Kota Duri (Part 3)
Setelah bercerita tentang Kota Duri (Part 1) dan Kota Duri (Part 2) Kali ini yang ingin diceritakan adalah tempat-tempat berbelanjaan kebutuhan sehari-hari di Kota Duri…hehehehehe…pastinya tempat belanja, minimarket atau swalayan yang banyak pengunjungnya. Adapun tempat-tempat belanja ini hampir semuanya sudah dikunjungi olehku satu-satu dan letaknya pun tersebar di seluru penjuru Kota Duri. Ohya ini hanya sekedar pendapat dari seorang Ria ya, bukan rujukan yang mutlak dan tentu saja bukan Iklan.
Maksudnya, biar yang tinggal di kota lain bisa tau juga kalau Duri itu gak kalah kok dengan kota-kota kecil lainnya, serta kemajuan Duri semakin hari semakin meningkat. lagi-lagi menurut pendapatku nih bahwa warga Kota Duri itu cenderung konsumtif…hehehe…makanya terciptalah postingan ini *mungkin termasuk yang posting ya?* ![]()
Kalau begitu mari kita mulai :
Commissary

Commissary Sebelum Renovasi
Commisarry ini letaknya di dalam Kompleks Chevron, diperuntukkan bagi karyawan chevron yang bermukin di dalam kompleks, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi orang yang tinggal di luar komplek untuk berbelanja di sini. Untuk mutu dari barang yang di jual terjamin sekali karena berada di wilayah kekuasaan Chevron maka dari itu semua harus memenuhi standart chevron *yang bener2 wah dan terjamin kesehatannya walau terkadang suka berlebihan…hehehehe* di Commissary ini dijual berbagai macam makanan import terutama crackers dan kue, ada juga pabrik roti kecil J&C yang rasanya…nyummy…. bisa pesen Cake Ultah juga, ada sayuran segar dan buah2an serta Ada juga makanan-makanan instans yang tinggal diolah. Dulu ada pasar kecil di samping commissary ini yang menjual sayuran dan lauk segar tetapi beberapa waktu yang lalu sudah ditutup. Untuk masalah harga di Commissary terbilang lebih mahal dibanding dengan toko swalayan yang lain tetapi sebanding kok dengan kualitasnya.
Mesjid Ushuludin
Senja Hari di Depan Mesjid Ushuludin
Mesjid Ushuluddin ini masih berasa seputar kompleks Chevron, di belakang mesjid ini ada swalayan kecil yang lumayan lengkap dan dan ada pasar dipagi hari untuk sayuran, ikan, daging dan buah segar. Harganya cukup kompetitif bersih dan nyaman untuk berbelanja. Beberapa kali masak memasak hari sabtu dan minggu diriku berbelanja di sini, kalau malas berbecek-becek di pasar ya alternatifnya disini hehehehehe… *maaf foto swalayannya tidak ada
*
Mesjid Raya

Foto ini dikirim by email Oleh Mas Budi, tapi kok yg keliatan hanya mobilnya aja ya? hehehe

Tanda Panah Menunjukkan Lokasi Swalayan, persis di sebelah Mesjid
Swalayan ini tepat berada di samping Mesjid Raya kompleks Chevron Duri, selain menjual kebutuhan sehari-hari di swalayan ini menjual pula baju-baju, ada gerai Eiger dan pernak pernik. Plus jika kesini dipagi hari ada penjual sarapan pagi dengan lontong sayur padang yang enak itu…nyummy…. ![]()
MariGold
kan tempatnya kecil...susah belanjanya disini!
Mari Gold ada swalayan kecil yang paling ramai pengunjungnya *menurut survey pribadi sih
* Swalayan ini adalah swalayan dengan barang lengkap dan harga murah bahkan rekanan dengan kantor untuk mensuplay kebutuhan seperti Tissue, gula, kopi, air mineral dan kebutuhan lainnya. Letaknya strategis karena dekat dengan kompleks perumahan Chevron *Gate 3 Duri Camp* tetapi sayang tempat dan ruangannya kecil jadi terkesan barang-barag yang dijual penataannya kurang bagus bahkan cenderung terlihat berantakan. Beberapa kali menggelar Bakti Sosial diriku membeli Sembako disini karena memang mendapat rate kantor yang lebih murah ![]()
Coba Marigold ruko atau bangunanya diperbesar, pasti nyaman deh berbelanja disini.
Sari Guna

Sari guna ini di samping tempat aku mengajar 2 semester kemarin ![]()
Sari Guna terletak di Jalan Hang Tuah bersebelangan dengan SD Inpres. Sari guna ini ramai dikunjungi di malam hari, beberapa orang senang membeli kue dan camilan disini karena ada beraneka macam pilihan. setahun yang lalu AMIK mitragama menggunakan ruko persis di samping Sari Guna ini untuk Kantor yayasan dan selama 6 bulan dipakai untuk perkuliahan karena kampus yang lama tidak cukup menampung mahasiswa. Kalau sekarang sih sudah tidak lagi karena kampus barunya AMIK suka beroperasi.
Waktu mengajar di samping Sari Guna ini pasti ada saja mahasiswaku yang menyiapkan minuman dingin di meja…hehehehe…
Mandiri Swalayan

Mandiri Swalayan yang selalu Ramai...
Ini adalah swalayan favoriteku berbelanja, selain lengkap untuk kebutuhan sehari-hari harganya cenderung murah. Hampir setiap bulan untuk kebutuhan sehari-hari diriku berbelanja disini. Secara pribadi aku merekomendasikan swalayan ini, sayang setelah dibukanya Ramayana Duri, Swalayan Mandiri lebih sepi mungkin dikarenakan banyak pelanggannya beralih ke Ramayana. Mandiri Swalayan ini terletak di Jalan Sudirman depan Hotel suzuya dan disamping Jalan Nusantara.
Pasar Mandau
Pasar Mandau...tempat Teramai di Duri ![]()
Sisi yang di penuhi dengan berbagai type dagangan

nah kan ada ruko emasnya...dan baliho besar diatas itu iklan hihihihi
Pasar Mandau terletak di Jalan Sudirman, Pasar ini adalah Pasar yang paling besar di Kota Duri . Berbagai barang dijual di area Pasar ini mulai dari kebutuhan sehari-hari sampai dengan barang elektronik dan Toko emas. Pasar ini beroperasi dari subuh sampai malam hari. Kalau ingin melihat banyak orang lalu lalang dan sedikit menikmati macet silahkan melintasi pasar ini
.
Ramayana
Ini loh Ramayana nya Kota Duri ^^
Lobby Ramayana

hehehehe...Midnight Sales...heboh!!! berasa di Metro ![]()
Inilah salah satu tempat berbelanja kebanggaan Kota Duri…hehehehe…dan satu-satunya Departemen Store yang berbentuk Mall
Ramayana ini terletak masih di Jalan Sudirman berlantai 3 dan dilengkapi dengan area bermain anak-anak *game zone, aku suka main di game zone!!! jadi inget punya lebih dari 1000 tiket yang siap ditukarkan hehehehe…* ada juga Food Court yang menjual makanan dan minuman. Ramayana ini baru beroperasi sekitar 6 bulan yang lalu dan cukup menarik perhatian, bayangkan saja awal-awal ketika Ramayana ini baru beroperasi penuh sesak dengan orang-orang yg berkunjung, sampai-sampai tempat parkiran meluap dan jadilah tempat parkiran di sepanjang kiri kanan jalan dimanfaatkan mencari duit oleh pemuda-pemuda yang tinggal di sekitar Ramayana ini. Hal yang bikin heboh juga adalah adanya “Midnight Sales” jam 10 – jam 12 malam ….huhehehehehe serasa di Metro atau Centro kan? ![]()
Mandau Town Square
Mandau Town Square wanna be!

Nah ini jadinya, tapi belum Rampung dan belu dibuka
Ini adalah Mall pertama yang akan hadir di kota Duri
pembangunannya 80% telah rampung, berlokasi tepat di belakang Mandiri Swalayan *nasib Mandiri Swalayan gimana ya setelah Mall ini jadi?*. Konsep mall ini adalah dibangun minimalis look dengan tambahan Apartment yang nantinya bisa disewa/dibeli oleh pendatang dan bagi warga Duri yang ingin berinvestasi. Harapanku dengan dibukanya Mandau Town Square ini nanti adalah dilengkapi dengan Bioskop 21 dan Toko Buku Gramedia, agar tidak perlu jauh-jauh jika ingin nonton dan membeli buku. Bagaimana nanti penampakan Mandau Town Square ini? kita lihat saja ![]()
**********
Sebenarnya masih banyak tempat belanja kebutuhan sehari-hari di Kota Duri misalnya ada Pasar Sebanga, ada toko-toko di daerah KM 125, ada pasar kulim dan toko-toko kecil yang lain. Hanya saja karena seringnya hanya beredar seputar tempat yang ramai maka yang tertangkap olehku ya tok0-toko tersebut diatas.
Untuk cerita selanjutnya mungkin tentang Kuliner di Kota Duri…nanti deh kalau mood untuk menulisnya sedang bagus, dan foto-foto sudah terkumpul semua. Part 3 ini aja sudah terpending dari dua bulan yang lalu…hehehehe…
Ohya mulai besok diriku cuti, jadi untuk sementara tidak berada di Kota Duri tercinta dan akan pulang kerumah Mama di Bekasi *can’t hardly wait to see my beloved Mom* sudah punya beberapa rencana dengan temen-temen, by the way ada yang mau kopdar dengan Ria? ![]()


hihi Ria, ‘Confessions of a Shopaholic’ niyh ceritanya, klo main ke Bukittinggi palingan Ria bikin laporan tiga pasar saja: Pasar Atas, Pasar Bawah, Pasar Aur Kuning
Hi Ri…,
Aku akan pindah ke duri by april 5 ini… agak gamang juga nih, secara aku bawa baby 7 bulan… my permata hati, moses. boleh gak kita copy darat ri? waiting for your respond… ta ta…
Duri kota toh, baru tau wempi
jadi ingat awal-awal buka ramayana di padang, parkir meluap sampai ke badan jalan. dan cuma lihat-lihat doang
Ada teman yang bilang dia sekarang bekerja di kota Duri, oh ternyata di Riau toh, maaf baru tau..hehe.
ah.. semakin dilihat, semakin menjdai-jadi keinginan untuk melancong ke duri… duri.. sederhana, tapi tajam menusuk!! hahaha…
kapan-kapan deh kak, ku sharing juga gimana kota padang..
loh, mbak ria postingnya banyak tempat belanja
tapi, jadi tahu tentang Duri yang kota minyak itu.
sejak pertama penasaran tentang Duri, ternyata ceritanya sudah pernah diposkan, ceritanya panjang sampai part-3, sepanjang jalan menuju duri, hehehe…
Saya yakin …
Uda vizon akan terkenang kenang nih …
Hawong kampung halamannya di bahas habis
hehehe
Uda … Uda ?
Lho si Uda belum kesini rupanya …?
Pasti kalau sudah kesini … dia pingin pulang ke duri nih … hehehe
Thanks Ria, Reportasenya
Salam saya
hadir Om….
benar nih, si Ria sudah berhasil membuatku kelimpungan, dan kepengen pulkam…
reportase ala Ria nih…
wah, berarti jauh lebih maju daripada kota tempat tinggalku sekarang hehehe…nggak ada apa-apanya deh hihi…tapi tetep aja kusyukuri…Wherever my husband is, that’s my home…
Huaaaa Riaaa… benar sekali apa yang dibilang Om NH, postinganmu ini bikin diriku dag dig surr…
Commissary adalah tempat belanja tersombong menurutku. Dahulu, ketika kami anak luar komplek belanja ke situ, sering merasa minder dengan anak-anak kompleks itu. Kelihatan sekali mereka melecehkan keberadaan kami melalui bahasa tubuhnya.
Masjid Ushuluddin dan Masjid Raya adalah dua tempat yang aduhai menurutku. Di sini, kegiatan kepemudaan terorganisir dengan baik, nyaris tidak terlihat perbedaan anak kompleks dengan luar kompleks…
Pasar Mandau..? oalah… itu adalah pasar teramai sekaligus terjorok… huahaha… eh Ria, fotonya digeser dikit napa? biar terlihat ruko si Babe, hehehe..
Duri memang tidak dapat menghindar dari pertumbuhan mall. Baguslah… karena itu akan semakin menyemarakan kota Duri, dan sekaligus membuat penduduknya tidak katro-katro amat, sehingga gak malu-maluin kalau masuk mall besar di Jakarta, hehe…
Ok, komenku memang panjang banget, soalnya ini benar-benar membuatku kangeeeeenn…
Thanks ya Ri…
Eh, cuti ya? wah, mampir ke jogja dong?
Yaah …. kayaknya mall sudah tumbuh dimana-mana ya? Kalau di Yogya, Ramayana bukan termasuk mall ‘berkelas’. Hmm, kalau mau dikasih kelas juga, mungkin kelas tujuhlah, sesudah Ambarukmo Plaza, Malioboro Mall, Galeria, Saphir Square, Progo, dan Ramai …
Wah, ketahuan Ria hobi shopping, habis tempat favoritnya mall melulu … hehehe …
kota duri ternyata mengalami perkembangan yang cukup dinamis, mbak ria, merebaknya budappya konsumtif hampir dialami semua kota di negeri ini, kok, mbak. selamat tahun baru hijrah, mbak.
Hhmm…KOta Duri/….Kapan ya Mbak Ria saya sempat melancong ke sana…
Mohon sambutannya ya kalo bisa ke sana he he he…
Duri, kota yang indah dan nyaman
Wah…
Butuh dompet yang tebal juga ternyata
…

Di tunggu postingan kuliner kota duri..
Harusnya urusan perut di no.1 mbak..
He..he..
…
ramai juga kota duri… swalayannya jugacukup banayk, ada pusat kerajinan gak disana ?
met menikmati akhir pekannya jeung
salam hangat selalu
p cabar
Ini tidak sesuai dengan ceritamu, Ria. Kamu bilang di Duri banyak mall. Lha, buktinya tak lebih dari deretan ruko tempat jualan kebutuhan sehari-hari gitu? Hihihi. Becandaaaaaaaaa…………
Rajin juga ya kamu, melakukan repostase kecil-kecilan seperti ini. Ada satu hal yang ingin kulakukan tapi belum kesampaian tentang kota Bandung, Ri. Bukan soal mall, FO, atau tempat belajanya. Kalau itu udah basi. Tapi tentang banyaknya ruas jalan, yang kalau kita lewati secara berbalik arah, terdapat satu pemandangan, atmosfer, atau nuansa yang berbeda karena dia luar kelaziman (rutinitas). Auranya terasa lain. Terutama memang di bangunan-bangunan tua peninggalakan zaman kolonial sih…
Sekadar usul nih, Ri, lain kali repostase juga dong ada berapa banyak kantor TIKI di kota Duri… *kabur*
Kota Duri itu panas sekali bukan sis?
Saya baru sekali ke Duri, udah lama banged sih, 8 thn lalu heheee…. Tp belum pengen kesana lagi krn ga tahan panasnya itu.
Nampak menarik nih. Kok saya tidak pernah lihat promosi tentang Duri di agen perjalanan ya? Bagaimana cara transportasi mencapai Duri?
duri itu dimana ya? *lho?
Hahaha…. Duri
Satu jam lagi berjalan kearah Timur sampailah kamu di kota kelahiranku, Dumai. Aku paham sama ceritamu disini…. dan sepertinya Duri dan Dumai udah berkembang cukup pesat dibandingkan terakhir kali saya kesana ya, kira-kira 10 tahun yang lalu…
Betah tinggal di Duri ya, Ri? *oops…celingak-celinguk mastiin nggak ditimpuk Uda Vizon*
wah liputannya serasa ikut berada disana, banyak photo.. aliran streetphotography,.. bikin menambah wawasan mataku, salam kenal.
Hmm lumayan banyak juga tempat belanja walopun tetep gak selengkap Jakarta ya Ri.. ah akhirnya gue tau Commisarry yang sering lu sebut2 kalo chatt
hehehe
Salam silaturahim dari Lereng Muria
Sambil mengucapkan Selamat Hari Ibu tapi ndak mudeng yang keberapa ini yah?
Semoga Ibu-ibu di Indonesia masih semangat buat ngeBlog
Selamat Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru 2010…
Wah… blognya bagus…
salam kenal
Sukses
di kota duri internetnya kenceng ga? huehe.. di riau ya? dulu pernah kesana. udh lupa sekarang kyk apa.. kyknya ga banyak perbedaan
wah, masjidnya itu
indah
reportasenya lengkap deh…. belum pernah ke Duri, kapan ya bisa ke sana
Jadi bisa melihat kota Duri melalui postinganmu…saya cuma sampai Pakanbaru, itupun sudah 5 tahun yang lalu.
wuee keren keren…
ternyata tempatnya bagus juga…
commissary nya aja kayak gitu
kalo di tempat gw, gak begitu rame
yah, maklum lah kompleknya dalam kawasan
selamat berlibur yah
ri, aku beberapa kali ke duri, menginap di rumah abang di dalam kompleks itu. dan setuju, harga barang-barang di commissary itu relatif mahal.
duri memang kota kecil yang panas. tapi bagaimanapun, setiap kota yang kita panggil rumah harus bisa dicintai toh? dan kamu sudah menemukan cara mencintai kota ini. karena duri, dengan ukurannya yang demikian, merupakan tempat tinggal yang relatif nyaman dan pastinya bebas macet. hehe.
Hi Mbaaakkk…Saya datang lagi
Belom pernah kesana,

nice info dah
Ramayana satu-satunya dept.store merangkap mall yg ada di Duri?? Pindah Jakarta aja kalo gt, Ri! *loh?*
Kalo rumahmu sebelah mana, jeung?
cccckkkk kok ga ada yang baru nih hihihi
masih liburan ya
wisata alamnya gimana, mbak? dipost juga dong kalau ada..
Sudah tambah berkembang ya kota duri itu. Yang pasti akan tambah banyak lapangan pekerjaan hadir di kota tsb.
ria,pa cabar?
met tahun baru y………..hehhe
salam hangat dari blue
senangnya bisa jalan jalan
Setau gue di duri Swalayan yang paling murah dan lengkap kata ibu-ibu di Mandiri Swalayan.walau ramayana dah buka tapi mandiri swalayan masih tetap penuh sampek antri. kata ibu-ibu biar antri asal murah dan lengkap
gw juga pernah jalan- jalan keduri, gw belanja di mandiri swalayan. nyaman banget, karyawannya cantik- cantik dan ramah,harga murah. pokonya mandiri swwalayan gak ada duanya. walau gedungnya gak semewah yang lain, tapi kalau belanja mandiri deh.
Membaca dan melihat tulisan dan foto-foto itu, saya jadi teringat masa kecil dulu. Saat itu, aku tinggal tak jauh dari kompleks Pertamina. Betapa jauh perbedaan antara kampungku dengan kompleks itu. Bak langit dan bumi.
wedew … lengkap bgt ulasan tempat blanjanya
Onde…dah lamo awak tingga dan balanjo di swalayan Duri ….indak ado nan labiah murah dan ramai kecuali di mandiri…., sanak awak kasinan balanjo sadonyo.
Nan paling murah barang harian tu…aaa, lamak banajo di mandiri. Salam buek sanak2 awak yooo…
ini udin yang tinggal di complex bekasap kan…? yang mamak Minang bapak Italy…? belanja ke Mandiri juga ya Udin..? enak ya belanja dimandiri swalayan, dari pada ramayana, gedung mewah harga selangit gak nyaman lagi. ajak- ajak ya kalau kemandiri.
Mandiri swalayanist the best
tinggal diduri memang enak. kalau belanja kebutuhan sehari- hari tempatnya ada MANDIRI SWALAYAN. nyaman bangt belanja disana. masa iya harga nya sama dengan harga dipekanbaru. murah bangt. gw aja tinggal diduri baru 3 bulan udah jatuh cinta belanja disana.
hmmm, menarik

tapi sayang…
tuh icon nyengirnya kebanyakan
Ah… Gw masih blom tertarik kalo disuruh ke duri… masih mending jakarta
Apalagi gak ada gramedia ma 21….
Setelah pulang ke Duri akhir taun 2009 kmrn, saya juga jadi pengen tinggal di Duri. Jauh lebih maju n berkembang daripada 2 tahun lalu. Slam kenal mba’ Ria
.
@ Gandi Wibowo
Walaupun di kota seperti Jkt, Bdg ada XXI,21 or Gramedia, paling2 mereka k sana 1 bulan sekali juga
wahhhh
saya udah bener2 lupa and ga punya gambaran lagi tentang DURI
dan melihat gambar2 diatas, rasa-rasanya Duri udah menjelma menjadi kota, jauh berbeda dari terakhir saya meninggalkannya 1989.
thx for share
Duri oh Duri… tempat tinggal kami sekarang. Kota kecil yang ramai dengan perdagangan. Dekat pasar Mandau itulah tempat kami sekarang bersemayam. Ambil fotonya dari depan parker ya… dan yang satu lagi dekat Simpang Obor, haha dekat banget dengan tempat kerjaku.
Mereka yang sudah bertahun-tahun ninggalkan Duri pasti bakal tercengang dengan kota ini… Rame dan sibuk siang malam.
Bah…,pande puuuulaaakkk si Joko belanja di mandiri….., murah katanya.
Semalam Inangku belanja kesana …memamng murah , gampang lagi cari barangnya.Macam segampang belanja di kappung Aku….., Horas lae Joko
melate daa……….,
Hei….Joko sering jugag kau ke Mandiri yaa…., jgn2 ada cwk Kau di Mandiri tuu….., Memang enak Jok….belanja di Mandiri Swalayan.Kata orang tak kenal maka tak sayang………., kayaknya semua hallak kita sudah melekat nama Mandiri Swalayan…apalagi annakku si Robin itu…tiap minggu harus main di Ezone…, katanya harga coin murah, 1 coin bisa langsung main lebih lama.. pokoknya selamatlah buat mandiri.Tolong bilang Joko supaya harga paling murah tetap pertahankan terus……!!!!!!!!
he…he… bener kota Duri seperti ini tp ada sawit dan tempat mancing yang wow…. ntar kalo ada kesempatan akan saya posting juga berikut area kerja disana serta kehidupan dari a – z jd kalo perbedaan kompleks dgn luar kompleks sudah tidak berbeza…. dikarenakan pengusah sudah bnyk….
thank’s ria….
Aku kalo main ke duri minta anterin jalan-jalan nih sama mbak ria, mau kan..
Hmmm,
Lihat postingannya jadi teringat lagi tentang kota yang satu ini kira-kira 10 tahun yang lalu…..
Bahasanya yang khas, pasarnya, kulinernya, masyarakatnya.
Masih adakah jalanan yang berlubang sana-sini? Masih seringkah mati listrik?
Complex CPI dengan mesjidnya, taman-tamannya, commissarynya, lapangan olah raganya, lapangan latihan mengemudi, complex-complexnya (Sibayak, Seulawah, Krakatau, Marapi, Dempo), kolam renangnya, tempat bowlingnya, lapangan basket, karaoke, dan rasa beef-steaknya itu loh….
Terngiang-ngiang canda-tawa dan senda gurau anak-anak Cendana…
Tergambar dengan jelas dalam ingatan angggukan pompa minyak yang saling bersahut-sahutan sepanjang jalan perjalanan Penbaru-Duri-Bangko
Masih tercium aroma ikan bakar khas Melayu-nya, dan aneka jajanan di “Kangen”
Masih teringat juga dikala berkeringat ria sambil menikmati bakso “debu” dan kolding, belakang pipa dekat gate-3.
Atau pergi memancing ke Rangau bahkan ke Jurong…..
Biarlah tetap menjadi kenangan masa lalu….
hallo Ria kita jumpa lagi