Kota Duri

Ibu Kota
Luas
Penduduk
Kelurahan
Desa
Suhu Max/ Min
: Dari kecamatan Mandau
: 937,47 Km²
: 235.109
: 9
: 6
: 34°C / 25°C

Batas Kecamatan
Sebelah Utara berbatasan dengan Kodya Dumai & Kec. Bukit Batu
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kec. Mandau
Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Bukit Batu

Letak Wilayah Kecamatan
100°56′10” Lintang Utara s/d 101°43′26” Lintang Utara
0°56′12” Bujur Timur s/d 1°28′17” Bujur Timur

Jika anda ingin melihat gajah yang patuh dan dapat diajar untuk bermain bola kaki, atau melakukan atraksi lainnya, anda tidak harus ke Wai Kambas Lampung. Anda dapat mengunjungi Duri di Kecamatan Mandau. Di kota ini, tepatnya di Desa Sebanga sejak beberapa tahun yang lalu telah dijadikan sebagai pusat pelatihan gajah. Jika anda mengunjungi tempat ini tidak saja kita dapat melihat gajah-gajah yang patuh dan boleh disuruh membuat atraksi, tetapi kitapun dapat menunggangi dengan dipandu oleh para pawang gajah.

Untuk menempuh lokasi ini tidaklah sulit karena tersedia transportasi umum. Jika dari Dumai jarak perjalanan yang ditempuh sekitar 80 km, sedangkan dari Pekan Baru maka perjalanan yang ditempuh sekitar 239 km

 

sumber : situs pemerintah Bengkalis

———————————————————————————–

Yup…Duri itu adalah sebutan keren dari salah satu kecamatan terkaya di indonesia, bagaimana enggak bermilyar2 barrel Minyak bumi udah di keruk dari daerah ini sejak berpuluh2 tahun yang silam. Dan tentunya disinilah gw bekerja sekarang. Biasanya selentingan orang2 akan akan menyebut Duri kota Atas minyak Bawah minyak, maksudnya minyak bumi dan minyak sawit.

Duri 1 Penakaran Gajah Sebanga

Kota minyak yang satu ini didiami oleh penduduk asli (Suku Sakai) yang sudah tergusur jauh di pedalaman hutan, ada pula penduduk Melayu yang merasa memiliki duri yang jumlahnya mungkin hanya sekitar 10 % saja skr, Mayoritas dipegang Orang-orang Minang yang merantu kalo di kira2 bisa sekitar 40 %, Suku Batak perantauan sekitar 20 %, 10 % pendatang dari Tanah jawa dan sisanya 10 % campuran dari berbagai suku.

Jalanan Duri Lagi dibenerin Kultur di kota ini kental sekali dengan syariat ISLAM karena di diami oleh mayoritas Suku Minang yang sebagaimana kita ketahui sangat menjunjung tinggi syariat agama ISLAM, sedangkan suku BATAK perantauan sebagian besar mendiami daerah yang di sebut Sebanga. Bagi yang merantau dariTanah Jawa, Pastilah awal2 akan sangat tersiksa sekali dengan makanan disini karena kebanyakan warungnya menjual masakan padang :) pedas, santen dan bernasi pera’ hhihiihihihi….ada sih beberapa warung makan khas Tanah Jawa tapi sangat sedikit dan bisa dihitung pake jari tangan.

Di Duri pendidikan juga udah lumayan maju, mungkin karena ada komplek Chevron yang notabene ada fasilitas sekolah yg bertaraf internasional….ya walaupun untuk masuk sana khayalak umum sangat terbatas sekali.Beberapa Sekolah negri juga yang menurut gw cukup bangus, Ada dua universitas ada yg untuk universitas khusus agama ISLAM dan satu lagi ada AMIK mitra gama tempat gw ngajar juga :P. Tapi yang menjadi miris adalah kesenjangan sosial antara penduduk asli (yang sudah berdiam lama) dengan para pekerja PT (kontraktor maupun chevron) kehidupan ekonomi yang berneda 180 derajat. disatu sisi ada rumah yg gedongan banget di pedalaman duri yg ternyata adalah rumah orang chveron, tp dilain sisi ada rumah yg cuman terbuat dari gubuk reot punya penduduk asli.

Itulah Duri…dan konon katanya kalau udah minum air minum yg asalnya dari tanah Duri, kemana pun perginya setelah sekian lama pasti akan balik lagi kesana….(ini blom gw buktiin sih :) )

So…cuman segini yang bisa gw tulis tentang Duri, ini permintaan dari salah seorang sahabat yg merantau nun jauh dinegeri orang. Kalau nanti dah lulus pulang ke indonesia ya mas…bangung indonesia biar sukses kayak disana…Maaf kalau tulisannya susah di cerna lagi belajar menulis dengan baik tp kok malah tambah amburadul ya :D

55 Comments so far »

  1. by resi bismo, on March 8 2008 @ 3:20 pm

     

    Makasih ya ria sudah dibahas mengenai kota duri, cukup informatif tulisannya, sayang sekali bahwa penduduk sekitar tidak bisa menikmati hasil bumi ditempat mereka berpijak, ap alagi suku asli yang nota bene sudah berabad2 tinggal disana malah terpinggirkan.
    Dan saya baru tahu bahwa suku asli di duri itu suku sakai… kirain orang melayu.
    btw thanks sudah bisa beri info, sukses buat kerjaannya yach. salam.

  2. by ria, on March 10 2008 @ 8:43 am

     

    :) semoga bisa jadi informasi mas, ohya klo suku sakai itu sih suku primitif di duri. Banyak versi sebenernya dari penduduk sini, katanya orang melayu sih mereka suku pendatang tapi kata orang sakai mereka penduduk asli…gak tau deh yg man yg bener.Pokoknya dua suku itu sesepuh di daerah Riau

  3. by iselantang, on March 10 2008 @ 4:38 pm

     

    design kepala blognya bagus banget… salam kenal. Kunjungi kami di http://www.hijaubatam.wordpress.com, http://www.cendanabatam.wordpress.com dan http://www.iselantang.wordpress.com

    Thanks

    Goodluck

  4. by ria, on March 11 2008 @ 9:09 am

     

    Thanks :)

  5. by yose, on March 13 2008 @ 1:02 am

     

    Salam kenal Ria, liputan yang bagus. Semoga tetap terus berkarya.
    Saya lahir dan lama menetap di Kota Duri sampai akhirnya berpisah setelah saya kuliah. Kota Duri memang jadi kota yang indah dalam kenangan saya, walaupun banyak yang mengatakannya sebagai kota para pendatang, penuh kriminalitas, panas, tak teratur, warganya yang “mada” serta sederetan istilah lain yang jelek-jelek. Namun saya memiliki memori yang indah selama tinggal di kota ini, melewatinya sejak masa kecil, masa sekolah dan masa remaja.
    Saya akui, saya bisa seperti sekarang ini karena minyak. Karena keluarga kami bekerja di perusahaan minyak. Kakek saya dulu bekerja di Caltex (pensiun tahun 1985) dan bapak saya di Tripatra. Hingga Tripatra habis kontrak, bapak saya saat ini masih bekerja di salah satu kontraktor Chevron.
    Walau kini tempat tinggal saya dengan Duri hanya dapat ditempuh dalam waktu tiga jam, namun saya jarang sekali pulang kampung. Mengingat rutinitas kerja saya yang padat dan tak habis-habisnya. Membaca liputan anda, tiba-tiba saya jadi rindu pulang.
    Saya berharap Kota Duri dapat maju seperti kota dimana saya tinggal saat ini, semoga.

  6. by ria, on March 13 2008 @ 9:16 am

     

    Salam kenal juga yos, kapan pulang kampung? jenguk2 lah Duri sekarang jalanannya bagus loh…semuanya aspal :D sayang sekali mungkin Jalan menuju duri yg mesti ngantri lewatin jalan jelek (*pengalaman kemarin waktu long journey ke Minas*)

  7. by hendy, on March 13 2008 @ 12:08 pm

     

    nice banget web nya.. ajarin donk mba :)

  8. by ria, on March 13 2008 @ 1:08 pm

     

    mmmm…Kayaknya capability Aku untuk ngajarin blom nyampe deh mas…gmn kalo langsung buat account multiply (www.multiply.com) atau wordpress (www.wordpress.com) hihihi…untuk ngutak ngatik web ini aku masih sering gangguin temen kok :D

  9. by Irfan, on March 16 2008 @ 10:50 am

     

    Saya tertarik dgn pernyataan bu’ ria (konon katanya kalau udah minum air minum yg asalnya dari tanah Duri, kemana pun perginya setelah sekian lama pasti akan balik lagi kesana) mudah-mudahan bu’ Ria dapat jodoh orang Duri ya, biar di Duri terus, he….he…he..

  10. by ria, on March 17 2008 @ 8:07 am

     

    huehehehehehe….kok doanya gitu? doain tuh yg terbaik buat Saya dong, terlepas dia orang manapun. statement itu kan bisa berarti begini, saya dapet orang jakarta yg akhirnya kerja di duri dengan chevron tentunya :D

  11. by adek f. rasyad, on March 21 2008 @ 6:48 am

     

    wah…tempat pelatihan gajah atanah putih toh…

    punya kenangan juga disana, dulu pernah kesana dg keluarga & saudara. tapi sudah lama bangat, kalo aku ga salah tahun 1989 deh, daerahnya panas bangat waktu itu, sampai2 disana waktu itu gda yg jual minuman :D

    masih ingat juga nama beberapa gajahnya, diantaranya, Tong Eng yg berasal dari Thailand, waktu aku kesana usianya sudah 34 Tahun, hitung aja deh skrg kalo masih hidup usianya sdh berapa :D, terus ada lagi yg namanya Liboati, waktu itu usia nya masih muda, ditemukannya di lokasi tempat ayahku bekerja, tepatnya di Libo. beberapa gajah yg masih liar biasanya di Rantai, sedangkan yg sudah terampil dan terlatih tdk menggunakan rantai…

  12. by adek f. rasyad, on March 21 2008 @ 7:21 am

     

    mau memberikan pendapat sedikit nih mengenai kehidupan sosial di Areal Operasi Chevron….

    jika melihat kepada sharing hasil eksplorasi Minyak di Provinsi Riau sebenarnya telah jelas, bahwa pada awalnya pembagian hasil dari ekslporasi Minyak dan Gas Bumi antara pihak Chevron dan Pemerintah dalam hal ini ditangani oleh PERTAMINA adalah 88% utk pemerintah pusat berbanding 12%. Setelah adanya otonomi daerah maka pembagian bagi daerah penghasil dalam hal ini PemProv Riau mednapatkan pembagian 30-40% dari hasil Migas tersebut, ditambah lagi CCP Block yg kini telah berpindah pengelolaannya kepada pihak PemProv Riau. Banyak memang tuntutan pihak masyarakat di lingkungan Operasi CPI kepada pihak CPI sendiri, hanya saja mereka seharusnya menuntut hak mereka kepada PemProv Riau yg sudah mendapatkan share dari pemerintah Pusat.

    Namun jika kita lihat dari sisi lain bahwa keberadaan CPI selama ini telah memberikan banyak kontribusi kepada masrakat setempat; beberapa contoh nyata yg saya dapat adalah

    1. Penduduk disekitar daerah operasi CPI yg berada di daerah lokasi eksplorasi yg biasa berdagang (kedai makan, kedai kopi) banyak mendapatkan keuntungan bukan hanya dari pegawai CPInya saja, tapi juga dari para kontraktor2 yg bekerjasama dg CPI, bahkan tdk sedikit anak-anak dari masyarkat yg hidup di daerah operasional CPI yg menikah dg pegawai CPI ataupun dg pegawai2 kontraktor CPI

    2. CPI telah banyak memberikan pelatihan2 di bidang industri seperti pengelasan yg diberikan kepada penduduk asli disana (suku sakai) yg pada akhirnya memberikan lahan pekerjaan kepada mereka

    3. Pembangunan sekolah di daerah operasi CPI yg berada di pelosok jauh dipedalaman hutan rimba di Riau telah memberikan fasilitas demi keberlangsungan pendidikan anak2 bangsa disana

    4. Penyediaan sarana air bersih pun telah di berikan pihak CPI kepada penduduk di area operasi CPI.

    sedikit kisah nyata yg saya alami sejak bersekolah di SD 001 Sebanga Duri sampai saya selesai bersekolah di SMPN 2 Sebanga duri. Jika ada yg Tahu Masjid Raya sebanga, disana setiap hari ketika musim kemarau tdk sedikit para penduduk di seberanga pipa (saya ingatnya sih nama tersebut sdh ngetren saat dulu tinggal di duri)yg meliputi daerah Kamputer (kampung terandam)dan sebanga sendiri yg mengambil air ke Masjid dg menggunakan gerobak dan jerigen utk kebutuhan sehari mereka, toh mereka ga pernah dilarang atau dibatasi utk mengambil air tersebut oleh pihak perusahaan, dan itu telah menjadi pemandangan yg umum dalam kesaharian saya bersekolah disana.

    di daerah operasional CPI juga demikian, mereka bebas jika ingin mengambil air jika di temukan karan air bersih yg dibuat oleh CPI, dan mungkin semua orang juga tahu bahwa air bersih yg berasal dari CPI itu sebenarnya sudah steril dan layak utk diminum langsung dari krannya, namun kami tetap memasaknya sebelum di minum (sdh tradisi kali).

    5. Fasilitas Rumah Ibadah pun tdk sedikit yg telah dibantu dalam pembangunannya oleh pihak CPI, belum lagi bantuan ke Masjid2 atau Gereja2 yg langsung dari Para Pegawai CPI disalurkan melalui potongan Gaji setiap bulannya.

    Coba baca deh Warta Caltex edisi tahun 1988 mungkin bisa mendapatkan informasi tentang hal tersebut

    Sisi negatifnya bisa saja ada & terjadi, namanya juga perjalanan menuju kesejahteraan

    Tapi coba difahami kembali, dg share yg 12% utk CPI saja sudah memberikan kontribusi yg besar kepada pemerintah dan masyarakat setempat. Coba deh kita lihat bagaimana Share antara PT Freeport dg Pemerintah pusat yg jumlahnya berkebalikan yakni 88% utk PT Freeport dan 12% utk pemerintah, mengapa tdk ada pihak yg menuntut pembagian hasil tambang yg sdh jelas2 tdk adil tersebut, belum lagi hasil tambangnya bukannya hanya tembaga, melainkan emas dalam jumlah yg bnyk (informasi tambang emas di Freeport ini saya dapat langsung dari sahabat saya yg saudaranya bekerja disana)

    Kesimpulannya, segala sesuatu itu ada sisi positif & ada negatifnya. Namun kiprah CPI selama ini coba kita ambil sisi positifnya, dlm perjalannya beroperasi di Riau ttp berupaya menjaga Kesejahteraan & Keselamatan kepada seluruh penghuni yg berada di daerah Operasi CPI

  13. by ria, on March 22 2008 @ 7:54 pm

     

    wah..wah…semangat sekali memberikan komentar…thanks ya rasyad :)

  14. by adek f. rasyad, on March 23 2008 @ 5:01 pm

     

    waddoohh.. namaku adek lho, biasanya di panggil deqz sejak smu, kalo rasyad itu nama kakekku, dia dulu juga pensiunan di CPI di Transportation Departement

    namanya juga kenangan masa lalu, pengen bangat sih pulang ke Rumbai & Duri

  15. by codoik, on April 1 2008 @ 7:59 pm

     

    guys,tau kapan duri bisa jadi kabupaten?
    oya,salam buat alumni SD 14 (skrg SD 10), SMPN 3 gaya baru, SMKN 2 dumai.
    beko kalau ado kaba,tlg agiah tau yo sanak !

  16. by ria, on April 3 2008 @ 11:18 am

     

    hehehehe…gak ngerti bahasa planet mas :D tolong di translet dunk….kalo masalah duri jadi kabupaten kayaknya masih di pending dan godok sampe sekarang. secara kalo sampe duri berdiri sendiri, nanti kabupaten bengkalis bisa gigit jari :D

  17. by AANK, on April 4 2008 @ 1:20 am

     

    salam kenal dulu deh..sya putra daerah yang sedang menuntuk ilmu di jawa.kalau boleh saya membandingkan cevro dengan caltex berbeda managemen ya..

  18. by ria, on April 4 2008 @ 7:34 am

     

    salam kenal juga an, kalau chevron dan caltex jelas berbeda karena setau saya chevron itu membeli caltex thn 2000-an tp saya gak jelas thn berapa. Dan beberapa selentingan omongan yg saya dengar caltex itu dulu lebih memanjakan pegawainya lebih dari chevron skr.

  19. by sofie, on April 4 2008 @ 12:13 pm

     

    hallo salam kenal,artikek kakak bagus bangat ya …kak aq warga Duri Lho….tepat nya disbanga.aq skola dari SD ampe SMA juga Diduri…na Skarang aq lagi kuliah Di UNRI Fakultas Teknik Kimia.Kak Ria aq pengen lebih kenal ma kakak…bisa kan..thanks ya kak

  20. by adek f. rasyad, on April 5 2008 @ 8:41 pm

     

    salam…
    Sejak Chevron Mengambil alih, maka management pun berubah pula. Setahu Saya Sejak 13 Tahun terakhir Caltex telah berupaya memperketat efektivitas kerja dan efisiensi kerja dalam segala bidang, fdlm maintaining alat2 berat, cost penggunaan kendaraan operasional, alat2 operasional yg berada di Ware House & maintaining barang2 yg digunakan perusahaan. seperti contoh yg saya Alami; dulu mobil perusahaan bisa digunakan utk keluar areal perusahaan dg izin dari supervisor; apakah inign ke Dumai, Rumbai, atau minas & pekanbaru, tapi sejak tahun 1995 itu telah di tiadakan. Bahkan yg mendapatkan mobil hanya pegawai kelas 11 ke atas.

    Jika berkenan coba ke Public Library Chevron deh, cari majalah Warta Caltex 13-10 tahun yg lalu tentang efisiensi kerja di PT CPI

    “Memanjakan” bukan berarti boros, kesejahteraan para pegawai dan keluarga juga sebuah pemanjaan bagi mereka sebagai penghargaan yg sepadan selama mereka mengabdi di perusahaan dimana mereka bekerja

  21. by ria, on April 7 2008 @ 9:32 am

     

    @sofie
    salam kenal sof, aku dah kirimin email langsung ke email kamu…so di bales ya…

    @adek
    jadi kapan jalan2 ke duri lagi :D

  22. by yogi, on April 10 2008 @ 9:30 am

     

    hallo..
    duh…g’ tau ne mo manggil ibuk atau k’ ya?pengennya seh manggil k aja biar lebih enak,boleh kan k’?soalnya aku juga mahasiswa di AMIK mitra gama,berarti kk’ kan dosen aku!harusnya panggil ibuk kan?tp ko’ aku g pernah ngelihat k’ ya?
    oya k’,aku suka banget baca informasinya,apalagi waktu ngebaca “konon katanya kalau udah minum air minum yg asalnya dari tanah Duri, kemana pun perginya setelah sekian lama pasti akan balik lagi kesana…”aku jd kepkiran ama diri sendiri,rasanya aku sperti orang yang diceritakan disini.
    alnya aku dulu p’nah disumbar truz ingatannya riau(duri) melulu
    akhirnya aku kuliah di pekanbaru tp masih ingat DURI,g’ tau knapa ne k,mungkin karna dari lahir air yg pertama aku minum air asli dari duri,he..he…
    tp yg pasti aku suka duri,biar smua istilah yg jlx nempel
    truzzz..
    dmana seh kota yg jalanannya siang malam ada embunnya?duri gtoloh,

  23. by ria, on April 10 2008 @ 10:43 am

     

    upssss…mahasiswaku…:D
    salam kenal aja ya :)

  24. by adek f. rasyad, on April 13 2008 @ 12:57 am

     

    jalan2 ke duri kemungkinan saat lebaran ‘idul fitri 1429H, mudah2an jika ada kesempatan pulang ke Rumbai insya4JJI saya akan ke duri, trus mendatangi rumah di Komplek talang No. 60 (sekarang di ganti jadi NO. 95 Hiks…. sebel deh)

    “mau melihat kebun mangga, sirsak & tebu yg dulu pernah aku urus” hehehehe…

  25. by deqz, on May 2 2008 @ 9:25 pm

     

    oh iya…. jika berkenan & lagi ada waktu bisa jalan2 ke komplek talang ga ria?

    ntar tolong mampir ke talang no 95 ya (sebelumnya itu talang no 60) barang kali berkenan tolong di foto rumahnya sambil lewat deh, terus di posting, biar memory masa laluku muncul kembali

    pleasee…

    onegai simashita….

    ganbatte ne…

    yoroshiku

    -deqz-

  26. by nee_wee, on May 4 2008 @ 9:30 pm

     

    hai kak,,,salam knal dlu yc,,,,

    Q snang bgt da yg ngulas tenteng duri krn Q lahir n bsr didaerah ini,,,,

    Q pgn knal dkt ma km,,ya skdar sharing2 jc..

    blh kn??????:(

  27. by daddy, on May 4 2008 @ 10:42 pm

     

    Eh.. mbak Ria, kalau dihitung2 persentase orang yang tinggal di Duri ini kurang dari 100%. Minang 40% + Batak 20% + Jawa 10 % + suku Sakai 10 % + suku campuran 10 %. Jadi, sisa 10 % siapa yang mendiami kota Duri ini mbak Ria ?

  28. by adek f. rasyad, on May 5 2008 @ 2:40 pm

     

    bukannya suku melayu adalah asli penduduk dari Riau? kenapa g dihitung

    menurut saya persentase orang yg tinggal di duri antara penduduk melayu & batak berimbang, orang minang mungkin lebih banyak tapi ga begtu jauh selisihnya, kemudian baru orang jawa & dari suku2 yg lain

    kebanyakan orang melayu bekerja sebagai PNS di departemen2 yg ada terutama ya menjadi guru. Tapi jgn salah lho, mereka orang melayu yg keturunan jawa, karena transmigran jg lumayan banyak dari jawa yg datang ke Riau

  29. by ria, on May 7 2008 @ 10:06 am

     

    @Daddy: ya itu 10% nya melayu

    @Adek: Kita kan ngomongin duri dek, bukan Riau…kalau riau memang mayoritasnya Melayu, tp kalau duri lebih banyak pendatanganya di banding melayu

  30. by adek f. rasyad, on May 9 2008 @ 1:59 pm

     

    di duri juga mayoritas melayu, hampir semua PNS di duri yg saya tahu rata2 orang melayu (meskipun kebanyakan campuran jawa)

    tapi ga tahu kalau sekarang, karena aku terakhir di duri tahun 1995

  31. by David Nicholson, on May 16 2008 @ 10:49 am

     

    Salam kenal mba ria, saya dulu alumni SMAN 1 Duri, thanks ya buat artikel tentang duri, saya sudah kerja dan tinggal dijakarta dan sudah lama ngga pulang ke duri, membaca artikel mba saya jadi rindu untuk pulang ke duri. Thanks…..

  32. by ria, on May 16 2008 @ 2:08 pm

     

    @David : sala kenal juga mas…pulang dunk nengok2 kampung halaman, duri skr lumayan jauh berkembang apalagi semenjak jalanan hangtua dan sudirman sudah mulus :D

  33. by Muchlis, on May 17 2008 @ 1:03 pm

     

    Ikut…….saya juga orang Duri,skrg diJepara,wah jadi pingin pulang nih….denger cerita tentang Duri.

  34. by adek f. rasyad, on May 18 2008 @ 7:26 am

     

    jalan sudirman yg mana ya, jadi lupa lagi

    saya hanya ingat jalan Jawa, jalan Obor, Jalan yang Ke Rangau

    oh iya, jln by pass yg tembus ke arah dumai via Jalur Operasional Chvevron Sudah bagus belum?

    Yang saya tahu utk Jalur by pass Rumbai - Minas sudah bagus sejak saya pulang ke Rumbai Tahun 1996 dulu

  35. by adek f. rasyad, on May 18 2008 @ 7:27 am

     

    jalan sudirman yg mana ya, jadi lupa lagi

    saya hanya ingat jalan Jawa, jalan Obor, Jalan yang Ke Rangau

    oh iya, jln by pass yg tembus ke arah dumai via Jalur Operasional Chevron Sudah bagus belum?

    Yang saya tahu utk Jalur by pass Rumbai - Minas sudah bagus sejak saya pulang ke Rumbai Tahun 1996 dulu

  36. by David Nicholson, on May 21 2008 @ 10:48 am

     

    hi mba ria, mo tanya aja, mba ria itu alumni smp, sma, kul mana?

  37. by ria, on May 21 2008 @ 11:45 am

     

    adek: wahhh saya gak pernah lewat sana dek

    david : :)>- saya bukan asli sini pak, cuman numpng cari rejeki aja :d

  38. by sofie, on May 21 2008 @ 12:09 pm

     

    HeLLo…..kak ria… pa kabar????
    baek-baek aja kan kak,oya da lama sofi gak crita-crita ma kak ria lagi niii…mafin ya kak,soalna akhir-akhir ni sofi
    sibuk ma kuliah,tapi sofi slalu ngat ma kak kok.
    Kak gak kerasa ya sofi da lama gak balik ke duri,iya ni kak sofi da kangen bangat ma kota duri,kak kota duri kita yang tercinta baek dan aman aja kan kak?
    kak kabarnya BBM da naek yaa???gmana ya kak tanggapan warga duri kita tentang kenaikan harga BBM nya? mudahan tidak terjadi kericuhan ya kak,mudahan juga kota duri kita bisa benar-benar diperhatikan ma atasan yang ada,jd kita smua warga duri tetap sejahtera dan harmonis aja yaaaaaaaaaaaa

  39. by adek f. rasyad, on June 3 2008 @ 10:02 pm

     

    bgmn kabar di duri?

    ada yang tahu ga?

  40. by ria, on June 4 2008 @ 8:32 am

     

    @Sofie: hi sof apa kabar? kamu di pekanbaru di panamnya dimana? aku klo nginep di pekan pasti tingalnya di panam :D
    @Adek: duri paik2 aja dek, tengok2 lah biar gak usah nanyain kabarnya ;)

  41. by adek f. rasyad, on June 6 2008 @ 7:58 pm

     

    nah itu dia….

    insyaAllah aku ke Duri saat ‘Idul Fitri Nanti. Mudah2an bisa disempatkan ke Duri, mau lihat rumahku dulu waktu di Talang :D

    Meskipun orangtua sekarang tinggal di Rumbai, tapi tetep duri gda yang bisa mengalahkan kenangannya :)

    buatku Duri segalanya deh… banyak kenangan pokoknya..

    InsyaAllah jika ada waktu untuk bersilaturrahim aku sempatkan deh bertemu dengan Ria dan sahabat2 disana…

    tq

  42. by siHarri, on June 10 2008 @ 7:55 pm

     

    dr dulu minat kerja disana, tp blm dapet kesempatannya smpe skrg :D.. nice town ria

  43. by ria, on June 11 2008 @ 7:52 am

     

    huheheheh…nanti ngerasain deh kalo kerja disini…nice town for work and work but not for living :)>-

  44. by novrie, on June 21 2008 @ 5:24 pm

     

    Hi , Mbak Ria. Tetangga nih….

  45. by novrie, on June 21 2008 @ 5:32 pm

     

    :-?:-?:-?

  46. by adek f. rasyad, on June 23 2008 @ 7:59 am

     

    buat hidup disana juga enak lho… tapi tinggalnya harus di areal perumahan Chevron, kalo di luar kayaknya ga betah deh :)

  47. by merpati, on June 23 2008 @ 12:56 pm

     

    berapa sih jumlah kepala keluarga khusus kota duri

  48. by Paulus Dillon, on June 26 2008 @ 11:20 am

     

    Hi Ria,
    Bagus bgt Websitenya Kota Duri. Gimana kalau kita buat lebih bagus lagi agar tercover semua kecamatan yang di Duri termasuk Pinggir. Sepertinya Untouchable tuh…

    Termasuk kekayaan alam dan Perusahaan2 yang ada di Duri, sehingga website tsb bisa jadi jembatan penghubung orang luar melihat Duri sebagai Kota yang layak diperhitungkan…

    Sukses slalu, salam kenal..
    Dillon

  49. by ria, on June 26 2008 @ 2:51 pm

     

    @Adek:kalau di perumahan mungkin awal2 betah tp kan bosen berada dilingkungan itu2 saja.
    @Merpati: kalau tidak salah menurut yang demo (orasinya :D;) kemarin sekitar 200 jt jiwa penduduknya kalau kepala keluarga saya kurang tau.
    @paulus:Salam kenal juga Pak, disini bukan websitenya kota duri, tp blog pribadi…berhubung saya kerja disini makanya saya ulas sedikit mengenai duri…thanks sudah berkunjung

  50. by yeyek, on June 27 2008 @ 12:46 am

     

    sungguh besar kenangan di kota duri:-?:-? walau kini daku da di negeri orang namun masih ja kenangan ma kota debu tu masih terlintas di benak ku.kata teman2 ku kota nya sekarang da berkembang..tapi pa ya..???

  51. by yeyek, on June 27 2008 @ 12:51 am

     

    salam kenal buat teh ria buat david nicholson aku juga alumni smun 1 angkatan 2001 kapan ni alumni nya reuni ni kangen ni ma teman2 dulu pa lg janda2 ku dulu waktu smu

  52. by ria, on June 27 2008 @ 9:43 am

     

    @yeyek:salam kenal juga, perkembangannya sudah dbangun mandau town square, ramayana di jalan hangtuah…dan jalanan duri skr bagus banget loh

  53. by adek f. rasyad, on June 27 2008 @ 9:02 pm

     

    hah…… Mandau Town Square ???

    top deh… bagus…. bagus…. dulu yang saya tahu hanya pokok jengkol tempat shopping bus standby, terus pasar simpang padang, ada toko buku Parker (masih ada ga sih) terus Toko Lily

    hhhhhhhhhhhh……… pengen cepat2 ke duri saat lebaran nanti….

    debu sih tetep banyak

    komplek katanya sudah sepi bangat ya… 2 tahun yg lalu waktu ke duri jg terlihat begitu, gda lagi anak2 yang bermain di sore hari; dijalanan, dilapangan..

    dulu zaman saya TK-SMP rame bangat, apa aja deh permainannya…. tapi yang paling berkesan jadi spesialis tukang nyolong jambu di komplek talang. Semua alamat2 rumah yg ada jambu bangkok dan mangga apel sudah jadi inceran deh :) tapi bandelnya cuma itu; ngerokok dll ga lah

    kita anak baik2 koq

  54. by agus, on June 29 2008 @ 1:08 am

     

    lam kenal ya,ak tinggal di duri,tp skarang gi kuliah di univ.swasta di medan. salut buat pemaparan k’Ria tentang kota duri. permintaanku kepada semua nak muda yg tinggal di duri, perjuangkan kota duri untuk menjadi kabupaten. karna kita merupakan penghasil devisa terbesar di bagian minyak daripada bengkalis sendiri. bravo buat k’Ria. asta la vista……………

  55. by adek f. rasyad, on June 29 2008 @ 8:55 pm

     

    kenapa ga jadi kodya Duri aja, kan lebih bagus MTS di bangun dimana, dah jadi belum ?

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a comment

Name: (Required)

eMail: (Required)

Website:

:) :( :d :"> :(( :n/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

Comment:


 

Whoami

Me…is Me…Ria, one of talk active person, sensitive, loving for freedom, freak of green, loving my mom n family much, like to make a friend, waiting someone propose me ^_^, love IT world, Miss my old friend…and so many things that I’ve to write and share with You…This is the real me..Simple person..Simple Girls…Ordinary Girl....