Category Archives: Puisiku

Denyut

Setetes kehidupan terbangun
Bergelayut menyambut hujan
Terlerai oleh butiran air
Terbawa ia hingga samudra

Berarak awan menyambut angin
Terbang tingginya sebuah khayalan
Indah melayang tergapai dan hilang
Melagukan gelak hati sang bulan

Sinar matahari tersenyum
Melahirkan indah cahaya pelangi
Bergerak beruraian dan tertahan
Melafalkan syair kehidupan
Berujung pada dawai gitar sang pujangga

Cinta…apa kabar denyutmu?

Sebuah Ruang Hati

Pernahkah kau bertanya seberapa besar ruang di hatimu?

Sebesar debu atau cakrawala?

Ruang itu selalu tampak cerah memang

Tapi apa terlihat ada bercak debu yang kadang berserakan?

Mmmm…ruangan yang entah kenapa tak mampu berbohong

Terkadang mungkin kau ingin berteriak di dalamnya

Ingin bernyanyi

Kau juga bisa menangis terseduh

Dan tertawa lepas bagai seorang bocah

Ruangan itu akan selalu ada

Entah untukmu atau untuk seseorang yang kelak menghuninya

Tapi pastikan akan selalu bersih dari debu yang mengotori

Agar ketika nanti ada kehidupan kau akan menikmatinya dengan nyaman

Tentu saja di ruang hati ini, dimana lagi?

Sudahkah Selesai?

Aku tahu apa yang ingin kita bicarakan
Dan aku tahu apa yang kamu ingin kita bicarakan…
Kalau sama sama tahu…
Anggap saja sudah dibicarakan

Aku tahu apa yang ingin kita selesaikan
Dan aku tahu apa yang kamu ingin kita selesaikan…
Kalau sama sama tahu…
Anggap saja sudah diselesaikan

Atau tidak..
Karena sebenarnya yang kita bilang mau
Sebenarnya kita tidak mau..
Dan kita berdua tahu itu..

Jadi mau mau gak mau….
gak mau tapi mau…

kita sama sama mau
kita sama sama tidak mau..
ya sudah, kita tahu sama tahu saja…

**********


Puisi diatas adalah hadiah dari seseorang buatku.
well…buat kamu yang sudah memberikan puisi itu
Seperti katamu, aku setuju bahwa ada 4 jenis orang di dunia ini mereka adalah
1. diri kita
2. orang yang kita cintai
3. orang yang mencintai kita
4. orang yang hidup bersama kita
keempat orang itu mungkin berbeda tetapi kita tetap harus melanjutkan hidup bukan? 🙂