Tiba-tiba keinget sama Fajri (temen satu team) yang cuti haru itu dan akan berangkat ke Padang Pariaman kampung dia karena rencananya hari sabtu di akhir minggu itu akan ada pesta pernikahan sepupu dari mamanya kebetulan Santi istrinya dan lutfi anaknya serta Mamanya sudah berada di kampung…duhhh kabar mereka gimana ya?….Menelp fajri menanyakan apakah dia tetap akan pulang dia menjawab dia tetap akan pulang karena daripada khawatir mendingan sekalian ngeliat kondisi rumah disana, alhamdulillah keluarganya semua selamat tetapi rumah mereka hancur…hiks…gak berapa lama Iqbal menelp memberikan ide bagaimana kalau anak-anak IT pada saweran untuk bantuin keluarga Fajri di kampung, jadila aku broadcast sms ke temen2 IT dan beberapa temen deket disini dan mereka semua bersedia memberikan sumbangan.

Keesokan paginya sesampai di kantor mengecek email ternyata sms ku semalem berbuntut panjang karena Pak Prie mengirimkan email untuk mengumpulkan sumbangan ke temen-temen kantor lain dan akhirnya semua orang di kantor TF jadi pada nyumbang untuk Gempa tersebut….senangnya mereka semua dengan sukarela berbondong-bondong mengumpulkan sumbangan dalam bentuk cash, pakaian bekas, makanan instant dan beberapa selimut. Bahkan Pak Chan meminta approval management untuk berangkat kesana memakai mobil kantor, membentuk team untuk perjalanan tersebut dan seperti biasa diriku ketiban kerjaan mengkoordini masalah bantuan sampai berbelanja SEMBAKO dan barang-barang lain yang dibutuhkan untuk dibawa ke daerah gempa.

Setelah mendapat approval team kami yang berjumlah 16 orang dengan 4 kendaraan ford ranger 4×4 mempersiapkan semuanya, dari mulai mengepak barang-barang yang sudah di beli, menyusun dus-dus pakaian layak pakai dari teman-teman kantor yang di sumbangkan sampai brefing meeting sebelum keberangkatan dan menyiapkan 4 buah drum solar . * menurut info 1 liter solar di sana seharga Rp. 30.000,- ckckckcck!!! Starting point kami memula perjalanan adalah TF Main Office dimana semua peralatan dan equipment di bawah, Pak Widodo membawa peralatan berkemahnya, Pak Prie membawa kompor portable, dan diriku mempersiapkan segala macam logistik yang diperlukan nanti disana seperti Minuman, Vitami, Makanan instan, kue-kue kecil dan peralatan dadakan :)

Empat mobil kami yang berangkat

Empat mobil kami yang berangkat, ford ranger 4x4

IMG_3211

Breafing Sebelum Berangkat

Pengarahan dari Pak Chan sebagai HES Superintendent....Safety no 1 Pak! :D

Pengarahan dari Pak Chan sebagai HES Superintendent....Safety no 1 Pak! :D

Perjalanan yang akan di tempuk Team Kami

Perjalanan yang akan di tempuh Team Kami menuju Pariaman

Perjalanan kami menuju titik lokasi terbilang mudah karena lokasi menuju Padang Pariaman menurut informasi saat itu sudah di buka, sebelumnya jalan dari Padang Panjang – Pariaman sempat terputus karena ada lonsoran bebatuan yang menutupi jalan utama. Kami masih bisa melihat reruntuhan bebatuan di jalan raya yang kami lewati waktu itu. Sayang aku gak sempat mengambil gambarnya. Diperjalanan kami mampir beristirahat di BukitTinggi, aku sempet membungkus makanan disini untuk bekal nanti di pariaman karena takutnya disana kam tidak akan menemukan warung untuk membeli makanan. Mampir ke Simpang Raya membeli Ayam Goreng, Nasi dan Sambal…heheheh cukup lah untuk ngisi perut belinya banyak loch! soalnya bawa Larry…Manager HES yang badannya Guede dan Makannya luamayan banyak :D *Sorry  Mr. Larry ;) but it’s true hehehehe * . Memasuki kota Pariaman, kami sudah disuguhi pemandangan yang sangat tidak mengenakkan mata dan tentunya bikin miris hati, kiri kanan sepanjang jalan utama kami melihat rumah-rumah roboh dan rusak hampr di pastikan semua rumah sudah tidak bisa di tempati lagi hiks… :(

Mr. Larry - Always receive an sms from his bos :D

Mr. Larry - Always receive a sms from his bos :D

Brefing setelah berada di Pariaman, tujuannya kemana dulu nih?

Brefing setelah berada di Pariaman, tujuannya kemana dulu nih?

Setelah Brefing sesaat begitu tiba di Kota Pariaman, kami memutuskan mencari Posko resmi untuk menyalurkan bantuan. Berjalan melewati jalan utama dan akhirnya sampai di Kantor Walikota Pariaman. Kami bertemu langsung dengan Bapak Muklis walikota Pariaman dan berbincang sebentar mengenai keadaan Pariaman. Menurut beliau Pariaman Kotamadya dan pelosok bisa di pastikan lebih dari 75 % rumah rubuh dan rata dengan tanah, selebihnya rusak dan retak tetapi tidak dapat di tempati lagi. Belaiu juga berkata bahwa pemerintah setempat blom secara langsung memberikan bantuan kedaerah pelosok karena beberapa kendala teknis. Kami menunggu dan memborngkar muatan di Kantor walikota ini.

Team dan Pak Muklis walikota Pariaman

Team dan Pak Muklis walikota Pariaman

Membongkar muatan

Membongkar muatan

Makan bersama, bekal yang di beli di Bukittinggi :D

Makan bersama, bekal yang di beli di Bukittinggi :D

Kantor Walikotapun tidak luput dari gempa...padahal baru di bangun

Kantor Walikotapun tidak luput dari gempa...padahal baru di bangun

Sekitar jam sepuluh pagi ternyata Walikota Pariaman mendapat kunjungan dari Wakil Presiden Yusuf Kalla, upacara formil2an dan pembicaraan folmal. JK sempat memberikan kata sambutan dan tanggapan atas gempa yang meluluhlantakkan Pariaman. Sempat terjadi antrian panjang di kantor walikota ini, beberapa warga yang memang membutuhkan bantuan dan belum mendapatkan berebutan meminta bantuan…huuuhuhuhuhu sedihnya :(

Jk dan rombongan

JK dan rombongan

JK memberikan Sepatah kata

JK memberikan Sepatah kata

Warga yang berebutan meminta sumbangan

Warga yang berebutan meminta sumbangan

Sempat bersitegang antara warga dan penyalur sumbangan di Walikota

Sempat bersitegang antara warga dan penyalur sumbangan di Walikota

Setelah menunggu beberapa lama, tidak ada benar2 aksi yang dalam dilakukan oleh Posko. Kami pn berinisatih untuk menyalurkan sumbangan tersebut sendiri dan mencapai eberapa titik yang belum tercapai. Tujuan kami adalah Kampung dalam sampai ke Padang Alai. Team Metro TV yang bertemu kami di Posko juga ingin meliput kesana sehingga kami bersama-sama menuju lokasi titik terparah gempa dan lonsor.

Masih tegak berdiri tetapi tidak berfungsi lagi

Masih tegak berdiri tetapi tidak berfungsi lagi

Benar2 rubuh...hiks :(

Benar2 rubuh...hiks :(

Mereka menggunakan Tiang penyangga untuk menopang

Mereka menggunakan Tiang penyangga untuk menopang

Rata dengan Tanah!!!

Rata dengan Tanah!!!

rubuh

rubuh.....

Mencari barang yang dapat di selamatkan

Mencari barang yang dapat di selamatkan

Dapur umum mereka memasak dan membagi2kan makanan ke tetangga

Dapur umum mereka memasak dan membagi2kan makanan ke tetangga

Menjemur Pakaian di antara reruntuhan...miris bgt ya!

Menjemur Pakaian di antara reruntuhan...miris bgt !!!

Disepanjang perjalan dapat kita temui banyak sekali posko-posko yang membutuhkan bantuan dan sepanjang perjalanan kami dengan 4 buah mobil yang beriringan hanya satu buah mobil yang selamat sampai di Padang Alai *lokasi tertimbunnya rumah-rumah warga akibat tanah lonsor dan gempa* itupun di kawal oleh 3 orang tentara dan Team Metro TV yang ada di mobil kami. Tiga mobil kami yang lain di stop oleh warga yang memohon bantuan *dengan kata harusnya sedikit memaksa* dikarenakan mereka memang sangat membutuhkan.

Presenter Metro TV Yohana Margaret yang ikut mobil kami

Presenter Metro TV Yohana Margaretha yang ikut mobil kami

Tiga orang tentara yang mengawal kami sekaligus menunjukkan jalan

Tiga orang tentara yang mengawal kami sekaligus menunjukkan jalan

Membawa korban reruntuhan yang rumahnya ambruk

Membawa korban reruntuhan puing2

Salah satu posko yang banyak berdiri sepanjang jalan

Salah satu posko yang banyak berdiri sepanjang jalan

Setelah kurang lebih menanjak dan menuruni bukit, melewati beberapa jempatan dan jalan yang rusak akhirnya team kami sampai di Padang Alai. Sesampai disini kami harus berhenti karena jalan rusak tidak dapat di tempuh oleh mobil, berjalan kaki menuju lokasi lonsoran tanah kurang lebih 500 M – 1 Km. Di lokasi tersebut benar-benar mengerikan karena beberapa rumah tertimbun sekaligus dan orang yang di dalamnya meninggal, beberapa orang terlihat sedang mencangkul canah untuk mencari keluarga mereka yang hilang….sedih banget :( bahkan tambah sedih lagi ketika ada seorang Ibu yang bercerita bagaimana kejadiannya dan menangis karena kehilangan keluarganya :(

Berjalan ke Lokasi Lonsor

Berjalan ke Lokasi Lonsor

Menyebrangi Sungai untuk ke lokasi

Menyebrangi Sungai untuk ke lokasi

Daerah lonsor

Daerah lonsor

dibawah sinilah rumah2 itu menghilang hiks....

dibawah sinilah rumah2 itu menghilang hiks....

hanya tersisa itu

hanya tersisa itu

pengambilan news

pengambilan news

Penyerahan Bantuan

Penyerahan Bantuan

Membongkar muatan dan menyerahkannya ke Posko Padang Alai

Membongkar muatan dan menyerahkannya ke Posko Padang Alai

Tenda mereka

Tenda mereka

Mereka dan tenda yang sangat ala kadarnya :(

Mereka dan tenda yang sangat ala kadarnya :(

Penduduk, Team, Tentara dan Metro TV....*aku gak ada karena aku yang ngambil fotonya :D *

Penduduk, Team, Tentara dan Metro TV....*aku gak ada karena aku yang ngambil fotonya :D *

Alhamdulillah misi kami terlaksana, menyalurkan langsung bantuan dari teman-teman kantor langsung ke daerah yang tidak terjangkau. Rencana semula yang ingin mendahulukan teman-teman kantor dan mengunjungi keluarga mereka yang tertimpa bencana ini tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu dan medan di lapangan yang sangat tidak memungkinkan. Akhirnya keputusan team adalah menyampaikan langsung bantuan tersebut ke lokasi yang belum tersentuh sehingga bermanfaat bagi mereka dan teman-teman kantor yang mengalami musibah ini akan di bantu dengan penyampaian berbeda.

All Team

All Team Ki-Ka Bawah : Iwan, Agusnar, Ria, Jimmi, Chaniao, Sabar, Priyadi, Larry, Zulhadi.....Ki-Ka Atas : Rika, Adit, Efrison, Widodo

Akhirnya aku menghimbau kepada rekan-rekan blogger, marilah kita bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang mengalami bencana Gempa Bumi itu dengan tenaga dan harta kita….Jikalaupun memang tidak memungkinkan dengan kedua hal tersebut mari kita membantu mereka dengan doa kepada sang khalik agar mereka semua diberi ketabahan, kesabaran dalam menjalanin cobaan ini, doakan juga semoga gempa susulan tidak terjadi lagi agar mereka bisa membenahi semua aspek kehidupan mereka di sana…AMIN…AMIN…AMIN…

…LOVE…

Dengan salah satu jagoan ;)

Ria & Dengan salah satu jagoan ;)

Notes : Link Metro Newsnya disini


And when it rains on your parade, look up rather than down.
Without the rain, there would be no rainbow
-Jerry Chin-

40 Responses to “SUMBAR (G30S) : Laporan Pandangan Mata”

  • aurora says:

    wah… kok ga kontak2 sih kak….. kan bisa kutemenin…..

    tapi kayaknya seru yah, jadi relawan…. kalau saya sih, jadi korban… hehehe

    [Reply]

    ria Reply:

    jangan bilang kayaknya seru aurora…karena kamu gak akan pernah bilang seru ketika sudah melihat mereka disana…korban gempak itu menook hati :(

    jadi korban gmn maksudnya?

    [Reply]

    vizon Reply:

    si arif itu kan tinggal di padang Ri.. jadi, dia korban yang ikut digoyang gempa juga, tapi gak korban jiwa sih… paling korban perasaan… hehehe… :D

    [Reply]

  • ndra says:

    two thumb buat lo jum, kita-kita disini khususnya gue support lo :p, tadinya seh gue mo nyusul nek pesawat gratisan, tapi bingung disananya ketemu sama siapa :p

    [Reply]

    ria Reply:

    Lu nyusul minggu…dan gw balik minggu…so…lu cuman mo nyobain pesawat gratisnya aja kan :P hehehehe…

    Thanks dear ;)

    [Reply]

  • Yu2n says:

    perjalanan yg mulia sekali Riaaa bisa langsung menyalurkan bantuan di lokasi bencana… :)

    Semoga Allah meringankan beban mereka.. :( amiin..

    [Reply]

    ria Reply:

    Amin….ayooo yuyun udah nyumbang blom? :D

    [Reply]

  • p u a k™ says:

    Salut Ria!..
    Semoga dengan kedatangan kalian disana menjadi berkat buat mereka..
    I lop yu pul! muaaaach!

    [Reply]

    ria Reply:

    I lop you full juga mbak :-*

    [Reply]

  • Pokoknya… Salut deh!!
    Semoga semakin banyak Ria-Ria yang lain di bumi Endonesah.

    Semoga para korban tetap tabah dalam menghadapi cobaan ini.

    EM

    [Reply]

    ria Reply:

    Thanks Mbak Imel….tapi…tapi…wait…kalo banyak Ria-ria di endodesahhh…apa jadinya endonesahhh bisa2 berisik dan tambah sempit :D

    [Reply]

  • Wempi says:

    Banyak nian gambarnya, pasti banyak nyedot quota bandwith telekomselplash wempi nih…

    4jempol deh buat riachoosen atas support bantuannya ke sumbar.

  • Ria :
    Namanya report perjalanan wempi…gak asyik klo gambarnya sedikit…maap ya :(
  • [Reply]

  • mangkum says:

    Salut lagi sama Ria…!

  • Ria :
    Thanks mang ;)
  • [Reply]

  • soulharmony says:

    berkunjung

    [Reply]

  • kickARDi says:

    Gerak cepat ni…

    terimakasih ya sudah mau jadi relawan untuk keluarga2 jauh saya… :)

  • Ria :
    Hanya menyampaikan amanat dari teman-teman kok :)
  • [Reply]

  • DV says:

    Peristiwa ini mengingatkanku pada gempa Jogja, Ria.. Kurang lebih sama dahsyatnya meski jumlah korban gempa Jogja waktu itu 6000 banyaknya.

    Turut berduka!

  • Ria :
    hiks…sedih mas…segitu banyaknya korban…bener2 bikin miris hati :(
  • [Reply]

  • edratna says:

    Begitu mendengar ada gempa di Padang, saya langsung telepon teman (mantan anak buah), yang membawahi Sentra Pendidikan untuk wilayah Sumatra. Tak bisa nyambung. Telepon teman lain, juga tak bisa …dua hari kemudian dia sms, bahwa kantor dan rumah retak2, namun semua selamat.

    Negara kita memang terletak di daerah yang rawan gempa, dan kita harus selalu siap menanggulanginya, serta belajar bagaimana cara evakuasi.

  • Ria :
    Iya bun…dan gempa terjadi beberapa teman langsung sms saya juga untuk menanyakan kabar, untungnya disini hanya berasa goncangannya saja tidak ada kerusakan apa2. jadi inget pelajaran geografi dulu ya Bun…baru sekarang membenarkan setelah terjadi begitu banyak gempa
  • [Reply]

  • Bro Neo says:

    salut Ria!!!

    smoga bisa benar-benar bermanfaat bagi yg membutuhkan…

  • Ria :
    Thanks Mas…semoga mereka tertolong walaupun apa yang kami bawa tidak seberapa banyak
  • [Reply]

  • Gandi Wibowo says:

    Daerah painan kena juga gak sih mba?
    Soalnya ada sodara disana, tapi udah lost contact karena No. Hp-nya udah ganti…

    Thx Foto2nya, thx juga udah bantuin sodara2 saya sebangsa di pariaman.

  • Ria :
    sepertinya daera sana juga kena cuman efeknya gak sedasyat Pariaman dan Padang.
  • [Reply]

  • nh18 says:

    Salut Ria !!!

    Ayo ranah minang …
    Bangkit kembali …

    Semoga akan semakin banyak mereka yang tergerak bahu membahu membantu …

    (dengan atau tanpa Reporter TV)

    Salam saya
    NH18

  • Ria :
    Iya om…semoga banyak tangan terulur kepada mereka yang membutuhkan….mungkin reporter itu perlu juga untuk memberitakan ke khalayak daerah mana yang belum terjangkau. dan semoga tanpa adanya news dari mereka pun semuanya bisa bergerak maju dengan cepat..
  • [Reply]

  • Maryo says:

    Hai… Salam kenal…..Kunjung bali ya….

    [Reply]

  • Mata gue berkaca2 baca ini…
    Semoga mereka diberi kekuatan.

  • Ria :
    Coba langsung disana mbak…gw yakin tidak hanya sekedar berkaca2 :D
  • [Reply]

  • suryaden says:

    salut… semoga warga padang cepat bangkit kembali, lepas dari trauma dan keputusasaan…

  • Ria :
    Amin Mas…kita doakan sama2 ya…
  • [Reply]

  • Tuti Nonka says:

    Perjalanan dengan misi kemanusiaan yang mulia, Ria. Melihat foto-foto rumah yang roboh, saya jadi ingat gempa di Yogya 2006. Waktu itu, di sekitar tempat tinggalku keadaannya juga kayak gitu … hiks :cry:

    Sekarang sebagian sudah menjelma menjadi bangunan baru, sebagian sudah dibongkar puing-puingnya dan menyisakan tanah kosong.

  • Ria :
    katanya memang mirip dengan gempa jogja ya Bu…sedih banget deh…
  • [Reply]

  • zee says:

    Reportase yang panjang dan lengkap ya sis. Sip.
    Turut berduka yg sedalam2nya untuk semua korban….
    Memang utk bantuan alangkah baiknya bila kita antat sendiri ya, biar jelas sampainya ke tangan para korban…. Sedih jg mendengar banyak yg terlambat dapat bantuan.

  • Ria :
    bukan terlambat lagi tapi mereka itu bener2 gak punya tempat berteduh…sedihnya…hiks
  • [Reply]

  • Love4Live says:

    semoga hal seperti itu tak hanya muncul ketika ada bencana, karena sesungguhnya banyak saudara2 kita yang lain juga memerlukan bantuan kita…

  • Ria :
    ya…semoga kta bisa saling tolong menolong dengan sesama terlepas ada bencana atau tidak
  • [Reply]

  • Pakde says:

    Ikut membantu dan mendoakan agar ujian ini semakin memperkuat iman. Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian.

  • Ria :
    Amin…semoga hikmahyang akan di dapat lebih besar ya pakde :)
  • [Reply]

  • Hallloooo MBakkkk….
    Sudah lama dirimu tidak mengunjungiku…senang dech ada kabarnya lagi he he he….
    Hhmm..mengenai liputan ke lokasi bencana ya, lengkap sekali Mbak, dan saya senang sekali Mbak Ria dan team bekerja dengan cepat dan tentu saja itu snagat bermanfaat kan…

    Sedangkan saya,masih di sini, di Bandung, malahan besok UTS, belum bisa melakukan apa2 yang bermanfaat, hanya doa dan sedikit sumbangan semampunya :(

    Salam semangat selalu Untuk Mbak Ria ajah yawh….

    Keep spirit Mbak…

    http://garasiusaha.wordpress.com/

  • Ria :
    Membantu dengan doa dan hati juga cukup kok kalo memang gak bisa langsung kesana :) semoga UTS nya berjalan lancar ya…
  • [Reply]

  • Zulhaq says:

    salut salut salut sama mbak ria beserta team. semoga Tuhan membalas semua kebaikan dan perjuanganNYA…

    btw, mahal amat yah solar 30 rb. harga industri aja cuman 10 ribuan…

    teteup yah narsis, tuh foto paling bawah he2…

  • Ria :
    Iya…bensin dan solar harganya 30 ribu seliter…soalnya disana rata2 pombensin gak ada yang buka jadinya bahan bakarnya langka banget!!! ya…gpp dunk sekali2 narsis iya gak :P
  • [Reply]

  • Toto says:

    Ko ga ada foto ria lagi angkat2 yach…Hihihihii

  • Ria
    ada kok…cumankan gak akan ke shoot wong aku yg bawa kamera :D
  • [Reply]

  • Selamat R14, semoga jerih payah, harta, tenaga, fikiran dan waktu yang telah dihabiskan untuk suatu tujuan mulia , membantu sesama, akan di catat Allah sebagai amal soleh and kelak akan menemanimu di akhirat, Aminnn…

  • Ria :
    Amin pak…bagaimana keadaan keluarga di padang?
  • [Reply]

  • sebenernya gempa ini pelajaran buat pemda lain kali ngawasin struktur dan izin bangunannya lebih baik.. kan kerusakan parah dan byk korban karena byk tempat umum yg strukturnya lemah kan ya?

    salam kenal yah! :D

  • Ria :
    Lohhh kok gempa untuk pelajaran…ya gak begitu dong mas…namanya musibah kan bisa dateng kapan aja, danmau sekuat apapun bagunannya kalau udah dapat guncangan yg maha dasyat pasti rubuh juga…kita berbicara tentang kekuasaan tuhan dan kekuatan alam :D
  • [Reply]

  • Didien® says:

    melihat gambar² di atas membuat saya benar² miris merinding, tp cuma 1 gambar yg tidak membuat saya merinding, ya gambar terakhir itu..hihihihi
    btw..salut buat mbak ria dan kawan², mudah²an apa yg sudah kita lakukan utk saudara kita di sana tidak pernah sia² dan meringankan beban mereka amin…

    salam, ^_^

  • Ria :
    hehehehe gambar yg terakhir itu jagoan yang bikin aku nyampe ke pelosok din :p
  • [Reply]

  • elmoudy says:

    Semoga para korban yang selamat diberi kekuatan dan ketabahan…
    bagi korban yang meninggal… semoga diterima dan dihantarkan ke surgaNya..

    bagi keluarga korban… moga diberi kesabaran n kekuatan tuk menjalani semuanya dengan sebaek-baeknya…

    Turut berduka ….

  • Ria :

    Thanks mas Doanya…semoga para memang mereka di lindungi Allah SWT…AMIN

  • [Reply]

  • marshmallow says:

    duh, ri. laporanmu lengkap betul. dan bikin hati miris.
    mulia sekali jerih payah yang kamu dan teman-teman lakukan, ri. tapi btw nih, kenapa aku nggak lihat gambarmu di tipi, ya?

  • Ria :

    hehehehe…yg keliatan pas nyebrang sungai aja uni…dan itu pun gak senggaja memang gak pengen dishoot kok, metro TV ikut kita juga karena mereka gak ada kendaraan operasional disana…jadilah mereka bareng kita…kita aman karena ada wartawan, mereka dapet berita…simbiosis mutualisme :D

  • [Reply]

  • Yoga says:

    Ria, aku acungin jempol buatmu! :)

  • Ria :
    Duhhh mbak Yoga…cuman nyampein amanah kok :)
    sayang sekali kita gak bisa ketemu hari ini ya…padahal pengen banget ketemu dirimu…hiks
  • [Reply]

  • Aris Gunawan says:

    Ria, aku salut bgt atas usaha dan jerih payah yg pastinya sedikit banyak membantu korban gempa disana :). Btw brp kilo jarak Duri ampe Pariaman, brp jam sampainya ?

  • Ria :
    Duri – Pariaman yang kemarin kita tempuh mungkin sekitar 450 KM sampe ke pedalamannya loh…
  • [Reply]

  • heru says:

    T O P B G T

    Semoga bisa membantu buat yang membutuhkan :D

    [Reply]

  • DM says:

    Hebat juga laporanmu!

    Miris lihat foto-fotonya.
    Ngiler liat Ford Ranger-nya.
    Dan heran sama Ria: kok JK hanya sepatah kata? Yakin?

  • Ria : hahahahaha karena aku gak denger mas…untuk info yg take foto JK itu bukan aku hihihihihi…aku males mantengin upacara2 kayak gitu hehehehehe
  • [Reply]

  • faris vio says:

    okweee selamat bertugas…

    [Reply]

  • Leave a Reply