Daily Archives: 10 April, 2009

Kota Duri (Part 2)

Jalan Utama Di Duri - Jln Hang Tuah

Jalan Utama Di Duri - Jln Hang Tuah

Postingan ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya yang berjudul Kota Duri ditulis kurang lebih setahun yang lalu. Banyak banget perkembangan yang pesat di Kota ini, ya…walaupun tetap tidak ada Mall dan tidak ada bioskop…tetapi udah ada Ramayana kok (sejenis Depart Store gitu…hihihihihi 😀 ). Perkembangan yang paling mencolok di Duri adalah Jalan Utama yang dulunya seperti kubangan air dan lumpur sekarang berubah total menjadi ASPAL yang sangat mulus. Siapapun yang pernah bertandang ke Duri satu setengah tahun yang lalu (saat jalanan masih jelek2nya) pasti akan sangat kagum dengan perkembangan Kota Duri saat ini.

Perjuangan warga Duri untuk mendapatkan jalan yang mulus itu tidaklah mudah, masih banyak warga yang mengaku belum di bayarkan uang ganti rugi dari pelebaran jalannya. Bahkan di satu dan dua ruas jalan masih ada warga yang menutup jalan dengan alasan, tanah mereka belum di bayar oleh pemerintah setempat. Mungkin dilema juga ya, di satu sisi pemerintah benar bahwa ini adalah untuk kepentingan umum, tetapi di satu sisi warga juga berhak meminta ganti rugi karena tanah mereka di gusur (Tapi sudahlah diriku saat ini mau bercerita tentang kota Duri dari setahun yang lalu dan bukan tentang penggusuran tanah).

duri5 duri7

duri6 duri2

Jalan Hang Tuah, Hotel Gran Zuri danHotel Enggriani

Perbaikan jalan di Duri diikuti pula dengan penambahan fasilitas misalnya, lampu jalan *yang sumpah dulu gak ada…* dimana satu setengah tahun yang lalu apabila kita berjalan-jalan lebih dari jam 7 malah sepertinya sedang berjalan menyusuri kota mati. Tidak dipungkiri bahwa pemerintah setempat berhasil mengangkat taraf kehidupan warganya dengan simple yaitu perbaikan jalan raya, karena dengan bagusnya jalan utama terutama Jl. Hang Tua warga yang tinggal dikanan kiri jalan tersebut kini bisa membuat kios dan warung2 untuk menambah penghasilan mereka dan tentunya lebih menyemarakkan Duri terutama di waktu malam.

Menuju Jalan Hang Tuah dari arah Simpang Pokok Jengkol

Menuju Jalan Hang Tuah dari arah Simpang Pokok Jengkol

Jalan Raya yang sangat terlihat perbedaannya adalah Jalan Hang Tuah setelah Simpang Pokok Jengkol (pertigaan ini dinamakan Pokok Jengkol karena konon katanya di pertigaan ini dulu ada pohon jengkol yang sangat besar, sedangkan simpang adalah bahasa melayu yang apabila di bahasa indonesiakan artinya Tikungan). Sebelum jalan Hang Tuah ini di aspal (diperbaiki) dan di uruk, tidak kebayang berapa banyak Truk2 yang mengangkut kayu tertidur di jalanan ini (baca miring dan akhirnya kayu tumpangannya berseleweran di jalan) membuat lalu lintas jalan raya ini macet total, terkadang macetnya bisa dari Sebanga sampai Hang tuah (kurang lebih 5 – 10 km). Dan pastinya ini tidak hanya membuat kesal para pengguna jalan di Duri tetapi juga membuat kesal Bus2 listas dari Jakarta dan dari arah Aceh (Jalan Hang Tuah adalah salah satu jalan utama untuk lintas sumatera menuju Jakarta, Medan dan Aceh). Read more »