Monthly Archives: October 2011

Perbedaan

Pernahkah Kamu mengalami sudut pandang berbeda dengan orang lain? ataukah Kamu menganggap bahwa suatu hal itu besar sedangkan orang lain menganggap itu adalah hal biasa dan tidak perlu diributkan?.

Aku berikan contoh sebagai berikut :

Si Pak Badu ingin meminjam Handphone milik istrinya untuk update status facebook dan mengecek email karena HPnya ketinggalan dirumah, tetapi si Istri sudah mengingatkan jangan dipake Pak, HPnya sudah mo habis battery nanti saja kalau sudah sampe dirumah toh sebentar lagi pulang. Nah si Pak badu ini ngeyel, dia tetap membongkar tas istrinya untuk mencari HP dan online menggunakan HP istrinya tersebut tanpa seijin dan sepengetahuan Istrinya.

Si istri yang sedang sibuk membayar dikasir terlihat sangat marah dan menegur suaminya, “Pak apa gak bisa sampai dirumah saja, kok Papa gak bilang dulu langsung bongkar tas Mama tanpa ijin pula!” Tidak terima dengan marah sang istri, Pak Badu malah ikutan ngambek dan berkata “Mama kenapa sih, masalah kecil seperti itu kok marah, ini kan Papa bukan orang lain kok kesannya Papa jadi kayak orang lain kalau Mama sampai marah. Emangnya di HP Mama ada apa sih?”.

Atau contoh seperti ini :

Tanpa sepengetahuan kakanya, Dudi membuka dan login di notebook kakaknya, kebetulan kakaknya ini  sedang mandi untuk bersiap ke kantor. Si kakak setelah selesai mandi dan masuk kamar kaget mendapati adiknya sedang asyik mengutak ngatik notebooknya, belum lagi notebook tersebut adalah notebook kantor. Dengan marah si Kakak menegur Dudi bahwa dia tidak boleh menggunakan notebook itu tanpa seijin dan sepengetahuannya. Merasa tidak terima, Dudi lalu berteriak “Kakak Pelit, masak pake notebook aja gak boleh!”.

Apa Pendapatmu mengenai dua contoh diatas?

Kalau aku secara pribadi tidak suka seseorang mengutak ngatik barang-barang kepunyaanku tanpa seijin dan sepengetahuanku sedekat apapun hubungan aku dan dia atau aku dan mereka. Mungkin buat orang lain ini adalah hal yang sangat kecil tapi buatku itu sudah merupakan pelanggaran hak privacy atau pribadi, apalagi dengan pekerjaanku sebagai IT jangan sampai ada yang berani ngutak ngatik notebook tanpa seijinku….please deh aku bertanggung jawab atas data banyak orang bagaimana coba kalau iseng akhirnya jadi kriminal :D.

memang sih dalam kehidupan perbedaan dan sudut pandang selalu mewarnai, bagaimana seseorang memandang sesuatu seringnya berbeda dengan orang yang lain. Maka dari itu alangkah baiknya jika ingin bertindak atau berkata sesuatu coba kembalikan ke diri sendiri terlebih dahulu bagaimana jika Kamu diposisi orang tersebut.

Perbedaan itu ada untuk saling melengkapi bukan untuk saling menjatuhkan atau saling mengejek. Wajar saja cara kita berfikir atau menyimpulkan sesuatu berbeda dengan orang lain tetapi untuk jadi seorang individu yang matang marilah kita sama-sama menyikapi perbedaan ini dengan komunikasi yang baik sehingga hubungan kamu dengan orang lain disekelilingmu tetap harmonis, susah? tidak juga! mari kita sama-sama belajar untuk hal ini :).

Gambar pinjem disini

Denyut

Setetes kehidupan terbangun
Bergelayut menyambut hujan
Terlerai oleh butiran air
Terbawa ia hingga samudra

Berarak awan menyambut angin
Terbang tingginya sebuah khayalan
Indah melayang tergapai dan hilang
Melagukan gelak hati sang bulan

Sinar matahari tersenyum
Melahirkan indah cahaya pelangi
Bergerak beruraian dan tertahan
Melafalkan syair kehidupan
Berujung pada dawai gitar sang pujangga

Cinta…apa kabar denyutmu?

Setia, betah dan comfort zone

Setia….mmmm kata sakti yang biasanya dipakai Untuk mendefenisikan bentuk loyalitas terhadap sesuatu. Tapi postingan ini tidak berbicara tentang hubungan yang itu ya *relationship antara seorang wanita dan Pria* tetapi lebih kepada setia dan loyal akan sesuatu yang bisa membuatmu bertahan melakukannya tanpa kenal waktu. Kalau kata lain yang biasanya digunakan mungkin kata “betah”.

Mari kuceritakan beberapa bentuk kata setia dan betah yang sudah kulakukan dan kujalankan selama 5 tahun hidupku di kota kecil ini:

  1. Bekerja selama 5 tahun di perusahaan dan departemen yang sama selama aku di Duri
  2. Mengajar di satu-satunya kampus IT yang berlokasi di Duri sejak September 2006
  3. Ngekost di tempat yang sama selama 5 tahunku di Duri
  4. Tidak memiliki TV serta absen menonton TV di Kamar kost tetapi berkomitmen menggantinya dengan membaca buku selama 5 tahun ngekost!
  5. Nge-laundry di tempat yang sama sejak mengenal kata Laundry pakaian -/+ 3 tahun yang lalu.

Ternyata me-list lima hal di atas bisa dikategorikan bahwa diriku termasuk orang yang jika sudah suka akan satu hal pasti akan menjalaninya tanpa harus bosan selama bertahun-tahun… berusaha betah dan sangat sayang jika harus berpindah ke hal lain, kalau kata kerennya orang-orang yang melihat dari luar menyebutnya “comfort zone”. Well aku mau membuat excuse bahwa yang aku alami bukan benar-benar comfort zone, aku bertanya jika  kamu harus berkutat 24 jam menjaga system tetap bisa dipakai, mengajar ilmu IT yang sifatnya sangat dinamis dan penuh perkembangan baru, terkadang harus under pressure menghadapi berbagai macam sifat user dan mahasiswa, selalu harus bisa menjawab dengan senyuman setiap kali seseorang bertanya padamu kenapa belum menikah diusia sekarang dan meluangkan waktu untuk mengisi komitmen membaca satu bulan minimal satu buku padahal waktu 24 jam terasa kurang, apakah semua itu bisa dikategorikan sebagai comfort zone?

Tapi ya itu kan hanya excuse-ku saja buat mereka, toh orang-orang yang melihat dari permukaan tetap mengatakan bahwa aku hanya berada pada comfort zone dan mereka selalu bertanya Kapan ya aku kira-kira bisa meninggalkan comfort zone ini? 😀 well…mereka bisa berasumsi, menebak atau bergunjing tapi toh yang menjalaninya tetap aku, jadi daripada membuat semua hal tersebut jadi uncomfort zone lebih baik aku buat jadi comfort zone sekalian…hehehehe…

Punya pengalaman dengan kata setia, betah dan comfort zone ?

Gambar pinjem disini