Daily Archives: 1 February, 2010

Sebuah Permintaan

Aku menyusuri jalan menuju rumah hari itu ketika HP berbunyi, di ujung sana ternyata kamu menelponku dan bertanya apakah aku ada di rumah nanti malam. Setelah menimbang aku berkata bahwa kamu boleh datang kerumahku karena aku akan di rumah saja mungkin di temani selimut untuk mengusir hawa dingin musim hujan bulan ini sambil menonton TV ditemani secangkir teh hangat dan setangkup roti tawar berseleai strawberry. Kamu tertarik menemaniku ujarmu,dan berjanji akan datang tepat waktu.

Jam 7 malam lewat beberapa detik dirimu sudah menampakkan diri di depan pintu rumahku, berbalut sweater coklat yang sangat kamu gemari itu, Kamu membawakanku martabak langganan kita untuk menemani minum teh. Kemudian aku ingat sekali kita berdua duduk terdiam menikmati siaran TV yang aku tau tidak sepenuhnya kita resapi, ada diam yang entah kenapa aneh malam itu. Kamu lalu memulai percakapan kita dengan bertanya tanggal berapakah hari Sabtu nanti, pertanyaan itu aku tau hanya sebagai pengingat bahwa kamu menanyakan apakah betul hari itu tepat hari ulang tahunku. Kamu bertanya padaku adakah sesuatu yang aku inginkan pada hari itu, agar kamu bisa memberikannya untukku sebagai sebuah kado ulang tahun. Aku jawab tidak ada dan nanti jika memang aku menginginkan sesuatu aku akan memintanya nanti.

Hari ini aku telah menyusun suatu rencana untuk melewatkannya bersamamu dan sudah mengatur semuanya untuk keberangkatan kita nanti sore berlibur di pulau mawar, aku membayangkan sangat menyenangkan pastinya berlibur disana di tempat aku akan bisa menghirup harum air laut, merasakan semilir angin menyentuh kulitku dan aku akan di kelilingin oleh teman-temanku bercanda bebas berlarian di tepi pantai…ya sore nanti akan jadi milikku untuk dua hari.

Setelah kurapikan barang perlengkapan kita nanti disana, aku melihatmu datang dengan mobil Fordmu terparkir sembarangan, setengah berlari kamu menghampiriku dan berkata bahwa kamu tidak bisa berangkat sore ini karena suatu hal dengan alasan kamu sudah berjanji ke orang lain dan mengira bahwa kita akan berangkat keesokan paginya, well aku hanya terdiam mendengarkan semua penjelasan yang kamu berikan tanpa sedikitpun meresapi. Lalu aku menjawab bolehkah aku memakai sebuah permintaan yang kita bicarakan tempo hari? kamu hanya terdiam karena kamu tahu yang aku minta adalah kamu ikut bersamaku sesuai rencana kita dan teman-teman. Dari raut mukamu aku melihat jelas bahwa kamu tidak bisa memberikan apa yang aku minta walaupun sebuah permintaanku hanyalah Waktu…ya waktu untuk kuhabiskan denganmu.

**********

Kamar Kost, 21.18
Terinspirasi dari curhat seorang teman.
Yang kuat ya dear, akan indah pada waktunya kok 😉