Opsss….
Sewaktu awal mengajar di salah satu akademi komputer di kota kecil ini, kalau tidak salah itu September 2006 awal kepindahanku ke kota ini. Namanya orang baru jadi harus menyesuaikan dengan lingkungan, dari lingkungan tempat tinggal *kost-an baru*, dari lingkungan kantor dan pastinya penyesuaian diri di lingkunan kampus tempatku mengajar. Satu quote yang selalu ada di kepala ketika diriku berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kenalan baru adalah :
“Don’t judge a book by its cover”
yang artinya kira-kira “don’t determine the worth of something based on its appearance” dan secara bahasa indonesia artinya jangan menentukan nilai sesuatu berdasarkan penampilan. Bagi diriku Nilai sesuatu disini tidak hanya berupa barang atau benda tapi juga sudah aku implementasikan dalam berhubungan dengan orang-orang baru dan lingkungan baru. Kalau menurut nasihat Mamaku tercinta sih dengan bahasa dan logat makassarnya begini :
“Janganko liat orang dari apa yang tampak dipermukaan na’ karena bisa jadi orang yang nu’ liat biasa-biasaji ternyata orangna luar biasa, tapi kadang orang yang nu liat luar biasa tidak sama luar biasanya dengan penampilanna.”
bingung ya bacanya…hehehe…biasa deh kalau logat makassar banyak imbuhan na, ji dan toh...*tanya aja Mbak Imel atau Daeng Afdhal kalo gak percaya
* Maksud Mamaku itu bahwa “jangan pernah melihat orang dari apa yang tampak di permukaannya karena bisa jadi orang yang kau lihat biasa-biasa saja tapi ternyata luar biasa, tapi terkadang malah yang tampak luar biasa tidak sama luar biasanya dengan penampilannya” begitu teman-teman. Kejadian ini juga pernah terjadi padaku dimana orang menilaiku berbeda dengan penampilan, sampai sekarang nih kalau mengingat kejadian itu jadi ketawa dan senyum-senyum sendiri…hehehehe….cerita begini :
Suatu kali sewaktu menunggu jam ngajar diriku duduk di depan meja Front Office yang menyediakan ruang tunggu kecil bagi mahasiswa-mahasiswa (jam pulang kantorku jam 4 Sore dan perkulihan di mulai jam 5 Sore). Kebetulan saat itu belum terlalu banyak orang yang kenal kepadaku dan juga belum terlalu mengenal dosen-dosen disana jadilah diriku memutuskan menunggu di ruang tunggu mahasiswa sambil membaca bahan-bahan mengajar yang daku siapkan…kebetulan kursi yang di sampingku itu kosong, lima menit kemudian ada seorang cowok yang kalau kutaksir mungkin seumuran denganku duduk manis disampingku dan melirik apa yang kubaca. Tanpa kuduga dia menyapaku dan bertanya
“Hi, ambil jurusan apa?” karena kaget dan gak tau harus bilang apa akhirnya aku tersenyum, belum sempat menjawab pertanyaan tersebut dia langsung nyerocos *ini dengan nada sedikit menggoda…doh!*
“kayaknya gak pernah liat deh, anak baru ya?” *hehehehe dia cekikikan…sambil cengir kuda..* hahahaha… dan belum sempat kujawab juga dia mengulurkan tangan
“Kenalan dunk…namaku XXXXX, kamu lucu ya…” *untuk bersikap sopan tentunya aku menyambut tangannya dan menebutkan nama*
Karena merasa jengah, akhirnya diriku pamit untuk ke toilet berbasa basi agar tidak terlalu lama mengobrol dengan orang asing itu yang Pede abizzzz…dan cengir kudanya yang gak banget itu
. Berjalan ke Toilet *padahal gak ngapa2in didalam hehehehe…* akhirnya jam menunjukkan waktu harus mulai mengajar, berjalan ke kelas dan duduk manis di depan tempat yang disediakan, menaruh tas dan mengucapkan salam tanda dimulainya perkuliahan hari itu Seperti biasa kebiasaanku adalah suka menghapal nama-nama mahasiswa jadi setiap kali perkuliahan dimulai biasanya aku memanggil nama mereka satu persatu bukan karena takut ada absen “siluman” loh…tetapi biar aku bisa merekam muka dan nama mereka di otakku. Ketika sampai pada suatu nama, aku mendongkak karena minggu kemarin absennya kosong dan OPSSSSSS…. aku mendapati mahasiswa *dengan cengiran kuda yang gak banget itu* bengong juga begitu aku panggil namanya, dia duduk dengan gelisah dan tentunya dengan muka merah…hahahaha…sambil berbasa basi sedikit diriku bertanya bertanya :
“Baru masuk hari ini ya Mas? absen minggu kemarin kosong, atau lupa mengisi absen minggu kemarin?” tanyaku dengan raut muka jail hahahaha…*dalam hati…rasakan!
*
“Iya bu, minggu kemarin kantor mengharuskan saya keluar kota jadi saya tidak bisa mengikuti perkuliahan” dengan suara terbata-bata tentunya dan kepala menunduk…hihihihihi..makanya liat2 dulu cewek yang mo di godain…hehehehehe…
Jadi menurut kesimpulanku, si cowok dengan cengiran kuda yang gak banget itu dan berusaha menggoda dosennya ini mungkin menilaiku dari penampilan.
- Tentunya pakaianku bukan pakaian lazim yang dipakai oleh dosen-dosen lain karena aku memang tidak pernah menggunaka Blazer *gak nyaman dengan pekerjaan dikantor memakai blazer dan gak mungkin pulang ganti baju dulu karena waktunya tidak terlalu banyak*
- Secara penampilan diriku tidak mengesankan penampilan seorang dosen. *karena mukaku gak galak kali ya
* - Dari segi umur mungkin dia berfikir aku terlalu muda menjadi dosen *hehehehe…dia tau gak ya umurku berapa, atau mungkin mukaku yang awet muda??
* - Karena aku menunggu diruang tunggu mahasiswa bukan di ruang tunggu untuk dosen.
Kalau mengingat kejadian diatas, lagi-lagi aku selalu mengucapkan quote di dalam hati “Don’t judge a book by its cover” ditambah dengan petuah Mama tersayang bahwa yang dilihat di permukaan belum tentu juga seperti tampak yang sebenernya. Salah seorang sahabat blogger juga membicarakan ini di postingannya berjudul “Taksu” bahwa seorang yang luar biasa bisa jadi terlihat biasa-biasa sajah kala pertama kali mengenalnya.
Mmmm…apakah kita bisa menilai seorang teman juga seperti itu? apakah yang dia tampakkan di depan belum tentu yang sebenernya ada dalam pribadi dia? Semoga diriku menjadi seseorang dengan pribadi yang tidak mengecewakan buat teman-temanku dalam artian begitu mereka mengetahui seperti apa aku *judes, galak, banyak maunya dan cerewet…hehehe* mereka masih mau berteman dan nyaman bergaul dengan seorang Ria. ![]()
Ingatkan diriku kalau sudah mulai nyebelin ya teman-teman…dengan senang hati dan legowo diriku pasti akan mengintropeksi diri sendiri…kalau perlu…masuk goa dulu deh bertapa sampai dapet wangsit…hehehehe…

hehehe… pengalaman yang seru itu bu…
mode mahasiswa ON : “eh maap bu Ria saya ga nyangka ibu ini dosen.. hehehe..”
[Reply]
BU dosen…. aku mau dong kuliah lagi…
)
Sayang jauh ya… (e-learning aja yah
BENUL sekali
Yang ada aku juga sering berjumpa orang yang terkenal, hebat jadi omongan orang, celeb deh…tapi kelakuan minus. ngga cocok banget deh pokoknya.
Terus tuh cowo jadinya gimana Ri? (pengen tahu kelanjutan ceritanya deh…siapa tahu bisa jadi ide cerita novel nih hihihi.
EM
[Reply]
jadi sudah berapa banyak mahasiswa yg godain bu dosen ini?
[Reply]
ciri khas bahasa sono juga pakai g, di kata-kata yang berakhiran n. (bunyi sengau)
Nah ada nih joke nya:
percakapan orang Makassar dan Jawa waktu ada peresmian sebuah mesjid.
M :”Waaah mesjid ini besar sekali, tidak ada lawang na”
J: “Loh dari mana masuknya?”
M: “Dari pintunya tantu. Dongo!”
hihihi
EM
[Reply]
Wah, sperti aku ya.. banyak orang mengira aku alim.. padahal… ahahahahahahah
[Reply]
ikkyu_san a.k.a. imelda Reply:
October 26th, 2009 at 1:16 pm
ooh kalo donny sih sejak awal ku sudah tahu bahwa tidak alim hahaha. Tapi kuakui iman mu tidak ada yang bisa nilai
[Reply]
ria Reply:
October 29th, 2009 at 5:17 pm
tos dulu ah mbak

you have in your heart mas… i know it
[Reply]
Itukan dulu… tapi kalau sekarang, sudah pastilah orang se-kampus itu tunduk dan patuh padamu kan Ri? secara… Ria gitu loh… hehehe…
eh, mahasiswa yang dirimu maksud itu, bukannya si mas yang kemarin di singapur itu ya? tapi gak mungkin deh, kan dia alim (baca: lugu) banget, hahaha…
[Reply]
“Don’t judge a book by its cover”
kalo buku, bacalah sinopsisnya… kalo sinopsis biasanya dicover belakang tuh… cover juga kan.
kadang ada juga buku disegel plastik, kalo dibuka berarti membeli. mau tak mau harus judge a book by its cover.
manusia juga begitu. orang akan pandang sinopsis nya. gak mungkin kan langsung selami isinya. bisa kena tampar bahkan dikeroyok massa.
apalagi sekarang banyak manusia over protect terhadap dirinya (disegel) jadi susah untuk menjudge/menilainya.
[Reply]
Gandi Wibowo Reply:
October 28th, 2009 at 8:21 pm
Wah.. keren analoginya.. betul itu… saya setuju sama mas wempi..
[Reply]
ria Reply:
October 30th, 2009 at 8:58 am
setuju juga…kalo aku berprinsip
don’t judge a book from it’s cover but you can see the prince from the cover…hehehehehehe
[Reply]
Lha, kenapa juga si cengir kuda itu mesti terbata-bata dan menundukan kepala? Emang salah nggoda dosennya? Kalau pun pada akhirnya tau bahwa yang diajak ngobrol tadi bukan mahasiswa baru melainkan dosen, kan nggak pa-pa toh? Kalau aku yang ada di posisi itu? Akan kutambahi kalimatnya jadi begini:
“Nanti malam ada acara nggak, Mbak? Boleh minta nomor hp-nya dong.”
Hahahaha. Becanda!
(dan kujamin si dosen berpipi gembil itu tambah memerah pipnya. Hihihi).
Tapi oke, aku setuju: kita nggak bisa menyimpulkan seseorang hanya sebatas dari apa yang kita lihat secara sambil lalu saja. Aku bahkan berpikir: jangan pernah menilai seseorang sebelum betul-betul pernah bertemu langsung dan bercakap-cakap dengan yang bersangkutan.
Jadi Mbil, meski kamu judes, galak, banyak maunya dan cerewet, tapi di mataku kamu tetap teman yang gembiiiiiillllll……
[Reply]
ikkyu_san a.k.a. imelda Reply:
October 26th, 2009 at 1:19 pm
Ri…
soalnya DM dulu gitu waktu mahasiswa…sampe dijadiin ide cerpen tuh. Judulnya “Oh Ibu Dosenku!”….
hihihi
Kalau sekarang dia akan tulis, “Oh Ibu Dosenku yang Gembil!”
peace
EM
[Reply]
berarti Mbaknya awet muda.
Wakakakakak
[Reply]
Cuit..cuit..prikitiw…
Senyum dunk bu dosen….
[Reply]
Kayak yang sering aku lihat di sinetron Ri …
hahahaha …
Ternyata kejadian sinetron itu nyata juga ya …
Mungkin karena kamu terlihat muda kali RI … jadi aja di godain sama mahasiswa kamu …
But yes indeed …
Jangan menilai orang dari Casing nya …
Tapi kalo Ria dikasih yang Casing dan Isi bagus punya ya nggak nolak kkaaaaannnn …???
Heheheh
Salam saya
[Reply]
tapi kadang juga ada yg menilai orang dari wajah
hehehe
tapi bukan menebak siapa dia,
tapi menebak dia sedang kondisinya seperti apa, dilihat dari raut muka sih
[Reply]
Hahaha…
Wah jangan2 gw juga gatau kalau Ria itu ternyata…
[Reply]
itulah kak… pengalaman pribadiku banyak banget nih, yang melibatkan persepsi orang pada penampilan….
yah, emang penampilan ku biasa saja, pakai celana 3/4, baju kaos, plus sedikit jaket kumal…. tapi ga banyak yang tahu kalau anak dengan penampilan itu mungkin adalah anak yang akan merubah dunia!! huahahaha
[Reply]
Bro Neo Reply:
October 27th, 2009 at 7:46 am
Amieeennnn
[Reply]
ria Reply:
October 30th, 2009 at 9:10 am
wakakaka…Amin.. rief…aku ngikutin Bro Neo ngaminin…bahwa kamulah anak yang merubah dunia
*jadi superman/batman/spiderman???* hehehe kayak satria baja hitam…BERUBAH!!! heheeheheh 
[Reply]
kampusnya biru gak Ria??
biar kayak film jaman jadul itu… he.he..he…
setuju Ria: Don’t judge a book from its cover
btw jangan tanya aku yach bahasa makassar atau bugis… gak tahu sama sekali ji..
[Reply]
Ingatkan diriku kalau sudah mulai nyebelin ya teman-teman…:::::
RIA NYEBELINNNNNNNNNN

hihihihih
kan suruh ingetin
nyebelin kalo chatting pake ikon pamer gigi mulu
[Reply]
kedalaman kualitas seseorang bisa diukur dengan psikisnya, meskipun kadang yang nampak mencerminkan psikisnya jua
thanks mbak ria
[Reply]
setuju, bu dosen!!
jadi, si mahasiswa itu akhirnya dapet nilai apa? hehe..
[Reply]
Iya, deh.. Ria emang awet muda…
Eh, tapi, Ya… I always judge a book by its cover… Penerapannya secara harafiah. Alias, kalo niat ngebeli buku, aku selalu melihatnya dari kulitnya.. dari sinopsisnya.. dari penulisnya..
Tapi kalo penerapannya tdk secara harafiah… nope, nope. It’s only skin deep. Kemasan tidak menjamin isinya…
[Reply]
Wkakak… seru bgt tuh pengalamannya, jadi semangat membacanya sampai akhir
[Reply]
HUahhahahahhaa
hehhehe
Ria… Ria.. gue kasih tau ya..
Adrian itu dulu murid gue
sooo jgn terlalu gimana sama anak murid, bisa2 ntar kecantol
[Reply]
Gandi Wibowo Reply:
October 28th, 2009 at 8:22 pm
Jah… ternyata eh ternyata… cinta Guru-murid toh mba..
[Reply]
Eka Situmorang-Sir Reply:
October 29th, 2009 at 2:22 pm
Sirik lu
[Reply]
ria Reply:
October 29th, 2009 at 3:00 pm
wakakaka…gak sabar nunggu postingan tentang ini mbak eka
[Reply]
Karena itulah, saya dalam berteman tidak pernah mau main fisik, tampang cakep kadang bermasalah, tampang kurang cakep hatinya baiknya nggak nahan. Ada yang cakep baik hati dan ada yang tidak cakep tapi tabiatnya buruk lagi…hadooooh… Intinya dalam hal pertemanan saya lebih memilih hatinya, bukan parasnya.
[Reply]
nh18 Reply:
October 30th, 2009 at 9:45 pm
Waw …
Om Cakep satu ini ternyata bijak juga ya …
Hay Om …
Salam saya
Om Ganteng !
[Reply]
Jadi inget, saya punya temen yang pas orang liatin waktu pertama kali orangnya kelihatan pinter banget. Dan sayapun tertipu pada pandangan pertama
Lalu saya dekati dia biar bisa sebangku,biar saya bisa nyontek, eh malah dia yang nyontek terus. Hehhehehehe
[Reply]
ternyata bu dosen tha???
[Reply]
hihihihi….lucu bgt kisahnya, seperti sinetron ajahhh…
tu cowok pasti mati kutu ya
bu dosenmbak ria..??saya suka dan setuju sekali dg kalimat dari ibunda mbak ria itu, bahwa kita tidak bisa menilai seseorang dari yg nampaknya saja…dst. sygnya dari kebanyakan org tidak seperti itu, mereka terlalu mudah memandang org lain dg sebelah mata….
mudah²an kita bukan dari bagian org itu ya mbak, amin..
salam, ^_^
[Reply]
duhh pasti malu bgt tuh mahasiswa… lagian jadi org ndableg bgt *ndableg basa endonesanya apa yah?* sok PD hahahaha..
pakabar mbak ria..???
salam
[Reply]
gubraxxx…ga kebayang deh waktu di panggil namanya hahahahaha…
postingan yg sangat memberikan kita pelajaran, trimakasih atas pelajarannya ya bu..
[Reply]
kalau saya jadi mahasiswa itu…
saya gak akan berubah sikap setelah tahu yang digodain itu dosen…
[Reply]
Tongkonan Reply:
October 28th, 2009 at 10:34 am
Setuju bgt tuh! khan gak ada larangan mahasiawa suka sama dosen atau sebaliknya. Apalagi kalau dosennya masih single.

[Reply]
appearances can be deceptive
[Reply]
si mbak mungkin awet muda dan keliatan gaul kali. iya kan
[Reply]
Hemmmm nasihat yang bagus, akan selalu aku ingat itu. Agar aku bisa menjadi orang yang terus menerus memahami sesuatu.
Salam kenal.
[Reply]
maaf baru sempet bales berkunjung… lagi binun antara BW sama posting… gag bisa berlama-lama onlen, ini ajja binun mo komeng apa… iia uda saiia ucapin banyak2 terimakasii atas daily visit nya… really appreciate it
sekali lagi saiia mohon maaf
[Reply]
Tenang aja mba… ntar kalo mba ria udah nyebelin pasti saya kasih tau kok..
Terkadang emang masalah menilai seseorang itu bisa jadi masalah paling pelik. kalo saya pribadi, sebisa mungkin gak perlu menilai dulu, n kalo udah menilai pasti ada evaluasi juga revisi penilaiannya.. jadi penilaiannya berubah2 terus, menyesuaikan data dan fakta
[Reply]
itulah resikonya jadi dosen mudah, mbak ria. mahasiswanya yang sok usil pasti kebelet menggoda, hehe … syukurlah mbak ria bisa membuat dia kelimpungan, haks.
[Reply]
hehehehe..
salam ibu dosen..
[Reply]
terus bilang ke dia….KENA DEEEH!!!
hahaha…kebayang mukanya kaya gimana tuh
[Reply]
Dilihat dari sudut si mahasiswa yang nyengir kuda itu, memang tak seharusnya menilai seseorang dari penampilan luar. Dari sudut Mbak Ria, penampilan juga penting agar orang tidak salah menilai.
[Reply]
wah setuju sekali tuh.beneran kalo liat sesuatu jangan luarnya aja,cari 1001 cara untuk lihat kebaikan sesuatu
.
[Reply]
“Don’t judge a book by its cover”
he..he.. jadi inget kemarin itu menjajal nasi goreng yang warnanya hitam, kalau dilihat agak menjijikan, namun setelah dimakan…heeeem..nikmatnya luar biasa…
he..he…
btw..salam kenal dari saya..
[Reply]
Saya pernah dikira pembantu rumah tangga hanya gara-gara bercelana pendek ke bandara.
[Reply]
Gak tahu ya, kalo saya justru selalu percaya tabiat seseorang dari pertama bertemu (termasuk pertama kali membaca posting blognya).
Kalau dirasa cocok biasanya memang nyambung dan keterusan. Kecuali kalau ada insiden tentunya.
Dan biasanya lagi setelah lama berteman dan nilai pandangan pertama itu luntur eh, ujung2nya malah kembali lagi terbukti ternyata penilaianku dulu benar. Bingung khan.
Tapi jangan khawatir Mbak (eh, bu dosen) kesan say pertama baca disini adalah smart dan jujur, hehe…. (ngerayu kah?…jangan sampa saya bernasib seperti mahasiswa diatas).
Dan pasti saya akan diterima baik-baik disini….khan?
[Reply]
Wakaka…situasinya mirip sama adegan film Dono jaman dulu ya, Ri… wakakaka
Eh, Ria jadi dosen juga ya? Luar biasa si mba satu ini. Jadi se-Duri dah tau lah siapa Mba Ria ini ya?
Btw, kebetulan aku juga nulis yang temanya mirip ama postingan ini, Don’t Judge A Book by It’s Cover. Silahkan bu Dosen mampir kalo ngga lagi sibuk ngajar
[Reply]
wah, ternyatah bu dosen ya. untung aq ga kuliah. hehehe. ternyata bahasa dosen di blog ga jauh beda ma gaya bahasa mahasiswa di blog ya.
[Reply]
wahh bu dosen, mahasiswa nya dikasih nilai apa ? hihiihihi
[Reply]
qiqiqi.. kasian ma mahasiswa itu.. bahasa jawanya kecele…
[Reply]
Kalo saya beli buku pasti lihat covernya dulu, lah kalo buka segel musti beli sih..
[Reply]
setuju ka saya sama mama ta’…
salam kenal…
[Reply]
Hehehehe … pengalaman yang menarik, Mbak Ria. Saya pun pernah mengalami hal yang sama, yaitu diundang pelatihan di suatu tempat. Saat itulah saya disapa dan dianggap sebagai peserta pelatihan, sampai akhirnya si penanya yang sok pede itu baru tahu kalau saya adalah sang motivator. Huahahahaha….
[Reply]
Dari segi umur mungkin dia berfikir aku terlalu muda menjadi dosen *hehehehe…dia tau gak ya umurku berapa, atau mungkin mukaku yang awet muda??
“patut di pertanyakan … ” hahahaha…
tapi serius neh .. saia juga sering kok godain dosen2 saya apa lagi dosen yang masih muda2 dan baru … hahahaha.. *jitak Jimmy*
[Reply]
berkunjung. salam kenal.
[Reply]
Ehm, baru tau. Serius, saya kira Ria masih mahasiswa S1, paling nggak, fresh graduate.
Kalo, quote-nya jadi: don’t judge a person by his/her blog gimana? atau by his/her fesbuk? Masih relevan gak ya? Hehe…
[Reply]
kalo di sinetron”, ntuh dosen akhirnya pacaran sama anak didiknya, hahahaha..
jum, keknya gue luar biasa deh baik dilihat dari tampak luar maupun tampak dalam jadi bebas mo nilai dari segi mana, kekekekek
[Reply]
apa kareba ji? baji baji ji…. hi hi hi
kenapa tak kau pukul mi itu cowok *nyengir lagi*
ssaiah juga heran, kenapa orang2 suka menailai dari apa yang di lihatnya. padahal, “tak semua yang tampak, adalah seperti yang terlihat”. tapi gapapa, itung2 pengalaman, buat menambah varisasi hidup
[Reply]
sama sama mbag kalao Eros ada salah di ingetin ya. maafin Eros ya *salaman
[Reply]
komen ku kok mesti ilang ya, apa karena sudah di anggap musuh
xixixi *piss mbag
[Reply]
wakakaakak ..
co itu mahasiswa kamu bukan ? kl ya gmn reaksinya ? ketengsin dong tuh cowok ..
rasanya memang masih banyak orang yang menilai dari sisi luarnya saja .. ujung2nya malu hati sendiri .. hehehe
Cara Membuat Website
[Reply]
lage pedekate…. nec…..siut suit
wkwkwkw
[Reply]
perasaan udh comment di post ini..tp kuq g ada yah..??? *berfikir keras..*
apakabar mbak ria, sdg sibuk yah sampe blm apdet..?
salam, ^_^
[Reply]
untung saya ga pernah kuliah, jd ga bisa ngerasaian kek begitu hehehehee….
[Reply]
semoga tuh mahasiswa ga punya malu yah..biar makin PD aja heuheu..
[Reply]
lagi ngajar apa bu dosen?
[Reply]
Jadi penasaran kayak apa sih tampang dosen yg punya blog ini.
hehe..
salam kenal…
[Reply]
Selamat pagi, ^_^…V salam D3pd
[Reply]
Hahaha…memang ngajar harus pake blazer Ria? Kalau mengajar di perbankan, untuk para karyawan Bank, blazer dan jas itu wajib, karena mereka yang diajar minimal para Pemimpin Cabang dan ruangan ber AC.
Tapi kalau mengajar Staf atau para fresh graduate, seperti di Papua kemarin, yang listriknya mati melulu, ya cukup blouse katun biar ga megap2 kepanasan.
Btw…cowok tadi ngganteng nggak Ria? Dan kayaknya udah kerja ya, makanya pede…hihihi
[Reply]
Ass…….Selamat siang, pasti lagi ngajar y bu dosen? hehe…..
~Salam Sehat~
[Reply]
hahahaha, boleh tuh cowok nyengir kuda di tag di FB, jadi gak bisa ketawa, saking lucunya. emang kalo tampang masih muda walau umur dah nambah, tapi lingkungannya dikampus,bakal awet muda terus….
[Reply]
ha..ha…ha..
BTW Pemuda itu bukan gw kan ria…
*Celingak celinguk.com*
[Reply]
ketawa dulu ah, hahahaha…
ketawa bukan ga setuju, tapi ceritanya yg lucu, ei… NGAPAMI?
saya setuju dengan kalimat itu, tapi kadang kita harus menilai sesorang dalam waktu yg relatif singkat. nah, pada saat seperti itulah kemungkinan mau nggak mau kita harus menilainya dari kesan pertama.
nice article
i mkiss you
[Reply]
eh… i miss you
[Reply]