Penipu berkedok sebagai pembeli

Judul postingan ini sebenernya sudah tersimpan di draf sejak Oktober 2010, tapi apa daya karena yang punya blog sok sibuk jadi gak pernah selesai 😀 oleh karena itu mari kita selesaikan cerita ini hehehehe.

Cerita ini sebenarnya adalah pengalaman seorang teman dan dia menceritakannya saat kami makan malam bersama dengan beberapa teman yang lain. Awalnya dia bercerita bahwa dia ingin menjual mobil Karimun nya yang mungil dan ingin membeli mobil yang agak lebih besar dikarenakan anak keduanya sudah lahir. Jadilah dia memasang iklan di papan iklan Commissary (tempat belanja di dalam CAMP CPI Duri liat postingan Kota Duri Part 3).

Selang beberapa hari temanku itu mendapat telepon dari seseoran, katanya orang tersebut ingin membeli mobil karimun itu untuk anaknya. Negosiasipun dilakukan dan akhirnya mereka bertemu pada satu titik harga dan si penawar berjanji akan mentrasfer uang tersebut keesokan harinya. Besoknya si calon pembeli menelepon kembali dan mengatakan bahwa sejumlah uang itu sudah ditransfer ke Rek mandiri temenku dan memintanya untuk mengecek. Temanku ini merasa tidak mendapatkan SMS Banking notifikasi bahwa ada transferan uang masuk ke rekeningnya, dipikirnya mungkin karena transferannya jumlahnya lumayan banyak jadi butuh beberapa waktu setidaknya sehari.

Dilain pihak Si calon pembeli sudah telepon bulak balik ketemenku ini dan terlihat sudah panik kok iya transferannya belum masuk. Akhirnya sepakat bahwa si calon pembeli akan menelepon customer service (CS) Bank Mandiri sambil temenku akan mengencek ke ATM Bank Mandiri terdekat. Tidak lama sesampainya temenku ini di ATM dia mendapat telepon dari si calon pembeli yang ternyata sudah terhubung dengan CS Bank Mandiri. Terdengar oleh temanku si calon pembeli sedang bertanya kepada CS-nya (telepon si calon pembeli dan CS Bank Mandiri di loudspeaker) dan dia mempersilahkan temanku berbicara langsung.

CS Bank ini lalu bertanya macam-macam seperti prosedur untuk mengecek account nasabah, sampai CS itu menanyakan saldo tabungan temanku, tanggal lahir, ibu kandung dsb. Tiba pada satu titik temanku ini merasa ditipu adalah dimana si CS Bank Mandiri (yang ternyata palsu) meminta dia mentrasfer uang ke rekening seseorang….well ketika tersadar dia langsung marah-marah dan memaki. Tanpa sadar dan tanpa dihipnotis hampir saja dia mentrasnfer uang dalam jumlah banyak ke penipu itu karena obrolannya dengan seseorang yang berpura-pura menjadi CS Bank Mandiri…

Diakhir ceritanya, temenku ini berkata “Mungkin penipuan orang-orang yang berkata mereka di hipnotis itu tidak semuanya benar dihipnotis. Bisa jadi si penipu mempermainkan emosi dari seseorang yang ditipunya sehingga tanpa sadar dia melakukan sesuatu yang tidak masuk akal” misalnya; memberikan tas dan isinya ke orang yang tidak dikenal, mentransfer sejumlah uang ke orang dan mungkin masih banyak contoh lainnya. Kalau dalam kasus temanku ini mungkin penipu tersebut mencoba memanipulasi emosi “rasa senang” bahwa dia akan menerima uang dalam jumlah banyak karena berhasil menjual mobilnya.

Terakhir, pesanku adalah berhati-hati jika melakukan transakti jual beli by phone, internet atau sales yang datang langsung ke rumah Anda. Saranku sebagai berikut :

  1. Minta pertimbangan jika ingin menjual/membeli sesuatu yang nilainya besar kepada orang-orang terdekat Anda, diskusikan dan libatkan mereka jika ada perubahan apapun.
  2. Jika melakukan transaksi usahakan jangan seorang diri,minta suami/istri/adik/kakak/orang tua/teman Anda untuk menemani.
  3. Jangan mudah terlena dengan ucapan seseorang.
  4. Pastikan selalu focus jika sedang berbicara dan melakukan sesuatu
  5. Berhati-hatilah…prinsipku “trust no one” jika kamu berada di Area baru, lingkungan baru ataupun lahan bisnis baru 😀

Sekali lagi…berhati-hatilah, mereka ada dimana-mana!!

Picture taken from here

Leave a comment ?

16 Comments.

  1. Hal2 begitu itu muncul karena masyarakat kita memang butuh uang.

    Bisa jadi hal ini adalah indikasi pemerintah perlu bekerja lebih keras lagi mewujudkan kesejahteraan masyarakat sehingga rakyat tak mudah terhasut dan tak butuh duit gratisan kayak gitu :)

    Nice post!

  2. Wempi pernah tuh ditelponin kek gitu padahal lagi boker, tapi kasusnya menang undian mobil 😆 karena lagi asik boker wempi biarin aja dia ngomong sendiri :mrgreen:

  3. dizaman skg ini emang musti super hati2 ya mbak..

  4. Salah satu cara hipnotis adalah dengan cara memasukkan informasi secara berlebihan ke dalam memori kita, atau menanyakan sesuatu hal berulang-ulang dan berputar-putar sampai pada satu titik kita akan melakukan apapun yang mereka minta tanpa sadar…. katanyaaaaa…. 🙂

    Maka… waspadalah…waspadalah…

    Thanks infonya, Ria :D

  5. Jaman sekarang memang benar2 harus waspada ya, terlebih dibulan ini akan menghadapi hari raya yang kerap kali terjadi penipuan dengan berbagai alasan.

  6. Aku setuju Ri. Penipuan ini sebenarnya bukan melulu karena hipnotis, tapi memang terasa seperti dihipnotis, karena kalau emosi sudah bermain, ditambah kepanikan dan konsentrasi berkurang, jadilah.
    Kita memang harus berhati-hati…

  7. Semoga terhindar dari yang gini-ginian deh

  8. nice share.. wah, harus lebih waspada nih.. bisa bisa info pribadi kita bisa dengan mudah diketahui.

  9. Makasih tipsnya….. :mrgreen:

  10. si penipu mempermainkan emosi dari seseorang yang ditipunya …

    benar sekali Ri …

    memanipulasi rasa senang … rasa khawatir … rasa sedih dan sebagainya … sedemikian rupa sehingga ybs nurut aja digimana-gimanain …

    So …
    Inti dari semua ini adalah … “Be Cool” kuasai diri … Fokus …

    Terima kasih tipsnya Ri …
    Salam saya

  11. Sekarang banyak modus baru dalam penipuan termasuk seperti ini.. klo kita gak jeli buat sering tau masalah modus ini bisa-bisa kena tipu :D

  12. ihhhh lama lama makin gak aman aja tinggal di bumi pertiwi ini ngeriii

  13. Dalam bisnis yang kugeluti (mainanbocah), juga sangat rentan dengan aksi penipuan semacam ini. Nyaris beberapa kali aku masuk dalam perangkap orang yang pura-pura membeli dan bilang sudah transfer. Tapi, begitu dicek tidak ada dan ketika dikonfirm ulang dia malah marah-marah dan minta dibalikin uangnya…

    Untung aku tidak bisa dibodohi seperti itu, sehingga, sampai sekarang alhamdulillah masih aman, hehehe… :)

  14. ingt kata bang napi kejhatan bukan hanya ada niat tapi ju karna ada ksempatan..
    yang pentiing kita hrus selalu waspada 😀

  15. ..
    boleh waspada Mbak, tapi jangan negatif thinking ya.. ^^
    ..

  16. wah bner bgt mba ,, harus hati” ..

Reply to Paksi Dewandaru ¬
Cancel reply


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>