Sebenarnya postingan ini adalah postingan tertunda sebulan, karena jalan-jalan bersama IT Team sudah terlaksana akhir bulan February kemarin. Perjalanan ini kami lakukan tanggal 26 – 28 February 2010, dan sebenarrnya dimaksudkan agar IT team bisa refreshing sekaligus perpisahan untuk IQbal yang contract complete per 31 Desember 2009. Judul jalan-jalan kali ini dan tertera di Long Journey form adalah IT & Family GATHERING, karena tanggal 26 February tanggal merah makanya kami niatkan pergi berlibur dari awal bulan. sayangnya kami semua tidak lengkap karena Rika, Mas Riki dan Pak Prie gak bisa ikutan.
26 February 2010
Kami berangkat dari duri sekitar jam 2 siang, tadinya mau dari pagi tapi karena bawa keluarga dan harus menyewa satu mobil lagi jadilah kami memutuskan untuk berangkat siang hari setelah sholat Jumat dengan agenda hari itu akan mampir ke Rindu Sempadan di daerah Rumbai ditambah acara bebas malam harinya setelah sampai di hotel.
Kami sampai di Rindu sempadan sekitar jam setengah lima sore, dengan membayar masing-masing Rp.3.000,- /orang dan Rp.5.000 untuk kendaraan kami di perbolehkan masuk melewati gerbang. Rindu sempadan sendiri adalah Hutan yang dijadikan taman rekreasi oleh pemerintah Riau terdapat hotel dan danau buatan di sini. Hutannya pun dilengkapi dengan arena bermain yang agak ekstrim untuk pelatihan fisik seperti berjalan diatas ban yang disusun menghubungkan duah buah pohon, jembatan tali temali dan beberapa permainan lainnya. Perlu dicatat bahwa tidak safety bermain disini dan tidak di anjurkan untuk anak-anak! *karena tidak ada pengamannya*.
Kami hanya sebentar di Rindu Sempadan, karena hanya beristirahat sejenak minum dan makan snack bekal yang di bawa dari Duri. Anak-anak Pak Boedy sendiri pun puas berlari kesana kemarin karena tempatnya cukup bagus walaupun tidak bisa di sejajarkan dengan daerah puncak di Jawa Barat atau daerah Bukittinggi si Sumatra Barat soalnya Panas! hehehehe…
Setelah puas bermain-main di area hutan ini, kami pun akhirnya bertolak ke Pekanbaru dan menginap di Hotel Pelangi. Cukup membayar Rp. 195.000/Malam dengan fasilitas yang tidak kalah dengan hotel berbintang (ber AC, Breakfast dan Air Panas). Senggaja membooking kamar di hotel ini karena temen-temen memintaku untuk mencari hotel yang bersih, nyaman dengan tarif yang murah hehehehe…ceritanya sih mau melakukan perjalanan murah meriah tapi puas. Malam itu tidak ada acara khusus selain makan bersama di Koki Sunda *salah satu Most recomended restro di Pekanbaru yang terletak di bilangan Jalan Sudirman*. Aku Mewanti-wanti sama mereka bahwa besok kita akan melakukan perjalanan jauh, sebaiknya jangan terlalu capek dan jangan begadang! Tetapi tetap saja namanya anak-anak muda ya mereka mana betah sih di hotel, jadilah kami yang masih single jalan keliling Pekanbaru dan terdampar di Nav2 sampai dengan tengah malam hehehehe… *dasar emang pengen karaoke aja kali
*.
27 February 2010
Rencana hari ini adalah ke Istana Siak, percaya atau tidak kami yang pendatang walaupun sudah menginjak lebih dari 3 tahun bekerja di wilayah Duri-Riau tapi tidak sekalipun kami pernah mengunjungi Istana Siak. Konon katanya jaman dahulu kala Kerajaan Siak sangat terkenal sebagai salah satu kerajaan yang kaya kerena berada di jalur perdagaan walaupun hanya melewati jalur sungai Siak dari Selat Malaka. Perjalanan ke Istana Siak ini akan Kami lalui lewat darat dan tidak menyeberang dengan Feri, jadi malem hari sepulang karaokean diriku sudah di ingatkan untuk mencari peta perjalanan darat alhasil yang mengingatkan jangan begadang malah tidurnya jam 2 pagi…hehehehehe… ![]()
Perjalanan ke Istana Siak dari Pekanbaru dapat ditempuh dengan 3 jalur *ini menurut hasil browsng di internet*
- Pekanbaru – Rumbai – Minas – Perawang – Menyeberang Feri – Siak (Perjalanan ini akan memakan waktu lebih cepat jika Feri penyebrangan tidak mengantri tetapi sering kali antrian lebih dari 1 km, karena hal itu pulalah sehingga kami memutuskan untuk lewat jalan darat saja).
- Pekanbaru Menyusuri sungai siak, ini tidak di recomendasikan karena jalurya masih jalan tanah dan hanya dilewati truk truk atau kendaraan besar lainnya (gak mungkin bawa APV lewat jalan beginian…hehehehe).
- Pekanbaru – Lintas Timur – Pangkalan Kerinci – Siak (perjalanan ini memakan waktu sekitar 2-3 jam dengan jarak tempuh +/- 160 Km dari Pekanbaru mengambil jalan ke arah Jl. Hang Tuah lurus ke arah Lintas Timur atau bisa juga lewat Jl. Sudirman berbelok ke kiri kearah Harapan Raya dan langsung ke arah Lintas Timur. Petujuk jalannya lumayan membantu kami saja hanya sekali berhenti untuk memastikan jalur yang Kami tempuh benar).
Karena kami melewati jalur No.3 maka memang harus siap-siap nyasar, sudah tidak punya perlengkapan semisal GPS gak yakin juga kalo internetan Pakai Flash *seandainya kalau terpaksa ngecek google earth* bisa dapat sinyal bagus
.Alhasil untuk memastikan arahnya benar kami berhenti untuk bertanya di sebuah bengkel kecil setelah mengikuti petunjuk jalan ke arah Pangkalan Kerinci.
Perjalanan darat ini lumayan melelahkan, bukan karena medannya berliku-liku seperti jalan yang di tempuh Duri-Pekanbaru tetapi lebih karena medannya belum diketahui. Selama perjalanan pun kita hanya bisa terheran heran dengan kanan kiri jalan yang dilewati, bahkan jalanan setelah Simpang perak lumayan mencegangkan karena strukturnya naik turun dan harus masuk hutan sawit kemudian ketemu pemukiman yang ramai lalu masuk hutan sawit lagi dan pemukiman penduduk lagi mungkin apabila dihitung sekitar 3-4 kali seperti itu. Jalanan setelah Simpang Perak beberapa bagian aspalnya rusak, disinipun Kami harus saingan dengan beberapa truk yang mengangkut sawit.
Setelah melewati beberapa hutan sawit kami akhirnya sampai di persimpangan dengan arah ke kiri Perawang dan kanan ke Siak Indrapura, bukan main leganya karena diantara kami memang tidak ada yang tau arah dan benar-benar disorientasi hehehehehe…*modal Nekat bener deh!* Sekitar 20 menit dari simpang perawan itu terdapat persimpangan lagi, jika terus akan ke arah Zamrud sedangkan Siak belok ke kiri. Nah dimulai dari belok kiri inilah jalanan sudah bagus sayangnya hutan jadi gundul kiri kanan, sudah aku posting sebelumnya tentang hutan yang gundul itu disini.
Jalanan lurus kearah Siak ini akan melewati Jembatan Siak yang terkenal itu, jembatan ini diresmikan oleh Presiden SBY langsung makanya gak heran juga kalau jembatan itu bagus. Bahkan katanya diatas jembatan itu direncanakan akan dibangun restoran *gak bisa ngebayangin deh restoran di tempat tinggi gitu, mau naiknya aja serem tinggi bener
*.
Setelah perjuangan panjang Kami sampai juga di Siak Indrapura dan langsung menuju Istana Siak, yang patut aku acungin jempol adalah Siak itu Kota kecil yang bersih! tidak terlihat sampah di pinggir jalan. Pusat kotanya tidak seberapa besar tetapi rumah-rumah tersusun rapih dan jalanan mulus dengan hiasan lampu-lampu jalan bak melintasi kota-kota antik jaman melayu dahulu kala. Istana Siaknya sendiri berada agak masuk ke daerah pemukiman penduduk dan terletak persis 200- 300 meter di depan sungai yang mana letaknya ini membenarkan bahwa dahulu kala Siak terkenal dengan perdagangan melewati Sungai tersebut.
Memasuki Istana Kami diharuskan untuk melepaskan sendal dan membayar tiket *lupa juga berapa seorang tapi murah kok di bawa lima ribu rupiah* Awal masuk akan ditemukan batu peresmian restorasi Istana Siak oleh Presiden SBY dan terdapat suasana rapat musyawarah jaman kerajaan dulu. Istana siak ini terdiri dari dua lantai pertama berisi peninggalan berupa barang-barang, ada piringan hitam yang katanya cuman ada dua di dunia. Ada juga peralatan makan, meja dan senjata-sejata kerajaan, umumnya lantai satu ini berisi barang-barang yang di pakai untuk menjamu tamu dan umum dipakai di lingkungan istana.

Lampu Kristal asli yang tidak menggunakan Listrik hanya lilin atau minyak tetapi terangnya lebih terang dari lampu listrik 200 watt *ini kata penjaga istananya loh*

Tangga menuju lantai 2, berada di sebelakang bangunan ada dua buah disebelah kanan dan kiri *itu kok ada penampakan 2 orang
*
Lantai dua berisi kamar tamu, kamar Sultan beristirahat dan barang-barang pribadi misalnya meja khusus untuk makan Sultan Siak. Salah satu barang yang bikin aku amazing adalah, rompi anti peluru Raja Siak, jangan bayangkan rompi yang keras terbuat dari baja anti peluru ya! tetapi ini hanya berupa kain tipis berwarna putih *sudah menguning* dengan tulisan arab yang ada di kain tersebut, bagaimana itu bisa disebut rompi anti peluru ya? benar-benar gak masuk akal tapi kudu di percaya ![]()
Setelah puas berkeliling di dalam istana kami dipersilahkan untuk melihat ke halaman belakang, terdapat kapal yang pernah di akai untuk operasional kerajaan dan rumah panggung sebagai rumah adat melayu. Terdapat pula rumah yang menjual cendera mata di Istana Siak ini serta Benteng penjaga yang dahulu kala digunakan untuk tempat berpatroli pengawal Istana. Salah satu yang unik lagi adalah masih adanya sumur tua di belakang Istanya, pasti juga umurnya sudah ratusan tahun.
Tengah hari Kami semua memutuskan untuk meninggalkan Istana Siak karena kebutuhan perut, untung saja pagi sebelum berangkat sudah sarapan di Hotel. Kami kembali ke arah pusat kota memutuskan untuk beristirahat sejenak di Mesjid cantik dan megah yang berada tepat di samping Jembatan Siak, Mesjid ini baru dibangun dan nantinya akan di fungsikan sebagai Islamic Center di Siak. Terdapat Sekolah TK di area masjid ini, menurut penjaga sekolahnya sih anak-anak yang bersekolah di TK tersebut adalah anak-anak pejabat Kabupaten Siak atau orang yang tingkat kehidupannya menengah keatas. Memang sih fasilitas TK tersebut lumayan bagus dan sangat bersih.

Area Mesjidnya Luas, bangunan mesjidnya sangat kokoh. Maunya sih foto ruangan di dalam Mesjid tetapi sengan karena bertepatan dengan sholat berjamaah.
Selesai sholat kami berputar untuk mencari tempat makan yang sekiranya enak dan murah, pilhan Kami jatuh pada sebuah restoran yang letaknya persis di depan kantor Bupati Siak. Tidak mengecawakan karena makanannya lumayan enak dan murah, Komplit deh jalan-jalan hari itu dengan wisata kuliner.
Sehabis makan dan melepas lelah sejam-an kami bertolak pulang ke Pekanbaru, tadinya sih berencana untuk lewat Perawan mau tau juga sebagaimana ngantrinya sih untuk naik Feri. tetapi karena tidak mau mengambil resiko jadinya kita semua akhirnya memutuskan lewat jalan darat lagi…
It’s so nice spent time with My team, jarang banget kita semua punya kesempatan jalan-jalan bareng bersama keluarga mereka pula . Ohya perjalanan ini tidak sampai disini saja, keesokan paginya kami menyempatkan jalan ke Water boom Labersa yang baru dibuka akhir tahun 2009. Mau di ceritain sekalian kok kayaknya kepanjangan ya? jadi kapan-kapan deh diceritainnya dipostingan yang lain.
Jalan-jalan ke Siak? cobain deh…gak rugi kok ![]()





































hi, ria apa kabar?
lama sekali dikau perginya
mhmmm…perjalanan panjang yg mengasyikan
salam sukses ya
aq jga smpat kstu, emang ci…istana siak itu bgus.. tpi., istana di kmpung q gak klah bgus nya jg!
Addoh… napa ga bilang-bilang klu mau ke Riau ….
klu bilang2 kita kan bisa ktemuan bareng ank2 Blogger Bertuah
waaaah Ri…serasa aku ikut jalan-jalan dengan dirimu. Foto-fotonya keren-keren. Apalagi penampakan wajah di cermin itu.hihihi
Itu restoran di atas jembatan Siak, naiknya pake lift kan yah? Kalau naik tangga mah aku ogah hihihi
nice post Ri…
EM
(maaf) izin mengamankan KEEMPAT dulu. Boleh kan?!
Foto-fotonya keren habis, Mbak. Jadi kepengen ikutan
(maaf) izin mengamankan KELIMAAXXXZZZZ dulu. Boleh kan?!
Foto taman pohon kelapa itu indah banget
dah lama gak mampir kesini,ternyata baru abis jalan2 toh??
…


Wew..lengkap bin komplit mbak..
Dr hotel, resto, tmpt hiburan, tmpt wisata, petunjuk jalan..
Aih..!
Sip banget dah..
Photonya juga keren..
Tapi riau terlalu panas buat anak gunung sepertiku..
..
Sebenarnya tulisan wisata ini nggak panjang mbak, tapi puanjaaang banget
liburan sambil keluarga emang seru dan menyenangkan banget ya

Wow… liputannya menarik, Dik!
Memukau ya alam Riau itu…..
Kamu tampak tambah cantik dan menarik pula…
Kalau Rindu Sepadan, aku sering ke sana, secara rumahku kan di Rumbai, sehingga gampang amat kalau mau ke situ. Tapiiiii… (please jangan ngeledek), aku belum pernah sekalipun ke Siak…. huh! memalukan, bisa dipecat aku sebagai orang Riau…
Eh, yang di cermin itu bukannya penampakan Putri Maimun? atau itu si Maimunah? hahaha…
wahhh sumpah ri
gw jadi kangen duri dan riau
btw poto jembatan siak no.1 keren abisss

asyiknya jalan2 keliling riau yaa..
pengen juga ke sana..
foto2 nya keren2… apalagi yg foto jembatan itu,,
Kalo restoran ada diatas jembatan, apa gak bakal semrawut ya? parkir kendaraanya dmana?
D1000 the rebbel strikes again …
Langitnya bagus ya Ri …
Emang nggak rugi kita beli Kodak merek ituh hehehe …
Foto Jembatan … Super !!!
Foto titik air hujan di jendela kaca … ??? … Ahaaa Ini khasnya Ria …
Bravo Ri …
Salam saya
What a nice journey and documentation
wah abis jalan2 yaaa
dari foto2 yang banyak itu yang paling menarik yaitu penampakan di cermin, terus jembatan yang tinggi menjulang itu…
trus masjid tampak depan… wah bagus banget…
fotonya bagus.. kalau saya asli orang dumai
Foto Jembatan Siak nya bagus ya mba. Pas banget dengan cuacanya. Apalagi langit bener2x biru dan ada awan sedikit. Tambah mantap dah
Rindu Sempadan …
sempadan = batas?
truzz … batas rindu?!
Hai Ria!
Bagus deh laporan tentang Siak-nya. Aku minat banget lihat kota itu, tapi kok kayaknya jauh juga dari Pekanbaru ya? Apa di sana ada hotel? Kualitas hotelnya kayak gimana? Jadi biar kalau ke Siak nggak cuman sehari gitu, syukur-syukur bisa nginep dan ngincipin kotanya di malam hari..
Wah aku puas banged liat foto-fotonya, benar-benar menyegarkan mata. Dan kalau restoran di atas tiang jembatan itu jadi dibuat, bisa masuk rekor dunia kali ya, karena membangun restoran di atas jembatan.
Raja dan ratunya tampangnya melayu banged kekekekee….. jelas ya perbedaan tampang jaman dulu sama tampang anak2 sekarang (yang kebule2-an).
Paling enak kalo liburan kemana-mana, harus keliling malam2 Ria, karaoke juga oke banged tuh. Untung deh gak pada ngantuk saat nyetir ya.
Saya juga pernah ke RIAU, pemandangannya emang bagus banget.
potonya bagus-bagus banget, Ri…
seru ni jalan2…
Foto2xnya keren bangetttt…. Gw terkesima melihat gambar Jembatan Siak…
BTW, itu yang ban digantung2x di pohon kok bisa nggak ada pengamannya yak… Kalo jatuh ato kejendut trus gimana dunk?…Nasib2xan kalo begini…
Raja n Ratu Siak ganteng n cantik yah…ckckckck… Buat kain anti peluru no comment aja deh secara nggak berani ngebuktiinnya juga, hehe
wah..fotonnya bagus2 yah..
Wah seru
jadi pengen ikutan di sana
Jadi pengen ke Siak abis baca postingannya Ria
Udah beberapa kali ke Riau tapi blom pernah melakukan perjalanan ini. Nice posy
KeeeeRreeen…..its clearly photo
Salam Hijau
Koreksi kak Ria, Gedung futuristik yang nomor 3 dari bawah bukan Pusat Pemerintahan Kabupaten Siak , namanya, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau -Siak.
Nice travelling and nice pictures
Salam Takzim
Wah kalau saya bisa berjilid 4 nih postingan lengkap banget, salam kenal ya
Salam Takzim Batavusqu
Wah jadi serasa ikutan jalan jalan..
Pertama, foto-foto perjalanannya bagus-bagus, layak untuk dijadikan album dokumentasi perjalanan.
Kedua, bepergian bersama teman-teman memang mengasyikkan mbak Ria, enjoy while you can. Makasih.
lama tak berkunjung.. skalinya berkunjung ehhhh diajak jalan2 ke siak.. indah sekali Ria
Fotonya keren2..
smoga saja dapat terpelihara kebersihan dan kerapihannya
komplit mbak ria laporan perjalanannya
bagus banget yah pemandangan di istana siak.
semoga suatu saat bisa berada di sana..
Wah jadi serasa ikutan jalan jalan..
keren banget mbak, jadi pengen travelling kesana juga. entah deh kapan.
Wah jadi serasa ikutan jalan jalan..
Dear Ria,
Atas nama Management Hotel Pelangi, kita mo ngucapin thanks bgt yah, ats good comment na tntg Hotel kita. semoga kita bs melayani kamu, klrga mu, srta tamu2 kita yg lain na dgn lbh baik lg!
Have a good journey ya… and always find d good place for tourism in this country so that you can explore the amazing places to d’ society. ~_^
suatu kehormatan bg kab.siak semoga tetap berpotensi tinggi dan menghasilkan pendapatan bagi semuanya
:x:-?keren kalau bs membanggakan RIAU bRo
Salam Perkenalan saudara ria bisa kirimmi saya wisata2 yang terdapat di sekitar raiu soalnya hujung tahun ini saya pengin berangkat mengunjungi tanah riau…………
tiang lampu sorot stadion sepakbola Siak buatan kami – PT. Helori – rencana akan di-erektion tgl 22 November, Viva Siak!
< calon bupati siak 2015_2020,Terimakasih atas kunjungan anda….kekekekekek..
hay kak ria… salam kenal… :)
aku juga berasal dari tanah melayu ini. wah… terakhir ke siak waktu SD. ternyata sudah banyak sekali perubahannya.
rindu juga dengan pekanbaru. sudah hampir setahun tdk pulang :(
good posting
Lengkap euyhh…
apalagi piku-pikunya..
colorful :D
itu foto2 bagus ya, kameranya merek apa ya mbak???