Perdebatan halal & haram

Mau yang mana?

Pembicaraan halal dan haram disini bukan berupa makanan ya, karena ini menyangkut tentang pembajakan…ya..ya..ya pembajakan Software yang banyak sekali beredar di Indonesia. Nah menurut detikInet Indonesia itu masuk di 12 besar negara pembajak terbesar di dunia dan software yang paling disukai dibajak masih menurut detikInet lagi adalah; Keluarga Microsoft, Adobe, Symantec, Autodesk, dan Corel.

Menyikapi ini gerakan open source banyak diadakan untuk penanggulangan pembajakan software, dari mulai diadakannya seminar-seminar dan pelatihan sampai dengan penyelenggaraan Roadshow Linux di berbagai kota oleh kalangan pecinta Open Source. Alhamdulillah AMIK Mitragama sendiri *tempat diriku mengajar di Duri* berpartisipasi dalam penyelenggaraan Roadshow linux ini, postingannya ada di sini.

Balik lagi ke perdebatan tentang halal dan haramnya penggunaan software bajakan ini, kemarin dengan menggunakan YM aku dan seorang sahabat berdebat masalah ini. Memang kuakui bahwa aku bukanlah orang yang kompeten untuk menyatakan halal dan haramnya sesuatu dalam kasus ini memakai software bajakan itu haram atau masih halal, toh MUI aja belum mengeluarkan fatwa bahwa pemakaian produk software bajakan itu haram. Oleh karena itu ini hanya pemikiran seorang Ria aja.

Mari Kita awali dari produk bajakan itu merupakan produk curian, kenapa curian? karena orang yang memakai produk tanpa lisensi asli *membeli* itu artinya mencuri kekayaan intelektual dari si pembuat atau perusahaan yang mengeluarkan lisensi software tersebut. Lalu temanku berkata “kan produk itu kita pakai untuk penggunaan pribadi bukan untuk diperjual belikan lagi” oke memang benar tapi ketika kita memakai produk software bajakan itu misalnya untuk bekerja, bagi yang berprofesi IT memakai untuk membuat program, yang desiner grafik memakai untuk mendesain gambar dan buat yang ahli internet marketing memakai untuk membuat iklan di internet semua itu menghasilkan sesuatu, sesuatu yang dapat menghasilkan uang artinya kita menghasilkan uang dari produk bajakan yang notabene adalah produk curian. Dengan kata lain memakai produk curian untuk menghasilkan uang, uangnya bisa disebut uang haram gak ya? πŸ™‚

Pasti banyak yang tidak sependapat denganku, tapi coba deh fikirkan kenapa kita gak mencoba memakai produk yang lisensinya tidak berbayar alias free? ini kan masalah kebiasaan aja, selama ini mungkin kita terlalu dimanja dengan fasilitas kemudahan dari perusahaan yang menghasilkan produk bebayar jadinya kita tidak mau mencoba yang lain. Aku akui bahwa produk-produk mereka itu memang lebih memanusiakan manusia πŸ˜€ *karena sasaran mereka memang membuat software sebagus mungkin agar bisa di jual, kalau jelek mana ada orang yang mau membeli* tapi kalau kita gak sanggup beli ngapain ngebajak lebih baik memakai yang tidak bebayar, sekali lagi ini hanya masalah kebiasaan aja kok.

Aku berikan contohya ya :

  • Microsoft Windows bisa di gantikan dengan Linux (Ubuntu, Slackware, Fedora, Centos,Β  atau Open Suse)
  • Mirosoft office bisa digantikan dengan Open office
  • Adobe professional bisa di gantikan dengan PDF Creator, atau PDF Editor
  • Photoshop bisa digantikan dengan GIMP
  • Microsoft visio bisa digantikan dengan DIA Diagram
  • IE Bisa digantikan dengan Mozilla firefox atau google crome
  • Symantec bisa digantikan dengan AVG yang gratisan

Nah apabila memang kebutuhan Anda semua tidak tercukupi dengan software-software yang tidak bebayar itu lebih baik mengumpulkan uang untuk beli software asli karena membajak sama dengan mencuri. Aku memang bukan orang yang sama sekali tidak membajak, aku masih mendengarkan MP3 dan DVD film bajakan *walaupun aku membeli CD original penyanyi yang memang kusuka* tetapi syukurlah aku sudah memakai Ubuntu linux sebagai desktop di notebookkuΒ  dan untuk pekerjaan sehari-hari aku menggunakan semua software tidak berbayar untuk menghasilkan gaji tiap bulan. Beberapa berlisensi karena disediakan oleh kantor tetapi semua lisensi kantor itu kelak pasti akan hilang ketika aku resign dari kantor ini.

Sekarang tergantung Anda bagaimana berpendapat, mau yang halal atau mau yang haram? πŸ˜‰

Gambar minjem dari sini

Leave a comment ?

70 Comments.

  1. Jelas mau yang halal, Bungsu… πŸ™‚
    Cuman mungkin seperti kebanyakan orang yang lain; keterbatasan biaya (eh, jangan2 ini cuman aku aja, yah.. hehehe)

    Miris baca posting ini, secara:
    1. Pake Windows bajakan
    2. Suka banget beli DVD-DVD bajakan

    Ampun, Ria..
    Ampun! πŸ˜€

  2. pernah mikirin juga soal hal ini dulu,akhirnya menyerah aja sama keadaan. saya kalo beli bajakan buat pribadi sih,jadi gak masalah. nah kalo kantor pake bajakan itu urusan kantor,gak berarti kita yg salah.

    itu analoginya sama kek misalnya bos kita korupsi (tapi kita gak tau) terus dia mendirikan perusahaan pake uang korupsi,maka itu jadi dosa dia sendiri,kita gak tau dan gak perlu menanyakan hal itu. ini masalah fikih dasar ya,kalo hakekatnya saya gak berani bicara,karena masih cetek ilmunya:)

    btw ini pake pertamax gak sih??:D

  3. gagal pertamax karena jeung lala menyabot pake Pertamax plus *jedotin muka ke tembog

  4. SaYA masih langganan di penjual dvd bajakan ambassador, hehehe. Tapi kalo software, saya pake yang original donks πŸ™‚

  5. Keknya memang mending beralih ke Linux, soalnya halal dan murah πŸ™‚

  6. aku selalu pakai software original yey \:d/
    secara di Jepang ngga ada bajakan πŸ˜€

    dan emang jangan biasakan bajak-membajak deh
    nanti jadi kerbau yang kerja di sawah loh πŸ˜›
    hihihi

    EM

  7. Kalau kami disini …
    Semua sudah diatur …
    ndak bisa ngapa-ngapain …
    Mau meng-install sesuatu pasti nggak bisa …
    Sudah diprotect sama IT nya …
    Karena memang untuk hal yang beginian kami di wajibkan memakai produk yang legal dan asli …

    ini juga berlaku juga untuk koleksi mp3 dan yang sejenisnya … kami tidak diperkenankan untuk menyimpan mp3 di computer perusahaan …

    Salam saya Ri

  8. Itu sih masalah prinsip ekonomi saja. Bagi sebagian orang buat apa beli lisensi resmi, kalau bisa beli cd/dvd bajakan dengan harga yang jauh lebih murah (walaupun skrg sih gak murah-murah banget, di mall-mall dijual sekeping dvd tuh kalau gak salah 30 s.d 50 rebu).

    Pentingnya gerakan open sources adalah memberikan solusi alternatif yang lebih murah. Jadi user ada pilihan, tidak melulu harus pakai yang berbayar dengan lisensi mengikat. Tentu dengan berbagai perbedaaan (baik jelek atau baik), yang user sendiri harus bisa menerimanya.

  9. ini bukan salahnya ibu mengandung, tapi kenapa bapak selalu ngajari mikocok dan produk2 berbayar terus sewaktu dikampus. sudah jelas licensinya mahal… bapak pikir kita yang ngampus orang kaya smua ya? πŸ˜†

    skarang terpaksadeh blajar software alternatif…. trus yang dipelajari waktu ngampus dulu buat apa ya? πŸ˜†

  10. pake bajakan sekalian mempromosikan sebenarnya hehee :mrgreen:

    saya juga sedang berusaha untuk mengurangi ketergantungan sama produk2 bajakan πŸ˜€ hehe

  11. Ria, aku setuju berat denganmu!
    Kalau di kantorku, jelas kan kita pakai yg asli. Yg lisensinya bs dipakai utk maksimum user.
    Tp utk notbukku, biarpun notbuk china, aq dgn bangga mengatakan bahwa aku tidak pakai produl bajakan di situ. Walaupun pusing. Jg pakai Open Office krn ada tool yg ga terbiasa, tapi aq tetap meyakinkan diri, aq gak pake bajakan kok. Utk apa laptop mahal tp pake bajakan? Luar oke dalam palsu. πŸ˜€
    Sampai utk aplikasi design pun aq cr yg free, krn aq ga mau pake adobe bajakan di notbukku.
    Deeuuhhh sok bgt ya hahahaha.. Tp itu semua berkat didikan suamiku, dia dr dulu anti pk baajakan. , ktnya kalo gak sanggup beli yg asli, ga usah pake pc sekalian. πŸ˜€

  12. Saya mulai memakai yang free.
    Ms Office mulai pakai SoftMaker Office.
    Antivirus pakai avira free dan smadav.
    Browser pakai MF dan Google Chrome.
    PDF pakai Foxit Reader.

  13. Yup setuju sekali. Banyak program2 yang mempunyai lisensi free, kok. Asal mau aja, deh.

  14. alhamdulillah udah pinta ke ubuntu juga sjk tahun 2008:)

  15. kalo semua software yang gw punya, asli minta minta. dan gak tau aseli apa gak. gak tau free atau pembajakan. hmmm,gw kena hukum yang mana yah πŸ™‚

  16. setuju, semua itu hanyalah masalah moral pribadi masing2… kalau saya sekarang ini Alhamdulillah sudah enjoy menggunakan Mint

  17. iya tuh.. halal dan haramnya gimana nih. terutama OS Windows di warnet-warnet, masih banyak juga yg pake buajakan… yay!

  18. setuju… segala bentuk pembajakan itu tentu aja sama dengan mencuri.

    software emang mahal, ya jelas mahal, bikinnya kan pake research, pake otak, dll dsb. bayangkan kalo semua orang beli bajakan dan gak mau beli yang asli, akhirnya software company nya bisa gulung tikar dong. yang ada ntar gak ada perkembangan teknologi lagi. bukannya maju jadi mundur dong kita.

    kita harus menghargai hasil karya orang. salah satu nya ya dengan membeli yang asli walaupun mahal. worth kok. bayangin kalo kita yang udah kerja cape2 tapi trus orang lain main seenaknya ngebajak. gimana gak nyesek tuh?

    gitu juga dengan dvd. selalu ada cara untuk menghindari pembajakan kok. dvd emang mahal dan rasanya sayang duitnya untuk beli dvd yang cuma ditonton sekali doang ya. kalo gitu lebih baik nyewa kan? jangan trus beli bajakan dong…. πŸ˜›

    download mp3 juga tuh… gak baik atuh… hehe. beli mp3 asli itu gak mahal kok… πŸ˜€ kalo perlu ya nabung dulu lah baru beli.

    say no to piracy please!!!

  19. Persoalan haram-halal software, bagi kalangan IT kupikir ‘clear enough’ karena haram-halal muncul kalau software itu dibajak atau dibeli.

    Tapi bagi kalangan yang nggak ngerti, mereka bisa mengasosiasikan (pada akhirnya) bahwa sgala yang berbau Windows itu haram dan Linux itu halal..terlebih karena Windows brasal dari Amerika yang banyak di demo kalau udah berkaitan dengan halal-haram πŸ™‚

    Aku cukup nyaman pake Ubuntu, tapi Photoshop menurutku belum bisa tergantikan sepenuhnya dengan GIMP.
    Tapi Photoshopku halal kok karena dibelikan kantor hehehe πŸ™‚

  20. windows, microsoft-ku asli bawaan laptop toshiba… kalau dvd, nah… masih suka beli yang bajakan.. maaf deh….

  21. 100% saya setuju dg Ria, logikanya membajak memang = mencuri kekayaan intelektual. dalam agama juga diajarkan, bahkan memakai kain tanpa ijin dari pemiliknya untuk mendirikan shalat saja itu dilarang…!?

    omong2 saya sendiri masih pake bajakan, lho? tapi sy mengakui dan menyadari bahwa itu memang salah (ga berani bilang haram ah, serem ama dosa sendiri hihihi). sayapun justru baru sekarang tahu kalau ternyata ada alternatif yg free, maklum saya belajar IT secara autodidak, referensinya suka2. danlagi memang saya beli notebook sudah dilengkapi dg software bajakan sih???

    tapi insya Allah sy akan berusaha untuk keluar dari belenggu sekte pembajakan, hehehe…

    trims infonya
    salam hangat

  22. saya jadi kepikiran, pake bajakan itu halal/haram?

  23. haram ga ya..? pake bajakan memang merugikan org lain(pencipta software)tapi pake yg berbayar jga ngerugiin org lain(yg kantongnya terbatas u/beli software asli :D) jadi…

  24. it’s my first time here^^

    hmmm…nice sharing, sebenarnya ini lbh ke maslah sosial, kbykan masyarakat kita blm mampu secara materil, krn produk asli itu harganya lumayan mahal.

    lagi2 mslh kyk gini butuh kesadaran sosial juga, buku yg gak seberapa harganya aja malah beli yg dibajak πŸ™

  25. mnrt gue, pembajakan itu ga akan bisa dicegah. makanya banyak pemasar musik berpendapat, 5 thn dari sekarang ga akan ada lagi musisi jualan cd. semuanya serba murah dan make money dari merchandise dan live performance. artinya mereka udh ga musingin pembajakan lagi.

    terlepas dari halal dan haram, gue berpikir alangkah lebih baik mencari solusi yang mungkin dilakukan. ttg memerangi pembajakan, gue pesimis. lbh baik kita bersahabat dgn itu, menjadikannya halal, dan make money dgn cara lain πŸ˜€

  26. ada 3 hal (om nh mode : ON) πŸ˜€

    #1. Alhamdulillah, aku pakai yang asli semua, karena memang sudah bawaan dari laptopnya sih (sssttt… kalau yang punya si Evans gak tuh kayaknya, hahaha..)

    #2. Soal hukumnya sudah jelas; baik hukum agama maupun negara. Menggunakan segala sesuatu secara tidak sah itu dianggap melanggar hukum. Pelakunya bisa kena dampaknya.

    #3. User tidak sepenuhnya bisa disalahkan atas pembajakan itu. Seandainya produser tidak mematok harga tinggi untuk produknya, sehingga dapat terjangkau oleh siapa saja, tentulah tidak akan dibajak begitu saja produk-produk tersebut. Di sini berlaku hukum kausalitas (sebab-musabab). Tersebab mahalnya sebuah produk, maka membajak jadi alternatif untuk itu. Bila pihak produen mau menurunkan harganya, aku rasa pembajakan akan berkurang meski tidak hilang sama sekali.

  27. Photoshop diganti dengan GIMP?
    compatible kah jika filenya dibuka di GIMP? *sangsi nih gue XDDDD*

    ahhh, postingan ini menohok! saya di rumah masih pake software bajakan, soalnya belum sanggup beli yang original. hiks… wahai pencipta adobe, maafkan sayaaa…

  28. Waduh… memang agak berat klo ngomong halal haram.
    Kadang yang halal aja bisa jadi haram dan yang haram bisa jadi halal.

    Klo windows saya masih pake yang bajakan. Klo beli yang asli berat di ongkos. Untuk ubuntu dan openSource lainnya saya blom pernah coba, jadi blom ngarti :D.
    Gimana dunk??

  29. OS saya masih pake bajakan.. πŸ˜€ dulu sempat sih pake mandriva, tapi mandrivanya crash. trus akibat nginstall mandriva, hardisk saya keformat semua. (gaptek sih ya?) hehe..

    ada juga sih beberapa yang freeware, seperti google chrome.. :mrgreen:

    yang pasti, saya gak pake software bajakan ini buat nyari duit. πŸ˜€

  30. Serasa lagi kuliah syariah πŸ™‚ oh ya, kemarin MUI bilang kalao fesbuk itu haram sist, bener gak tuh?

  31. wah… kesindir-sindir abis nih…
    kalo sekarang ini insya Allah pake software yang halal. bawaan dari netbooknya.. tapi gak tahu tuh yg di kantor. kan cuma tinggal make aja.. πŸ™‚

    hm… bingung nih jadinya *mikir*

  32. tapi penggunaan produk open source ini sebenarnya dibenci banget oleh microsoft. bagi mereka, lebih baik dibajak ketimbang pengguna memilih produk gratisan. paling tidak dengan tetap menggunakan produk bajakan, walaupun tidak mendatangkan keuntungan finansial, masyarakat tetap setia dengan microsoft, dan bukan provider lain. karena sebenarnya dengan dibajak, microsoft tidak dirugikan, hanya tidak memperoleh keuntungan saja. “tidak rugi” tidak sama dengan “tidak untung,” kan?

    *analisa kacangan orang gaptek*

  33. komentar ulangan, karena yang barusan hilang entah kemana.

    tapi penggunaan produk open source ini sebenarnya dibenci banget oleh microsoft. bagi mereka, lebih baik dibajak ketimbang pengguna memilih produk gratisan. paling tidak dengan tetap menggunakan produk bajakan, walaupun tidak mendatangkan keuntungan finansial, masyarakat tetap setia dengan microsoft, dan bukan provider lain. karena sebenarnya dengan dibajak, microsoft tidak dirugikan, hanya tidak memperoleh keuntungan saja. “tidak rugi” tidak sama dengan “tidak untung,” kan?

    *analisa kacangan orang gaptek*

  34. Untungnya saya nggak pake bajakan Ria…..
    tapi memang bagi kaum muda, apalagi jika ingin mencoba software bermacam-macam, harga software itu masih terlalu mahal.

    Opensource memang perlu dikembangkan, masalahnya lha kayak saya nihh, kalau kesulitan bingung tanya orang lain, apalagi anak-anak sudah diluar rumah semua, dan kerjaku pun sudah tak seaktif dulu. Kan dulu kalau ada apa-apa tinggal tanya teman bagian IT….sekarang? Bingung sendiri…hehehe

  35. yang penting halal jadi gak pake bajakan

  36. OOT aghh

    mau donk ri, diajarin linux/ubuntu
    freeware kan? eghhh mksdnya gratis kan kursus sm kamu?
    *wink wink*
    πŸ™‚


  37. Ngelihat pencurian besar-besaran gitu kenapa polisi tutup mata ya..?
    Mungkin karena nggak ada ketegasan itu, semua orang jadi cuek aja pake bajakan..
    ..

  38. software microsoft dan keluarganya di laptop saya semua lisensi kampus.. nah kalo saya udah lulus itu kira2 gimana ya?? hehehe

  39. Maunya sih halak Ri!
    Tapi secara ini gue kadang gak ngerti apa2an.. install ini itu dipasrahin ke orang πŸ™‚ gue gak tau deh asli ato gak yah.. πŸ˜›

  40. 1.untung windows saya aseli…
    2.office pake lisensi kantor
    3.nda pake, pake update dari ms.office buat save langsung ke pdf
    4.hueee yang ini masi membajak…
    5.nda pake
    6.saya belum pernah denger ada web browser bayar
    7.AVG gratisan…

  41. padahal opensource nggak kalah bagusnya kok…, justru dari opensource dulu baru dijual, biasanya.. πŸ˜€

  42. wah saya masih bajakan neeh..thx infonya

  43. Aku juga pake ngajar rata2 software bajakan koq…
    abis mau beli yang original… kemahalan..

    Selamat Malam.
    Salam Taksim.

  44. Makasih buat info open source-nya ya jeung…. Bakalan gw inget2x deh πŸ™‚

  45. kalo laptop kantor.. halal semua, lha wong semua disediakan kantor… dan yang haram-haram tdk bisa diinstall di sini

    kalo komp rumah.. yg “just for fun” tdk menghasilkan uang apa-apa… yach “dg sangat terpaksa” masih haram πŸ™

  46. ada istilah ” jalan pintas dianggap pantas” , bukan kita pemakai software bajakan aja yang untung, tapi yang buat juga untung karena ada yang make software hasil ciptaanya, kalau kagak ada yang make buat apa software itu di ciptakan, sungguh sangat sangat tidak menyenangkan, coba ya contoh kasus “kangen band” orang – orang beli kaset mereka itu kaset bajakan, tanpa orang yang membeli kaset bajakan mereka, gak mungkin mereka terkenal sampai sekarang, paling andika masih jualan es cendol keliling, begitu juga temen- temen bandnya.

  47. Have a nice weekend, undangan dalam acara ulang tahun Ayah tercinta, salam D3pd…:-d

  48. Hi Ria, kalo menurut ambo, kenapa terjadi pembajakan terhadap software2 tersebut karena software2 tersebut familiar and user friendly. Selain itu, windows sangat terkenal dibanding ubuntu, linux and so on.

    Sekarng lebih baik, kita mulai dengan mengenalkan opensource kepada generasi muda, sehingga penggunaan yang license dapat sedikit terputus dan pembajakan dapat dihindari. Soalnya susah euy memberi peringatan ke orang2 yang udah gunainnya (tapi hrus tetap berusaha)..

    • @Soni, Linux – Ubuntu memangnya ga user friendly? malah banyak shortcut yang terlalu friendly yang bis meningkatkan produktifitas. Ini hanya masalah kebiasaan ko bang, dan sebenarnya bukan sebuah perbandingan 1:1 koq, kalo mau bandingkan itu ya microsoft dengan Mac OS. Lalu bukan berarti yang berlisensi sedikit terputus, bukan itu maksudnya, cuma ya kalo ga kebeli jangan mencuri itu saja.

  49. Bicara mau yang halal atau haram tentunya kebanyakan (atau mungkin semua) orang menginginkan yang halal. Melihat realita banyak komsumen menyukai bajakan saya rasa salah-satunya berakar dari masalah finansial.

  50. Salut atas postingannya, senantiasa mengingatkan terhadap kebajikan, moga diantara kita setidaknya dapat meminimalisir terhadap produk bajakan πŸ˜€

  51. Turut silaturahmi, sangat membangun tema postingannya πŸ˜€

  52. ane jg pengen bisa pke linux n software pengganti di atas…emang seh ya kt udah biasa pk yg umum jd suka males ganti…thx infonya

    salam kenal dr mb oyen

      Ria : okehhhh…salam kenal juga…ayoo di coba yuks…
  53. Ini pendapat Gw **Waktu masih make windows+Linux**:
    open source vs proprietary operating system buat gw

    Tapi sekarang udah make Slackware buat sehari-hari, Office suite make OOo, email Thunderbird, enkripsi email make GPG, Chatting make Pidgin, VirtualBox buat gantiin VMWare… N banyak lagi, yang gak asli tinggal buku sama mp3 **Dulu sempet bersih dari lagu bajakan**

      Ria : wahhh sekarang mp3nya bajakan lagi ya gan πŸ˜€ nanti gw baca postingan itu ya, kayaknya gw juga pernah baca deh
  54. gw ga ngerti cara pake linux, Ri..ajarin dwunk…
    tapi syukurnya di kantor semua software ada license nya πŸ˜‰
    tapi yang di rumah ituh??? πŸ˜›

      Ria : hahahaha…coba aja dulu mbak, pake live cd ubuntu jadi gak perlu install apa2
  55. Mau pake ubuntu dan program open source yang lain, khawatir juga susah cari driver-drivernya. Trus kompatibel gak ya sama program2 bahasa Arab yang kupunya? Repot juga kalo gak kompatibel, soale berhubungan dengan bahan kuliah juga sih.

      Ria :
      Ubuntu muslim edition ada kok mas…
      nanti coba2 deh πŸ˜€
  56. hihi, jadi ingat teman saya yang mencekoki saya dengan kehalalan linux itu. dia bilang, asal kamu mau belajar, this is way better.
    baiklah, saya pikirkan
    hidup halal!!

  57. Mau pake ubuntu dan program open source yang lain, khawatir juga susah cari driver-drivernya. Trus kompatibel gak ya sama program2 bahasa Arab yang kupunya? Repot juga kalo gak kompatibel, soale berhubungan dengan bahan kuliah juga sih.

    Ria :
    Ubuntu muslim edition ada kok mas…
    nanti coba2 deh πŸ˜€

  58. untuk orang “kere” dan taat hukum(tidak mebajak) seperti saya, kayaknya opensouce pilihan yg terbaik.saya yakin opensouce akan sangat berkembang di indonesia,di samping penduduknya banyak yg kurang mampu ,kita punya gotong royong warisan budaya yg pantas kita banggakan….amin…..

  59. untuk yang bergerak dibidang IT, akuntan dll mungkin banyak alternatif…
    tapi bagaimana untuk yang di bidang engineering…?

    harga AutoCad (yg student version (yg ada watermark mengganggu kalo ngeprint)) 40 juta, yang pro bisa sampai ratusan juta…
    harga staadpro untuk perhitungan gedung juga berpuluh-puluh juta, n belum ada pengganti softwarenya…

  60. saya pakai linux slax (USB) dan dual boot ubuntuVSxp..
    tapi saya lebih sering menggunakan xp karena saya belum bisa mengkonekan linux (slax n ubuntu) dengan modem SU 8600 saya πŸ™ saya cari2 tutor nya gak ada πŸ™ huhu..
    pengen linux..pengen linux..

  61. Kalau saya terus terang sudah lama memakai Windows bajakan. Namun setelah membaca artikel dari para ulama saya menyadari, itu perbuatan haram. Dan segala turunan rejeki yang berasal dari software haram tersebut juga pasti haram.

    Sebenarnya yang menghalangi manusia Indonesia untuk berhenti memakai bajakan adalah mental kacangan yang selalu mau instan termasuk saya ini. Kita kalah sama negara India yang katanya miskin, justru ternyata semakin maju meninggalkan Indonesia, karena mereka mau belajar memakai open source.

    Sekarang saya memakai Linux Zencafe. Awalnya memang susah, namanya kita baru belajar dari awal, namun sepanjang ada kemauan pasti ada jalan kok. Akhirnya saya mahir menggunakan software-software open source, dan itupun saya tidak punya basic pengetahuan IT.

    Kalau hati kita dari dalam berniat ibadah, ingin sesuatu yang halal, Insya Allah pasti ada jalan,meski kita tak punya uang beli software mahal, Insya Allah jalan menuju open source pasti dibuka oleh Allah SWT.

  62. Halal atw haram, dapat haram tetapi digunakan untuk kebaikan kayaknya bukan masalah tu, dapat yang halal trus digunakan yang nggak2, yang sama aje dunk. so, tergantung penggunaanya, salam kenal nya, fahrul

  63. Hukum software bajakan tidak diterangkan secara eksplisit dalam Al – Qur’an maupun Hadits, karena jaman Nabi Muhammad SAW memang belum ada komputer. Dasar pengambilan hukumnya hanya merujuk pada dalil – dalil yang mendekati pada pokok persoalan, seperti dalil yang menerangkan tentang pencurian atau mengambil hak orang lain tanpa ijin. Yang dinamakan pencurian jaman Nabi Muhammad SAW adalah mengambil barang orang lain berupa materi yang nyata tanpa seijin pemiliknya. Maka pembajakan software juga dimasukkan dalam kategori pencurian sehingga hukumnya haram.

    Tapi setahu saya, Islam juga punya tata aturan jual beli yang dapat mempertemukan antara kepentingan penjual dan pembeli secara adil. Penjual tidak boleh membuat aturan seenaknya sehingga merugikan pihak pembeli, demikian sebaliknya. Masalah jual-beli dalam Islam yang pernah saya baca dan dengarkan ada rambu – rambu sebagai berikut (kalau tidak salah) :

    1. Penjual harus menunjukkan kondisi barang dagangannya secara jujur.

    2. Penjual dilarang mengambil keuntungan berlipat-lipat ganda.

    3. Penjual dilarang menjual barang dengan bersyarat.

    Masalah penjualan software menurut saya telah menyalahi tata aturan dalam Islam. Menjual software yang kelewat mahal tidak dibenarkan dalam Islam. Produsen software tidak bisa mengambil keuntungan seenaknya. Apalagi berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Islam mewajibkan setiap individu untuk menyebarkan ilmu pengetahuan. Kalaupun harus meminta imbalan cukup sekedarnya saja.

    Terlebih lagi mengaitkan pembajakan software dengan pencurian, agaknya perlu dikaji kembali. Para penjual software mensyaratkan bahwa software yang sudah dibeli tidak boleh digandakan. Seandainya saya beli software asli saya akan dianggap mencuri ketika menggandakan software yang sudah saya miliki. Kan, aneh ! Dalam Islam, barang yang sudah dibeli sepenuhnya hak pembeli; mau dijual, dikasihkan orang lain, ataupun dibuang. contohnya, seandainya saya menjual sapi kepada pembeli, maka saya tidak boleh mensyaratkan kepada pembeli: β€œsapi yang anda beli tidak boleh dikawinkan atau dijual lagi”.

    Apa yang difatwakan MUI menurut saya lebih cocok apabila akad pemilik software adalah sewa- menyewa. Jika Software hanya disewakan, bukan dijual, maka hukumnya bagi penyewa hanya berhak memakai. Tidak boleh menggandakan apalagi menjual ke orang lain.

    Sekali lagi saya hanyalah sekedar mengungkapkan sebuah pemikiran. Saya tidak bermaksud menjadikan pendapat saya sebagai rujukan. Kalau salah mohon dibenarkan.

  64. sekedar pandangan untuk wawasan bersama, penggunaan software bajakan tertama yang berhubungan dengan grafis dan multimedia pada satu sisi menguntungkan pihak pihak broker asing yang ingin mencari tenaga kerja murah. banyak sekali rekan2 kita yang bekerja dengan deadline ketat dan persyaratan software harus menggunakan ini, itu, yg notabene berbayar. namun para klien asing tersebut, yang harusnya lebih sadar tentang HAKI, justru menutup mata dengan kondisi ini. bagi mereka daya tawar indonesia termasuk tinggi karena yang dijual hanya skill, minus ongkos software. berkaca dari rekan di UK, mereka sepakat bahwa di UK software bajakan untuk rumah tangga sudah menjadi hal biasa. belajar menggunakan program bajakan memang menghindarkan para pemula dari kehilangan uang secara sia sia. oleh karena itu situs2 dan para cracker akan selalu ada sampai kapanpun. kembali ke dalam negeri, masalah permodalan menjadi hal yang utama, ok lah kita bisa menggunakan software free/open source. namun kembali saya tekankan bahwa seringkali prasyarat dari klien memang memang sangat ketat yang belum dimungkinkan 100% terpenuhi oleh software open/free. hampir semua pelaku usaha bercita cita membeli secara sah semua software berbayar yang diperlukan, namun tak ada produsen software yang peduli terhadap hal ini. pernah muncul sebuah pernyataan bahwa mereka hanya menjual, jika mau belilah, kalau tak sanggup ya jangan beli :),pernah juga pemerintah melalui deperin pernah diminta untuk memberi talangan pembelian software pada usaha menengah, agar para pelaku usaha dapat mencicil melalui bank yang ditunjuk, namun tidak ada tanggapan. selain itu gegap gempita penggemar open source/freeware seolah menganggap semua hal dapat disubtitusi oleh linux, Faktanya: para musisi akrab dengan mac, dunia grafis akrab dengan windows, programming/network akrab dengan linux, memang ada grafis di linux, desain UI menggunakan Qt, gimp, blender, compiler, IDE java, c, delphi, openoffice dst.. namun itu masih belum cukup untuk mengalihkan pengguna windows/mac, itulah kenyataan dunia saat ini. bukti memang setiap hal belum dapat disubtitusi. jadi agar tidak terjebak masalah keharaman software solusinya tidak harus linux, tidak harus freeware, tidak harus opensource. namun lebih utama perbaikan pilar perekonomian dan permodalan para pengusaha menengah ini. perlindungan dan fasilitas pembelian software bukan justru diobrak abrik aparat. mungkin rekan2 ada yang menganggap bahwa kami telah termanjakan oleh suatu produk, namun justru karena kami telah mencoba bermacam macam produk maka kami mengetahui mana produk yang reliable dalam produksi ketat yang kami perlukan. banyak rekan2 yang menguasai multi program, mulai opensource/freeware/berbayar, namun semua memang ada proporsi penggunaan sendiri sendiri bagi produk produk tersebut dalam dunia kerja. catatan: untuk pengusaha warnet/rental ketik memang lebih baik pakai linux :)

  65. windows bajakan itu 100% halal, sama kyk lampu dulunya dipaten oleh thomas alfa edison karena yang bisa membuat cuma dia, nah windows ini sama aja lampu menyangkut umat seluruh dunia dan yang bisa membuat cuma microsoft, malah dia gak boleh harusnya mematenkan / memonopoli ilmu, didalam harta orang kaya ada juga harga orang miskin yang harus dibagikan, gak boleh menumpuk di 1 orang / 1 perusahaan.. dan segala hak cipta hanya milik Allah, hak cipta hanya boleh jika barang itu telah banyak yang bisa membuat, contohnya music, komputer dll..

  66. saya pernah coba belajar bikin aplikasi secara otodidak,untuk memunculkan kalimat “Apa Kabar” saja, butuh beberapa baris kode.

    dan Microsoft itu punya banyak karyawan yang harus di gaji.
    kalau kita memandang bikin software itu enteng bisa dikerjakan seorang Bill Gates saja. maka itu terasa tidak adil.

    liat pesaingnya APPLE.
    satu perusahaan Apple memproduksi Macbook (hardware) Mac Os X (sistem operasi), iWork, Garage,dll(Software), plus DVD instalasinya dikasih gratis . totalnya 20jt.

    di sisi lain, Asus membuat produk (hardware) 4jt, ditambah Windows 1.5jt, Office 1jt, Corel 5jt, Adobe 8jt, dll

    ingat, yang bikin itu perusahaan, bukan seorang Bill Gates saja. karyawannya menguras otak, waktu, tenaga, dan mereka punya keluarga untuk dikasih makan.

    anda bikin skripsi, lalu skripsi anda dicuri dan diperjual belikan tanpa izin, mau?

    Sah sah saja mereka menjual dan menikmati hasil JERIH PAYAH mereka.

    software opensource bisa bertahan juga karena ada donasi, atau karena hobi dan pembuatnya sudah punya kerjaan lain yang mencukupi.

Reply to DJ ¬
Cancel reply


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Trackbacks and Pingbacks: