Kecewa Karenamu

sad

Picture taken from here

Pernah kutuliskan beberapa waktu yang lalu tentang rasa kecewa ini di notes Facebook dan beberapa orang mulai berkomentar dari yang anarkis sampai dengan yang menguatkan…*Thanks guys*

Tapi kali ini sepertinya harus diceritakannya sampai detail agar kalian semua tau betapa kecewanya diriku, parahnya  semakin hari semakin berarut-larut tak kunjung selesai juga *lebay mode on :D*

Pada tanggal 1 September 2009 yang lalu, diriku berbelanja buku di www.bukukita.com dan langsung mengkonfirmasi pembayaran, kemudian pada tanggal 4 September buku tersebut dikirim dengan layanan jasa. Selang beberapa hari kok kiriman buku tersebut belum sampai juga, lalu aku tracking lewat fasilitas online yang disediakan, katanya buku-buku tersebut sudah sampai di Pekanbaru seharusnya tertanggal 8 September sudah sampai di Duri. Lalu aku konfirmasikan dengan layanan telepon ke kantor cabang Duri mereka memintaku datang karena ada masalah dengan pengirimannya. Sore harinya aku menyempatkan datang ke kantor nya dan mengisi form pengaduan barang karena ternyata saudara-saudara buku-bukuku meledak!!! 🙁 penyebabnya adalah buku-buku tersebut berdekatan dengan satu paket yang ternyata berisi bahan kimia dan mudah ditebak ketika bahan kimia itu meledak buku-bukuku ikutan meledak juga…huhuhuhu….

Setelah mengisi form komplain, sesampai di kantor aku kabarkan berita ini ke bukukita.com bahwa buku yang mereka kirim terbakar karena gudang tempat jasa pengiriman mengalami kebakaran kecil. Mereka menjawab bahwa apabila di ganti, diminta saja seharga bukunya. Hatipun terasa lega ketika beberapa minggu kemudian bukukita.com mengirimkan email bahwa mereka akan bertanggung jawab untuk kejadian tersebut dan akan mengirimkan kembali buku-buku yang telah kupesan online, buku-buku itupun dikirim kembali pada tanggal 1 Oktober 2009. Berikut Tread email dengan bukukita.com perihal masalah ini :

Capture email

Untuk lebih jelasnya silahkan download file berikut : Email Tiki

Kejadian kedua adalah ketika aku membeli HP E71 Mas Donny Verdian yang merupakan hadiah lomba menulis di pesta blogger untuk temanku Adit dengan harga yang lumayan murah dibanding harga pasaran. Karena Adit itu berdomisili di Duri juga maka aku meminta tolong ke Mbak Eka Situmorang untuk bertemu dengan adikku Uci dan melakukan pembayaran HP itu dengan transfer dan mengirim HP tersebut melalui jasa pengiriman yang kugunakan untuk mengirim buku, HP tersebut dikirim tertanggal 2 November 2009 dengan layanan ONS (one night Service). Tetapi sampai saat ini 2 Desember HP tersebut tak kunjung kuterima, karena ternyata HILANG 🙁 .

Tentunya selaku konsumen aku melakukan komplain, yang pertama adalah aku menelepon kantor cabang di Duri dan menanyakan perihal belum sampainya pengirimanku karena menurut tracking di website yang mereka sediakan, seharusnya barang tersebut sudah sampai padaku *delivere*, pihak kantor cabang Duri meminta waktu untuk mengecek ke Pekanbaru dan berjanji memberikan kabar secepatnya. Esok harinya mereka menelepon lagi mengatakan bahwa mereka belum menemukan jejak barang tersebut dan meminta waktu kembali, aku kembali memberikan mereka waktu. Kemudian tanggal 7 November dalam perjalanan ke pekabaru aku menerima telepon dari pihak kantor Duri bahwa HP tersebut belum diketahui keberadaannya dan meminta aku jangan melaporkan dulu ke jakarta, mereka akan mengganti HP tersebut katanya *enak aja…wong ada asuransinya huh!*. Kontan aku marah dan merasa dipermainkan. Mereka meminta waktu lagi sampai dengan hari kamis, diriku masih sabar menunggu. Setiba hari kamis  *12  November * aku menelepon mereka dan jawaban mereka adalah menyerah karena tidak menemukan paket tersebut dimana-mana both of Pekanbaru maupun Duri. Hari itu juga aku meminta adikku Uci sebagai pengirim untuk komplain ke kantor  cabang tempat dia mengirimkan HP tersebut, dan kantor yang mengirimkan memberikan contact person Mbak N di kantor Pusat daerah Raden Saleh, Jakarta Pusat dan memastikan bahwa Uci dapat mengclaim asuransi pengiriman barang tersebut *untung di asuransikan* 🙁 .

Agar semua urusan cepat terselesaikan, akupun melakukan komplain ke kantor pusat tersebut. jawabannya adalah mereka tetap haru menunggu kantor pekanbaru untuk memastikan barang tersebut hilang dan membuat pernyataan tertulis bahwa barang tersebut memang tidak sampai ke pengirim….lagi-lagi aku diminta menunggu. Akhirnya pertelepon Mbak N meminta aku complain secara tertulis by email, berikut adalah email yang aku kirimkan ke mereka :

From: Jumria Rahman <[email protected]>
Date: 2009/11/17
Subject: Laporan Paket untuk No. 80563119
To: [email protected]
Cc: [email protected], Jumria Rahman <[email protected]>

Dear ****,

Tertanggal 2 November 2009 kemarin saya dikirimkan paket berupa Handphone E71 baru yang masih dalam box dan masih bersegel.
Pengirim adalah adik saya Suciyanti Rachman, pengirimannya menggunakan asuransi dengan Paket ONS dimana nomor resinya adalah 80563119
sedangkan yang tujuannya saya sendiri, atas nama Jumria Rahman, dengan alamat : IT Departemen Tripatra Fluor consortium, TF MO2,  Ex-Accounting Building, Duri Camp, PT. Chevron Pacific Indonesia, Duri, 28884.

Sampai dengan hari ini tertanggal 17 November 2009, saya belum menerima paket tersebut.
Pihak TIKI Duri  meminta saya melaporkan masalah ini ke **** Jakarta.
Adik saya juga sudah melaporkan hal ini ke **** Jakarta dan di berikan Contact Person Mbak N*** telp. 021-31922309.

Saya mohon kelanjutan kasus ini bagaimana? karena ini sudah 15 hari sejak pengiriman dan saya belum menerima paket tersebut.

Terima Kasih atas bantuan dan kerjasamanya.

Best Regards,

Jumria Rahman

Email tersebut aku kirimkan tertanggal 17 November ke mereka berharap urusan cepat terselesaikan tetapi sampai dengan hari jumat 20 November tidak ada kabar yang pasti karena Mbak N mengatakan pihak Pekanbaru belum berani menyatakan HP tersebut hilang *ini dikarenakan pihak Pekanbarulah yang harus bertanggung jawab*. Hari senin 23 November aku menelepon Mbak N dan dia memberitahukan bahwa HP tersebut sudah hilang, Uci diminta ke kantor untuk mengisi form komplain dan langsung berhubungan dengan bagian claim asuransi Mbak L, kupikir semuanya sudah oke ketika tiba-tiba Uci menelepon bahwa untuk mengclaim asuransi tersebut dibutuhkan faktur pembelian. Tentu saja jadi emosi mendengarnya karena sangat jelas waktu mengirimkan HP tersebut Uci mengatakan kepada Front Office mereka bahwa itu adalah HP hadiah dan tidak memiliki faktur pembelian, bisa dikirim atau tidak ? mereka menjawab bisa asalkan diasuransikan. Kalau memang mereka ingin ribut tentang Faktur pembelian seharusnya mereka tidak udah mengeluarkan asuransi atas barang yang akan dikirim tersebut…Menyebalkan!!! 🙁

Beberapa hari kemudian Uci menelpon lagi mengatakan bahwa dia mendapatkan telepon dari kantor pusat bahwa susah melakukan claim apabila faktur pembelian tidak ada, kalau pun faktur pembelian tidak ada maka seharusnya ada surat pernyataan tertulis dari penyelenggara lomba Blogger 2009 bahwa HP E71 itu adalah benar hadiah untuk Mas Donny. Tentu saja ini sangat sulit didapatkan karena pastinya harus menghubungi panitia penyelenggara pesta blogger 2009 *urusan akan  jadi semakin panjang dan ribet!!!*, setelah aku tanyakan ke Mbak Eka pun dia bilang bahwa didalam paket hadiah itu tidak ada surat tertulis bahwa HP E71 adalah hadiah. Karena merasa diombang ambing gak karuan akhirnya aku menelepon kantor pusat mereka menegaskan bahwa tidak ada surat tertulis karena memang susah didapatkan *tertanggal 25 November* kalau memang Mbak L mau tau bahwa itu memang hadiah silahkan email ke Mas Donny *aku berikan emailnya* dan tolong di cc ke aku, Apabila masih belum puas juga silahkan main-main ke www.pestablogger.com untuk mengecek bahwa juara 3 writing competition itu adalah benar atas nama Donny Verdian.

Pada hari yang sama akhirnya aku memberikan message di wall mas Donny seperti ini :

Wall ku di FB Mas Donny

Wall ku di FB Mas Donny

Pada tanggal 30 November ku telepon Uci, karena aku dan Mas Donny tidak kunjung mendapatkan email dari mereka, meminta Uci untuk ke kantor pusat untuk segera mengurus ini. Akhirnya kesepakatannya adalah Uci diminta untuk membuat surat pernyataan diatas materai bahwa HP E71 itu adalah benar hadiah *padahal kan adikku itu punya surat asuransi* duh…duh…ribet banget!!!

Urusan dengan kantor pusat jasa layanan pengiriman barang tersebut berjanji akan mencairkan claim asuransi dalam satu s/d dua minggu kedepan, kita lihat apakah mereka masih berbelit-belit atau tidak . Atau sampai mereka tidak membayar claim itu sedangkan aku sudah rugi dengan mengembalikan uang Adit seharga yang ditrasfer ke Mas Donny *Rugi waktu dan pikiran* mungkin media cetak akan lebih ampuh atau kolom pembaca detik barangkali 😀

Kesimpulannya :

  1. Jangan Terlalu mempercayakan pengiriman barang berharga kepada Jasa pengiriman, karena consumer awareness penyedia layanan jasa ini di indonesia masih sangat rendah, apabila memang bisa sebaiknya barang tersebut diantar sendiri.
  2. Waktu itu berharga banget, untuk mengirimkan barang dengan layanan ONS mereka tidak bisa menggaransi bahwa barang sampai setidaknya 3 hari tetapi sudah rugi di euangan rugi di aktu juga.
  3. Kalau memang gak mau rugi moral mendingan jangan pake jasa pengiriman yang tidak bisa menjamin karena rugi moralnya bikin aku marah-marah *diriku paling gak suka kalau harus ngomong sedikit keras dan marah-marah 🙁 *
  4. Jasa pengirimin di Indonesia harus berbenah diri lagi bagaimana cara melayani konsumennya, dan memupuk kepercayaan konsumennya agar tidak lari ke jasa layanan lain.

Leave a comment ?

54 Comments.

  1. Aku turut menyesal, Ria…
    Aku juga pernah mengalami hal yang sama dengan perusahaan yang sama.
    Cerita dan pengalamanmu ini menjadi tonggak bahwa aku tak kan mau lagi pake jasa tersebut. Mending bayar lebih mahal untuk keselamatan yang lebih terjamin.

    Sampai saat ini aku belum menerima email satupun dari mereka, tolong kontak aku terus tentang apa saja yang harus kulakukan untuk dapat membantumu….

    I wish i was there!

  2. Oh ya, saranku tetap sama seperti yang kubilang tempo hari padamu, cari kenalan orang yang ngerti hukum (pengacara) kalau bisa cowok. Tanya ke dia cara apa yang harus ditempuh dan tidak terlalu costly baik sisi money maupun pikiran.
    Kenapa cowok, karena biasanya jasa pelayanan begitu akan sedikit gemetar kalau yang telp cowok dan bisa agak sedikit galak serta melek hukum.
    Mereka biasa akan memandang sedikit remeh kepada (maaf) wanita….

    Coba saja, barangkali pendapatku salah…

  3. emang ada ya jasa pengiriman yang bisa dipercaya di Indonesia?

    EM

  4. sudo apt-get remove tiki
    sudo apt-get install

  5. Memang susah Ria….saya mendingan menunggu orangnya datang jika barang yang dikirim sangat berharga. Memang susah ya..saya ikut menyesal…
    Ehh kalau kantornya di Raden Saleh Jakarta, aku bisa menebak perusahaannya….

  6. Wah… kerasa banget kecewanya :lol:, begitu mengalir ceritanya. 😀

    wempi jualan barang bekas online kirimnya pake ekspedisi sampe saat ini belum ada masalah, kalo ketemu masalah dan kejadian seperti ini, udah gak di ganti prosesnya berbelit-belit lagi.

    tentunya solusi yang bijak adalah cari ekspedisi yang lain, hehe… (kirim barang mau tak mau harus pake ekspedisi toh)

  7. bahkan agen pengiriman internasional (F***X)pun tidak menjamin pengiriman akan lancar jeng. kantor gue juga pernah mengalami ha serupa, barang berupa sampel printer yang seharusnya nyampe di US, akhirnya lenyap tak berbekas…kalo sudah begini jadi mikirnya untung-untungan kan.

  8. Rekor lagi buat Indonesia.
    Ee, Indonesian!

  9. baca cerita di atas kuping saya jadi ikutan panas!
    itu lagu lama org2 yg punya selera rendah, dengan berdalih macam2 untuk mengelabui korban penipuan. coba bayangkan hubungan antara faktur pembelian dengan mereka itu apa? apalagi jasa kirim itu sendiri kita sudah pake asuransi, bahkan nokia sekalipun tidak pernah meminta faktur pembelian untuk klaim garansinya, yg diperlukan adalah kartu garansi.

    Saya setuju dengan mas DV, hal seperti ini jangan dibiarkan, harus diproses secara hukum! ini merupakan kebiasaan buruk pelayanan masyarakat yang sangat2 menghambat kemajuan bangsa.

    o, ya. satu lagi, selain proses hukum, RIA juga bisa membuat surat pembaca di kolom KOMPAS atau media lain tentang hal ini, semoga mereka bisa buka mata setelah ada tindakan perlawanan yg kita lakukan.

  10. Wah.
    Aku ikut emosi bacanya. KOk dipersulit gitu ya, padahal jelas-2 barang itu hilang ya harus ganti. Mau barang itu ada bon beli ato enggak, pokoknya udah ada asuransinya ya harus ganti.
    Wah.
    Gw ga bakal mau deh pake jasa pengiriman kamu ini sis. Ga bertanggung jwb banged. Btw, gw jg pnya pengalaman ga enak soal pengiriman. Kmrn itu aq tunggu kiriman kain dari Surabaya, 2mgg baru sampek. Yg pertama krn petugasnya blg ga ada yg namanya Zizy Damanik (klo ini emg pembantuku yg bego, ga ingat nama panggilan ku di rumah), trs akhirnya aq call kurirnya dan aq pastikan dia dtg k rmh jam 3. Eh aq pul kantor, barang g ada jg. Aq telp lg kurirnya, dia blg, dia udah ketok2 pagar ga dibuka. Coba, aq lgsg ngamuk. Pdhl udah aq blg klo ada apa2 lgsg call aq biar aq suruh pbantu keluar. Krn bel di depan rumah emg suka error. Krn dengar aq marah2 dan merepet, besok pagi barang itu lgsg datang. Huh. Aku jengkel banged.

    Kayaknya mending pake POS aja. Biarpun kesannya jadul, tp mending deh. Lebih aman.

  11. woloh… kok bisa sampe kayak gitu kejadiannya… lain kali mesti pake jasa yang lebih terpercaya

  12. Duh, parah banget sih. Bacanya juga jadi ikutan panas. Ikut bersimpati ya, Mbak…

    Saya pikir saran Mas Donny ada benarnya. Untuk soal yang berbeda, saya juga pernah minta bantuan teman saya yg pengacara. Hasilnya jauh berbeda bila masalah itu saya biarkan begitu saja. Well, utk masalah Mbak Ria ini mudah-mudahan dapat solusi yg terbaik 😉

  13. pfiuhhh.. sumpah yaa.. ribetttttt…..!!!
    kalo gue tuh pasti udah pake emosi tingkat tinggi
    indonesia banget lah pokoknya. suka dipersulit kalo ngurus segala sesuatu

    tp yg penting, tetep semangat ya bok.. ^^

  14. Udah nemu pengacaranya lom Ri?
    parah lah ini udh lama banget…..
    anything I can do Ri?

  15. hey jeung Ria……..
    p cabar

    jika u kecewa bluepun ikut merasakannya
    salam hangat selalu

  16. layanan jasa di Indonesia mmg ga ada yg bener…. peraturan yg buat mereka, tp yg melanggar mereka juga..fiuhhh ga tau malu *ikut emosi* :mrgreen:
    jadi inget dulu di tuntut sama suatu perusahaan travel gara² komplainnya ga di tanggapin dan di sepelein hihihihi…
    sabar mbak..

    salam, ^_^

  17. hmmmm…kalo begini caranya mungkin byk konsumen yg tidak percaya dg perusahaan expedisi yg ada di indonesia.. *padahal hanya bbrp yg nakal*
    TRAGISSSS…

  18. mudah²an kejadian ini bisa menjadi pelajaran sahabat² yg lain..agar berhati-hati memilih jasa kurir..bukan hanya mengambil keuntungannya saja, tp resiko konsumen harus di perhatikan.
    mudah²an cepat clear ya mbak masalahnya.. 🙂

  19. waduh saya jadi tahu sekarang…..ya kita ambil hikmahnya dari semua ini ya teh

  20. walah, kirain kecewa dalam soal apa gitu, hehe … ternyata soal jasa pengiriman. memang sering bikin bete tuh, mbak. ayo, lanjutkan ngambegnya, keke …

  21. wahhh…. sejak beberapa tahun yang lalu saya mengalami kejadian yang cukup mengecewakan walaupun ga separah dirimu, cukup membuat saya kapok menggunakan jasa yang 1 ini.

    btw cukup berduka mendengarnya
    hehe

  22. Tiki Gendeng!!!
    Gila, Bungsu… Gue sampai ikut mencak-mencak baca postingan ini… Lo minta tolong Mas Nug aja.. 🙂

    Gue doain semoga masalahnya cepet kelar, yah..

  23. wah gilaaaaaa.. ngebacanya aja ikutan emosi rasanya.
    lha yang salah siapa kok malah jadi elu yang dipersulit!!! kurang ajar banget ya…

    moga2 segera bisa cair ya klaim asuransinya.

  24. wah jadi mawas diri dan jangan sampai …..

  25. Ikut prihatin, Ria…
    Itu cerminan kerja yang nggak profesional, udah ketahuan salah, trus mencari berbagai usaha untuk menutupi kesalahannya, oper sana oper sini, berharap kamu capek sendiri dan berhenti berusaha…

    Bener kata DV, gertak pake orang yang ngerti hukum aja, Ri… Atau minta bicara dengan key person yg berwenang di TIKI itu, ancam bahwa masalah ini akan kamu beberkan di Media Massa. Biasanya sih mereka akan keder juga. You are a blogger, anyway 🙂 Tapi, be smart with your words… Ciaoo..

  26. hi, salam kenal ya!!
    🙂
    jgn lp men k blog gue ya!!
    🙂

  27. HHmmm …
    Yang sabar saja ya Ri …
    Sooner or later …
    Barang-barang yang menjadi hakmu itu akan kembali …
    Mudah-mudahan

  28. KIRIMIN bom AJAH…UPS!!

  29. Waduh…. kok bisa sampai kek gitu ya. Hemm…. Indonesia-Indonesia. Sebenernya saya mau membanggakanMu, tapi kok kek gini, terus apa yg harus saya banggakan.

  30. Titipkan Doramemon saja, pake pintu kemana saja 😛

    He…he..

    Turut berduka Mbak. Semoga cepat ada solusinya 🙂

  31. alhamdulillah saya belum pernah ngalamin kejadian kaya mba Ria… jangan sampe deh… but thanks atas share pengalamannya…

  32. dulu sekitar 3 tahunan yg lalu saya juga pernah bermasalah dengan jasa pengiriman. saya pesan seragam basket dari bandung. pembuat kaos telah mengabarkan bahwa kaos telah dikirim. namun sampai satu bulan lebih barang itu tidak sampai. setelah di cek ternyata jasa pengirimnya salah kirim ke orang lain. saya coba urus eh kok ribet banget………..ya sudah dengan kesepakatan dari temen tim basket semua itu kita ikhlaskan karena jika diurus ribet banget.
    sejak saat itu saya sangat berhati-hati dengan pihak pengirim barang

  33. judul postinganya harusnya,,,
    buku mleduk… hahaha… 😀

  34. Sabar mbak ……. ambil hikmah dari semua kejadian ini

  35. Wah, ceritanya menarik Juga Mbak…
    Buku yang bener-bener meledak tuh…
    Hehehe…
    Anyway, salam kenal… 🙂

  36. Wah . . yang sabar ya kak .

    memang zaman sekarang susah untu mencari yang dipercaya

    bagai mencari jarum ditumpukan jerami

    mudah2 jka memang g bisa dapat hpna mungkin suatu hari ada yang lebih baik kakak

    sabar ya kak 😀

    *Thanks komena . . kakak atau teman . 😀

  37. Wah, kakak sepertinya harus mengganti jasa pengiriman ke yang lain kak. Salam kenal dan sekalian rindu dari Mariska ya kak Ria.

  38. ikut prihatin ri.., kebayang kesalnya karena musti bolek-balik ngurus segala macam.

    ya sudah, sabar yaa.. pelajaran buat lain kali agar lebih hati-hati mengirimkan barang berharga, semoga masalah ini bisa berakhir dengan baik

  39. wah masukin surat pembaca di koran2 aja.. sekalian tuntut. ga profesional banget..

  40. pokoknya emailnya jangan sampai kayak mbak prita mulyasari saja.. karena hukum di negara ini masih perlu revolusi…

  41. Ikut kecewa dihatiku. Sangat terasa disini, maaf.

  42. Wahhh..Mbak…berkali2 dikecewakan yawh…
    Tapi semuanya sudah beres kan Mbak Ya

  43. Kecewa itu juga bagian dari kehidupan..nyante yah!!
    semua ada hikmahnya..slam kenal aku dari BIMA-NTB

    kunjungi blog aku yah..baru mulai nulis neh

  44. Menurut saya, keluhan seperti ini bisa dikirimkan ke Surat Pembaca Kompas. Biasanya pihak yang kita dikomplain, segera bertindak jika sudah masuk Kompas.

  45. kenapa gak sekalian disamperin aja? mencak mencak aja tuh di depannya langsung biar lebih puas dan lebih terobati kekecewaannya. masalah tiket gampang, tunggu aor asia nol dulu. masalah waktu, ambil cuti langsung

    *taduk merah mulai muncul*

    cin cin… kirian tadi tuh kecewa karena cinta. ternyata buku yang waktu itu. berharap banget tadi karena cinta, terus ada adegan nangis bombay, sampe gak mau masuk kerja berminggu minggu, gak mau makan berhari hari, ha ha ha ha

    *di lempar pake rak server*

  46. aku juga pernah mengalami beberapa kali masalah dengan jasa pengiriman. dalam hal ini malah aku sebagai pengirimnya, yaitu barang-barang yang kujual di e-store. karena kelalaian jasa pengiriman itu, aku terpaksa mengganti ulang barang pesanan pelangganku, karena aku tidak ingin mengecewakan pelanggan…

    tetap bersabar Ri, namun jangan berhenti untuk menuntut yang sudah menjadi hakmu…

      Ria : iya uda…aku sedang di uji kesabarannya…semoga masalah ini cepat selesai ya 🙁
  47. wah…aku bisa ngebayangin jengkelnya dirimu…
    aku belum pernah sih ngalamin yang begini…semoga jangan sampai terjadi..
    coba aja masukin di surat pembaca Kompas…biar mereka jera dan lebih serius melayani konsumen…

      Ria : iya mbak…jangan sampe terjadi aja…bikin kesel 🙁
  48. prosedur komplain itu sebenernya gimana sih?
    kok seringnya berhenti di tengah jalan tidak ada penyelesaian….

    btw, mdh2an kasus mb Ria ni segera selesai ya mb…

      Ria : doain aja ya tha, biar secepatnya selesai…capek juga nih…capek hati dan capek pikiran 🙁
  49. waduww…. parah bener yach..
    mudah-mudahan bisa segera kembali apa yg menjadi hak mu Ria..

  50. ati-ati, nanti kena UU ITE lho :mrgreen:

  51. Sudah berulang kali TIKI bermasalah dengan servicenya. Kalau boleh saran, ada baiknya mencoba jasa delivery lainnya sebagai pembanding.

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>