Sebuah Permintaan

Aku menyusuri jalan menuju rumah hari itu ketika HP berbunyi, di ujung sana ternyata kamu menelponku dan bertanya apakah aku ada di rumah nanti malam. Setelah menimbang aku berkata bahwa kamu boleh datang kerumahku karena aku akan di rumah saja mungkin di temani selimut untuk mengusir hawa dingin musim hujan bulan ini sambil menonton TV ditemani secangkir teh hangat dan setangkup roti tawar berseleai strawberry. Kamu tertarik menemaniku ujarmu,dan berjanji akan datang tepat waktu.

Jam 7 malam lewat beberapa detik dirimu sudah menampakkan diri di depan pintu rumahku, berbalut sweater coklat yang sangat kamu gemari itu, Kamu membawakanku martabak langganan kita untuk menemani minum teh. Kemudian aku ingat sekali kita berdua duduk terdiam menikmati siaran TV yang aku tau tidak sepenuhnya kita resapi, ada diam yang entah kenapa aneh malam itu. Kamu lalu memulai percakapan kita dengan bertanya tanggal berapakah hari Sabtu nanti, pertanyaan itu aku tau hanya sebagai pengingat bahwa kamu menanyakan apakah betul hari itu tepat hari ulang tahunku. Kamu bertanya padaku adakah sesuatu yang aku inginkan pada hari itu, agar kamu bisa memberikannya untukku sebagai sebuah kado ulang tahun. Aku jawab tidak ada dan nanti jika memang aku menginginkan sesuatu aku akan memintanya nanti.

Hari ini aku telah menyusun suatu rencana untuk melewatkannya bersamamu dan sudah mengatur semuanya untuk keberangkatan kita nanti sore berlibur di pulau mawar, aku membayangkan sangat menyenangkan pastinya berlibur disana di tempat aku akan bisa menghirup harum air laut, merasakan semilir angin menyentuh kulitku dan aku akan di kelilingin oleh teman-temanku bercanda bebas berlarian di tepi pantai…ya sore nanti akan jadi milikku untuk dua hari.

Setelah kurapikan barang perlengkapan kita nanti disana, aku melihatmu datang dengan mobil Fordmu terparkir sembarangan, setengah berlari kamu menghampiriku dan berkata bahwa kamu tidak bisa berangkat sore ini karena suatu hal dengan alasan kamu sudah berjanji ke orang lain dan mengira bahwa kita akan berangkat keesokan paginya, well aku hanya terdiam mendengarkan semua penjelasan yang kamu berikan tanpa sedikitpun meresapi. Lalu aku menjawab bolehkah aku memakai sebuah permintaan yang kita bicarakan tempo hari? kamu hanya terdiam karena kamu tahu yang aku minta adalah kamu ikut bersamaku sesuai rencana kita dan teman-teman. Dari raut mukamu aku melihat jelas bahwa kamu tidak bisa memberikan apa yang aku minta walaupun sebuah permintaanku hanyalah Waktu…ya waktu untuk kuhabiskan denganmu.

**********

Kamar Kost, 21.18
Terinspirasi dari curhat seorang teman.
Yang kuat ya dear, akan indah pada waktunya kok ;)

60 Responses - Add Yours+

  1. alamendah says:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Waktu terkadang sangat mahal melebihi mobil dinas para menteri. Juga sangat langka melebih Badak Jawa.
    Hehehe.

  2. didot says:

    tidak ada yg kebetulan,semua terjadi untuk alasan yg BAIK ,jadi ketidak pergian itu juga merupakan hal yg positif tentunya. mungkin aja disana nanti kenapa2 dalam perjalanan? bersyukur aja deh,berarti bisa melakukan hal2 lainnya di kost,seperti membaca,menulis,ataupun sekedar istirahat:)

  3. aurora says:

    wuih.. bang alamendah cepat tanggap abis… pertamaxx mulu….

    back to topic: kak riaaa!!! aku kangen…. akhirnya kakak menulis juga(atau emang aku yang jarang blogwalking?) yang jelas tulisannya keren! dari curhatan saja bisa lahir tulisan, yang mungkin bisa jadi cerpen yang hebat…. mantap kak!!!

  4. ikkyu_san says:

    wow

    sekilas kupikir ini curhatan kamu…
    eh ternyata terinspirasi dari curhatan teman!
    (Curhatan aku bakal jadi skenario sinetron ngga ya?)

    EM

  5. elia|bintang says:

    shit happens. tapi hari baik juga selalu ada.. that’s life *ceritanya mau komen yg bijak* :p

  6. zulhaq says:

    bilang ma temennya, mau gak gw temenin??? *nyinyir*

  7. zee says:

    Tadi udah baca di jalan dan mo komen tp susah bener ya klo dr hape? Hehehee…
    Yah, kuatkan hati temanmu… tidak semua pria (eh itu pria kan?) di dunia ini tahu cara menepati kata2nya :D

  8. vizon says:

    nanti sang cowok bakal bilang juga: “hanya satu permintaanku, tolong pahami diriku”. gimana tuh? hehehe… :D

    seperti yang dikatakan Om NH, untuk menjadi sulmet itu, kata kuncinya adalah SALING.
    *syukurlah bila ini bukan cerita tentangmu*

    .-= vizon´s last blog ..jamur & zupa =-.

  9. peri says:

    semoga sahabatnya tegar yuah
    salam kenal

  10. yustha tt says:

    curhatan teman atau curhatan teman?? :P

  11. Omiyan says:

    moga dia mengerti

  12. Abu Ghalib says:

    kalo aku jadi temennya RIA yang curhat itu, aq mending sekalian ikut acaranya (pacarnya apa siapa sih?), biar sama2 bete hehehe…

  13. Yu2n says:

    dalem nih Ri.. :lol:

  14. Lala says:

    Hm..

    Ceritanya singkat, tapi ujungnya keren banget. Love this, Ria…

    Anyway,
    Everything’s okay?

  15. ndra says:

    abang atau si rumus yah, hmmm…wataw
    btw itu jaket coklat gue yaks, hahahaha

  16. DV says:

    Fotonya menarik.. kamu yg sebelah mana, Ria? hehehehe
    Btw kamu suka Ford ya? Karena bentuknya bagus atau karena kamu sudah terlalu banyak bergaul dengan bule2 kantormu yang pastinya menyukai Ford juga? :)

  17. Hajier says:

    Cerpen yang singkat dan padat.
    Hmmm,,,, alangkah sakitnya dikecewakan seperti itu, tapi mungkin ada urusan yang lebih penting lagi…

  18. Tuti Nonka says:

    ‘waktu’ memang seringkali menjadi musuh dan sumber bencana bagia para pasangan. Ketiadaan waktu untuk bersama, jika itu hanya bersumber dari satu pihak, pastinya akan menimbulkan kekecewaan bagi pihak lain. Ujung-ujungnya, hati menjadi dingin, tak peduli lagi, dan … kehancuran mengancam!

  19. Felicity says:

    Bagus banget penulisannya Ria…. salut.

    BTW, gw penasaran tuh cowok jangan2x…. Duh, berprasangka baik aja dulu deh… Yang jelas kalau jodoh nggak akan kemana2x…. Salam buat temanmu itu ya…. semoga dia sudah bisa tersenyum kembali :)

  20. Salam super-
    Salam hangat dari pulau Bali-
    menarik sekali artikel anda…

    sukses untuk Anda…

  21. Yessi says:

    hanya waktu
    itu sajapun tak bisa
    apalagi kalo aku minta cinta?

  22. tarqy says:

    nice story,…
    mampir setelah lama tak berkunjung…

  23. racheedus says:

    Ya, udah, deh. Ntar kita bikin janjian lagi. Belanda masih jauh. He…he…

  24. AtA chan says:


    Waktu memang sangat berharga ya mbak..
    Buat yg gila kerja, kadang memang lupa meluangkan waktu buat pasangan..
    Udah kayak kena narkoba..
    Aku sendiri mengalaminya..
    :-)
    ..

  25. Wandi thok says:

    Katanya nggak punya tipi mbak? Haiyo ngaku ajah? :lol:

  26. nanzzcy says:

    waktu yaa?? hmm.. kadang2 kita memang nggak sadar untuk tidak membaginya kepada orang yg kita sayang

    nice post sist.. :)

  27. ridu says:

    wah kamu teman yang baik.. semoga temen kamu itu bisa kuat yaa..

  28. Felicity says:

    Jeung…

    Minta ijin pake namamu di post tentang ‘About Blog’ yak…

    Yuks… mareee… :D

  29. antokoe says:

    moga-moga ada yang bisa diambil dari cerita ini

  30. andika says:

    salam kenal aja deh
    hehehe,,, btw, ada post baru tuh dirumah ane

  31. sauskecap says:

    wah semoga indah pada waktunya…. tetap bermimpi dan berusaha untuk mewujudkan mimpi

  32. marshmallow says:

    yakin bukan tentangmu, ri? hehe.

    terkadang waktu memang jauh lebih bermakna dibandingkan pemberian apa pun ya, ri. tapi sayangnya, seringkali orang berpikir bahwa dengan memberikan sesuatu bentuk materi sudah mewakili segalanya.

    ya, syukurlah bukan kamu.

  33. nh18 says:

    “… dan mengira bahwa kita akan berangkat keesokan paginya …”

    Sebuah dalih alasan menampik yang kurang ELEKHAN !!!

    (mesti di training ini orang …)
    hehehehe

  34. achoey says:

    dibawakan dengan penuturan yg bijak
    ehm :)

  35. Wempi says:

    ya… yang kuat jangan lebay mode on. waktu cuma 24 jam sehari.

  36. sibiru says:

    Enaknya jadi tempat curhatan. Bisa jadi inspirasi tulisan dan update blog.

  37. yos says:

    curhat temen apa curhat pribadi neh, hehehe

  38. infoaja.com says:

    infoaja.com kelihtnya kunjungan pertama ni, salam kenal ya..

  39. Hary4n4 says:

    Waktu kadang sering gak kompromi dgn keadaan ya mbak.. Maaf, baru berkunjung.. Salam hangat… Salam damai selalu….

  40. blue berkunjung saja mensiportmu kawan lamaaaaaaaaaaaaaa
    salam hangat dari blue

  41. depz says:

    ralat ahh
    indah pada waktuNYA
    ;P

  42. darahbiroe says:

    setujuh dengan penutup,,, semua akan indah pada waktunya hehhehe

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih

  43. genial says:

    saiia nunggu curhatan saiia masuk sini kira-kira kapan iia?!?!?? hhmm…

  44. D3pd says:

    Selamat malam dan pagi cz sudah lewat jam 12 malam !…salam ^_^…V

  45. Mamah Aline says:

    cowok yang gak ngerti perasaan wanita… gak komitmen dengan kesepakatn semoga temanmu tak berlarut dalam masalah ini

  46. terkadang emang curhatan temen itu lebih membuat qta tergugah untuk membuat suatu alur cerita.. :-)

  47. Cipu says:

    Wuiihhh blogv nya apik, keren pokoke…

    halo Ria, saya temannya Feli. Link nya kumasukkan ke blogroll ku yah… Love ur posts

  48. Okkots says:

    What can you expect more rather than spending time with the one you love, right?

  49. mangkum says:

    Si cowoknya harus ngerti kalau tipe cinta pasangannya lebih kepada waktu yang berkualitas daripada ucapan, perhatian dan sentuhan yang menghangatkan. (Hihihi… Habis denger di radiotalk kemaren… :D)

  50. aulawi says:

    cerita yang bagus, jadi inget temenku yang merasa kesepian gara2 sering ditinggal suami karena sibuk bekerja :) salam kenal :)

  51. Modal dasar … dari ini aku telah menyusun suatu rencana untuk melewatkannya bersamamu

  52. adelay says:

    Mbak Ria,
    Membaca ceritamu, bikin deg degan…
    Saya sedang was was membaca kalimat demi kalimat..

    Untunglah… walaupun bukan benar benar heppy ending, bukan perpisahan di akhir alinea yang saya baca.

    hmmm….

  53. edratna says:

    Dalam kehidupan modern ini justru waktu yang sulit dipenuhi…
    Mungkin karena itu saya tak pernah memaksakan waktu…setiap waktu yang ada bisa dinikmati berdua, itu lebih penting…siapa tahu dia membatalkan acara untuk menemanimu?

  54. trisnok says:

    salah satu masalah besar dalam hubungan..yah waktu dan waktu, kalo tidak waktu pengertian, tp apapun itu mungkin sudah pilihannya dan terserah kita mau menerima orang yang seperti itu atau tidak :)

  55. nakjaDimande says:

    teruslah berprasangka baik, pada dia dan pada DIA.
    klo dia emang bukan yang terbaik pasti DIA akan bertindak :D

  56. didot says:

    ditunggu kehadirannya di rumah saya yg baru;p

  57. Bro Neo says:

    hmmmm…. sentilan ini mengena ke aku juga :-(

  58. Ri.. kasih agenda ati hape yang bisa ngatur schedule ke orang itu.. biar gak bentrok gitu lain kali..

  59. nanaharmanto says:

    something that money can never buy: TIME…

      Ria : betul banget mbak…apa jadinya waktu kalo bisa di beli :D

Leave a Reply